
Hampir seluruh penghuni sekte singa awan berlomba untuk memasuki pagoda secepatnya, beberapa yang belum ditingkat bumi harus menelan pahit kenyataan bahwa mereka tidak bisa masuk, sungguh kesempatan yang disia siakan, seandainya mereka tau, maka mereka akan melakukan apapun untuk menerobos tahap bumi meski harus menghabiskan sumber daya mereka.
Li Meilan beserta saudara saudarinya memasuki pagoda yang agung bersama, satu hal yang baru mereka ketahui, satu jam didunia sama dengan satu hari dipagoda yang artinya dua puluh empat jam didunia sama dengan dua puluh empat hari dipagoda, benar - benar luar biasa pikir Meilan.
"Kakak, adik mari berpisah disini dan cari apa yang kaliam butuhkan, jangan pernah memaksakan sesuatu yang tak bisa digapai. Ingat batasan diri kalian!" ucap Meilan
"Ya adik, jaga dirimu jika sudah selesai kau bisa keluar lebih dulu!" ucap Zilong.
"Ya, kalian juga sampai jumpa!!" ucap Meilan pergi.
Kini mereka membubarkan diri masing - masing mencari harta yang tersembunyi di pagoda, tidak sulit bagi Meilan dkk untuk mencari harta tingkat tinggi dengan kemampuan mereka yang sebenarnya.
Tanpa menunggu waktu, Meilan berlalu dengan cepat kebagian puncak pagoda. Sedari awal dirinya sudah merasakan aura yang sangat kuat dari puncak pagoda.
Tenyata memang benar adanya aura yang tersegel dihadapannya, aura yang luar biasa kuat dan kejam.
Perlahan meilan mendekati aura tersebut, tangannya terulur untuk menyentuh sesuatu dihadapannya.
Seketika darah merembes dari telapak tangannya, cahaya menyilaukan segera menguar.
Ternyata!!!!! Oh astagaaaaa!!! dihadapannya ada dua buah pistol serta satu buah senapan, dirinya sedang tidak gila kan sekarang?? dengan ini aku bisa membangun Guild untuk keamanan kami kedepannya siapa yang tau akan seperti apa nanti, antisipasi lebih baik kan? pikir meilan luar biasa senang.
(M1911 atau Colt 1911)
M1911, juga dikenal sebagai Colt 1911 adalah pistol aksi tunggal, semi-otomatis, magasin, dan dioperasikan dengan bilik untuk kartrid .45 ACP. Senjata ini berfungsi sebagai senjata standar dengan jarak tembakan efektif 62m (FM 23-35 semasa 1940).
(Desert Eagle Mark XIX)
Peluru : .357 Magnum, .41 Magnum, 440 Cor-bon, .50 Action Express
Mekanisme : Sistem Gas Langsung
Amunisi : Magazen 9 butir (.357), 8 butir (.41 dan .44), 7 butir (.440 Cor-bon dan .50AE)
(Senapan AK-47 Type 1 yang sangat langka)
AK-47 mempunyai ukuran lebih kecil, dengan jangkauan yang lebih pendek, memakai peluru dengan kaliber 7,62 × 39mm yang lebih kecil, dan memiliki pilihan tembakan (selective-fire).
__ADS_1
Mekanisme : Operasi Gas, bolt berputar
Rata - rata tembakan : 600 butir/menit
Kecepatan Peluru : 710 m/s.
Jarak Efektif : 300 m
Amunisi : Magazen Box 30 butir, Magazen box RPK 40 butir, Magezen Drum RPK 75 butir.
Alat Bidik : Bidikan Besi.
Tangannya gemetar, tanpa membuang Meilan mengambil seluruh senjata dizamannya untuk dimasukan kedalam cincin ruangnya, perasaan senangnya tak terbendung lagi tatkala melihat benda terbaik selama hidupnya di zaman kuno.
Dengan riang Meilan duduk dan mulai kultivasi untuk mengambiskan sisa waktunya sampai Pagoda kembalu tertutup.
Meilan sempat bingung mengapa senjata itu bisa ada dizaman kuno ini bahkan disegel dengan sangat kuat? pikirnya menerawang.
Tak terasa didunia sudah satu hari berlalu, dan dipagoda sudah dua puluh empat hari.
Meilan membuka mata indahnya, tatapannya semakin tajam, auranya terasa begitu agung dan kecantikkannya luar biasa bahkan mengalahkan seluruh gadis yang hidup didunia tengah ini.
Meilan berhasil menerobos tiga tingkat sekaligus, kini dirinya berada ditingkat langit tahap awal. Sungguh jenius dari segala jenius, hanya dalam satu hari di dunia ia mampu melawati rintangan kenaikan yang makin hari makin terasa sangat sulit.
"Wah adik seperguruan telah mencapai tingkat langit awal, selamat adik!" ucap Ling senang diikuti ucapan selamat lainnya.
"Terimakasih kakak seperguruan semua!!" ucap Meilan tersenyum hangat.
"Muridku selamat atas pencapaianmu! jangan pernah sombong karna diatas langit masih ada langit!" ucap Panatua Bai.
"Ya guru murid mengerti!" ucap Meilan menunduk hormat.
"Lan'er apa yang kau dapatkan didalam sana?" tanya Ketua Fu penasaran.
"Murid menjawab, Lan'er mendapat senjata yang tidak diketahui tapi dari auranya sangat kuat sekali," ucap Meilan berpura - pura agar tak ada yang curiga padanya bahwa ia seorang dari masa depan.
wushhhhhhhh... terlihat sebuah senjata berbentuk aneh namun auranya sangat menindas yang membuat semua orang bingung kecuali Panatua Bai dan Ketua Sekte.
"Lan'er apakah kau mendapatkan senjata itu di pagoda puncak?" tanya Ketua Fu memastikan.
"Kau benar guru, aku mendapatkannya disana tersegel sangat kuat!" ucap Meilan, dirinya sengaja hanya mengeluarkan Desert Eagle untuk menghindari kalau ada yang ingin merebut atau berbuat curang.
__ADS_1
Di Sekte Singa Awan ada satu peraturan yang berisi baik ketua, panatua, pengurus inti tetap dipanggil guru, untuk mengakrabkan tali persaudaraan antar murid dengan pendiri pendiri sekte.
"Kau beruntung Lan'er, aku pernah mendengar bahwa senajata itu sangat kuat namun tidak ada yang tau cara memakainya ataupun memegannya, ternyata sekarang senjata itu memilihmu sebagai tuannya, jaga baik baik jangan sampai jatuh ketangan orang yang salah!" nasehat Ketua Fu bijak.
"Ya guru, Lan'er akan menjaganya!" ucap Meilan. Hampir saja Meilan tertawa, yaiyalah gak ada yang bisa mengoperasikannya, secara peluru gak ada dan inikan senjata dizamanku hahaha batin Meilan.
"Ah iya sejarah mengatakan senjata itu datangnya tidak jelas dari mana, namun banyak yang meyakini senjata itu dari dunia lain! karna seperti yang kau lihat betapa aneh bentuknya!" ucap Panatua Bai.
"Ya, aku jamin aku bisa memakainya guru!!" ucap Meilan menyeringai.
"Baiklah simpan senjatamu! dan semuanya silahkan bubar, istirahatlah karna besok ada kejutan dariku!" ucap Pabatua Bai tersenyum penuh arti.
Mereka melihat senyum panatua bai yang aneh, langsung bergidik ngeri membayangkan apa yang terjadi di hari esok.
Satu persatu kini meninggalkan Meilan, hingga tersisa saudara dan saudarinnya saja.
"Adik bukankah itu senjata dari masa depan?" tanya Zilong.
"Kau benar kak, senjata ini bernama pistol sedangkan yang agak panjang itu senapan!" jawab Meilan.
"Bagaimana cara memakainya kak?" tanya Chichi.
"Oh itu nanti aku ajarkan kepada kalian, sekarang aku ingin istirahat. Nanti malam jangan menggangguku! aku ingin ke tempat Paman Tang untuk menempa senjata agar bisa kalian miliki juga meski hasilnya akan sedikit berbeda karna senjata kalian murni rancanganku nanti!" ucap Meilan tegas.
"Tak ingin ku temani?" tanya Niex pelan.
"Kau yakin ingin menemaniku? nanti yang ada kau malah bosan!" jawab Meilan.
"Tidak, aku akan menemanimu kemanapun dan kapanpun kau perlukan adik!" ucap Niex lembut.
"Ya, biarkan aku juga menemanimu!" ucap Zilong tak kalah lembutnya seraya mengelus puncak kepala Meilan. Mereka tersenyum hangat melihat permandangan Meilan dan Zilong yang sangat romantis layaknya sepasang kekasih.
"Hemmm baiklah kalian berdua bisa menemaniku lagipula aku hanya membutuhkan tiga jam saja, ah iya kakakku yang lain tolong ketika aku pergi nanti siapkan satu ruang yang aman dan ada lapangan yang luas! kakak Mei dan adik Chi buatlah makanan yang banyak untuk pesta malam ini resepnya ambilah di kamarku! Serta mintalah ijin untuk mengadakan pesta sederhana kita malam ini, kalian juga bisa mengundang yang lainnya ya?" tanya Meilan.
"Baiklah adikku jam berapa pesta dimulai?" tanya Li Mei sambil mencubit pipi Meilan gemas.
"Awww kakak kau jahat sekali! pipiku pasti merah huhuhu! memangnya kau tau jam?" ucap Meilan bercanda. Li Mei hanya terkekeh melihat Meilan yang manja, dirinya sempat berpikir dimana Meilan yang sangat dingin dulu? batinnya.
"Adik kau lupa sudah mengajarkan kami cara membaca jam? dan memberikan satu jam tangan buat kami?" tanya Lang. Memang benar Meilan memberikan serta mengajari mereka cara mengetahui jam yang didapat dari cincin ruang miliknya, peninggalan neneknya didunia modern yang hampir saja terlupakan.
"Ah iya aku lupa, pukul sembilan malam saja!" ucap Meilan yang diangguki para saudaranya.
"Tentu adik kau bisa tenang dan mengandalkan kami untuk menguris ruangan, benarkan?" ucap Miho yang dibalas mereka anggukan serempak.
__ADS_1
"Ya sudah, aku istirahat sebentar, nanti aku akan menjemput kakak Long dan kakak Niex jam enam ya!" ucap Meilan berlalu pergi diikuti saudara saudarinya yang lain.
Fyi, banyak banget yang gue lupain dichapter chapter awal maapkan. Dukung terus ya guys jangan bosen, thankyou🖤