Li Meilan

Li Meilan
Racun


__ADS_3

Meilan bersaudara menggunakan sihir formasi sehingga mereka langsung menghilang dari aula utama setelah mengucapkan salam perpisahan, sebelumnya Meilan memberikan token akses untuk


berkunjung ke Sekte Naga Emas mereka.


--------------


Seperginya Meilan bersaudara, kedua pangeran menjadi lebih dingin bahkan Duke Eryou diturunkan menjadi pejabat rendah, seluruh kekayaannya ditarik hanya menyisakan harta yang memang untuk Bangsawan kelas rendah, kedua anaknya dikeluarkan dari kelas kerajaan dan dilarang masuk ke istana.


Sungguh malang nasib Duke Eryou dan keluarganya yang telah menyinggung tamu kehormatan, yang baru mereka ketahui ternyata para pendekar dari sekte Naga Emas Yang Agung di benua utara.


Berbanding terbalik dengan Kerajaan Britani* yang sedang kacau, Meilan bersaudara justru sedang membeli hadiah untuk kedua adik mereka, entah kenapa Li Mei memiliki firasat buruk yang membuat dirinya harus segera kembali ke sekte.


Tak lama selesai membeli hadiah, Meilan mendapatkan kabar yang sangat buruk dari sepuh Jing yang mengatakan kedua adiknya diracuni dan sekarang keadaan mereka kritis karna tidak ada yang tau jenis racun itu.


Meilan terdiam sesaat sebelum akhirnya luruh ke lantai, menyalahkan dirinya yang tidak membawa adiknya ikut serta sehingga menyebabkan keduanya diracuni.


"Adik ada apa?!!!" tanya Li Mei yang firasat buruknya semakin menjadi - jadi.


"L-lingbo hikksss dan Xiao An hiksss me-mereka diracuni," ucap Meilan sesenggukan, tak lama Li Mei, Chichi, Ling An, dan Tangyin melakukan hal yang sama mereka menangis dalam dekapan para pria.


"Hiksss kita harus teleportasi bagaimanapun caranya!!! aku hikss takut akan terjadi hal yang tidak - tidak jika kita terlambat!" ucap Li Mei yang diangguki mereka semua.


Untuk melalukan Teleportasi yang sangat jauh memerlukan banyak sekali tenaga karna mereka harus melintasi wilayah yang sangat luas.


"Aktifkan segel formasi, Aku, Pan, Chichi, Li Mei, Niex, Zilong dan Lang akan menggunakam seluruh kekuatan kami. Sisanya tolong kerahkan separuh kekuatan kalian untuk menstabilkam segel formasi nanti, mengerti?!" tanya Meilan.


"Tunggu, kalian yakin akan menggunakan seluruh kekuatan kalian untuk membuat segel formasi?" tanya Mo Yan, sangat bahaya jika mereka kehabisan tenaga yang terparah mereka akan mengalami kecacatan yang fatal.


"Tak apa, walaupun kita memakai teleportasi ke sekte setidaknya membutuhkan waktu tiga hari untuk sampai itupun sudah sangat cepat. Selama tiga hari itu pula kami akan berkultivasi diruang dimensiku dan tugas kalian lah yang harus menjaga kestabilan segel formasi, oke?" ucap Meilan.


"Baiklah adik!" ucap mereka bersamaan.


"Menyingkirlah sebentar!" perintah Zilong yang langsung dituruti.


Untuk membuat segel formasi besar seperti teleportasi sangatlah sulit apalagi jarak yang sangat jauh, sehingga tak heran mereka yang tingkat kultivasinya tinggi sekalipun lebih baik terbang atau menggunakan Qigong untuk menghemat tenaga.


-------------

__ADS_1


Tiga hari berlalu kini Meilan bersaudara telah sampai di Sekte Naga Emas, kekuatan mereka sudah kembali setelah melakukan kultivasi selama tiga hari.


Dengan tergesa mereka menuju pavilun persik tanpa menghuraukan sapaan dari orang yang mereka lewati.


'Brakkk' suara pintu yang terbuka mengejutkan sepuh Jing, Ketua Ming dan tujuh halilintar emas yang sedang menjaga Lingbo dan Xiao An.


Keadaan keduanya sangat memprihatinkan, tubuh Lingbo dan Xiao An mulai membiru, keringat terus mengalir dan racauan kesakitan terdengar semakin liris bersaam dengan lemasnya tubuh kedua adik yang mereka sayangi.


Meilan menatap penuh kesakitan begitupun yang lainnya, pandangan mereka sesaat kosong sebelum Ming dan Miho mengamuk kepada tujuh halilintar emas yang berjanji akan menjaga kedua adik mereka dengan baik.


Tujuh Halilintar Emas hanya diam merasakan serangan yang begitu kuat mengarah pada mereka, seteguk darah membasahi mulut mereka hingga keluar bersamaan dengan Meilan yang menghentikan serangan kedua dari Lyan dan Miho.


"Tolong keluarlah kalian semua dari pavilun kami!" bentak Meilan mengusir.


"Lan'er maafkan aku karna tidak becus menjaga kedua adikmu!" ucap Ketua Ming dan Sepuh Jing merasa bersalah dengan keadaan yang menimpa kedua adik kecil Meilan.


"KELUAR!!!!" teriak meilan murka, segeralah mereka keluar dan membantu Tujuh Halilintar Emas yang terluka akibat ulah Miho dan Lyan.


Meilan mengamati kedua adiknya, lantas memeriksa pergelangan tangannya begitupun Pan juga melakukan hal yang sama.


"Kakak Layn tolong jaga pintu luar bersama Hong Bai, aku dan Pan akan mengeluarkan racun ditubuh Lingbo dan Xiao An!" ucap Meilan tegas.


Pan merubah dirinya menjadi Tungku agar Meilan bisa membuat penawar racun seribu ular.


Butuh setidaknya satu jam bagi Meilan untuk menghasilkan dua puluh pil penawar racun tingkat tujuh, Pan kembali ke wujud manusianya untuk menambahkan kekuataannya didalam pil agar cepat berkerja.


Selama dua hari penuh Paviliun Persik menutup diri, tak seorangpun yang diperbolehkan berkunjung meski Ketua Sekte sekalipun, sedangkan dilain tempat sang pelaku sedang tersenyum penuh kemenangan merasa bahwa rencana balas dendamnya berhasil.


Selama dua hari pula Lang, Han Bao, dan Ye Tian mencari pelaku yang bertanggungjawab atas racun ditubuh adik mereka.


"Uhukkk..uhukk.. ha-hauss," lirih Lingbo membuka matanya, Tangyin dengan cepat mengambilkan air suci yang diberikan Meilan untuk diminumkan kepada adik mereka.


Tak lama Xiao An juga sadar dan kembali Tanyin melakukan hal yang sama, tubuh keduanya menjadi lebih kuat setelah meminum air suci dari dimensi Meilan.


Pelukan hangat mereka bergantian menyambut kesembuhan Xiao An dan Lingbo, mereka hanyut dalam sebuah dekapan hangat dan tawa canda yang sudah lama tidak terdengar.


"Adik maafkan kami karna tidak mengajak kalian ikut serta padahal kami berharap keselamatan kalian disekte ini lebih terjamin daripada mengikuti kami yang selalu bertemu dengan bahaya, namun ternyata pemikiran kami salah. Justri karna disini, kalian dicelakai orang jahat!" ucap Li Chichi sedih.

__ADS_1


"Tak apa kakak yang terpenting kami masih selamat dan bisa bertemu kembali dengan kalian," ucap Xiao An lembut yang diangguki Lingbo.


"Adik kalian tenang saja, sebentar lagi kami akan membalaskan dendam untuk kalian kepada mereka!!!" ucap Ling menggebu, tidak biasanya Ling semarah ini setelah tadi mengetahui bahwa pelakunya ternyata orang yang mereka percayai untuk menjaga kedua adik kecilnya.


Salah satu dari tujuh halilintar emas lah yang menjadi dalang dibalik adik mereka yang keracunan, Liu Ting gadis lugu yang dianggap mereka baik justru penjahat yang sesungguhnya.


"Adik cepatlah pulih agar kita bisa membalaskan dendam secepat mungkin pada pengkhianat sekte itu!!!" teriak Miho kesal.


"Kakak kami telah pulih, sebaiknya cepat tangkap Liu **** itu agar dia tak sempat kabur, kurasa Liu **** ada hubungan dengan perang sekte yang lalu," ucap Lingbo bijak, mereka sesaat tercengang mendengar betapa pintarnya Lingbo dalam menganalisis keadaan.


"Hahaha Lingbo pikiranmu luar biasa luar biasa! Baiklah kita tangkap wanita **** itu dan segera menghukumnya dengan sangat sangat indah!" ucap Meilan menyeringai.


-----------


Di tengah aula utama seluruh murid dikumpulkan, dari murid dalam, murid luar, murid inti dan murid spesial seperti tujuh halilintar juga berkumpul bahkan Ketua Sekte dan Panatua juga berada di aula menyaksikan hukuman Meilan kepada orang yang mengkhianati sekte mereka, meski mereka belum mengetahui siapa dalangnya.


Liu Ting dengan segala kepolosannya menghampiri Lingbo dan Xiao An penuh perhatian, Lihat tanpa mereka minta Liu Ting dengan sendirinya menyerahkan diri hahaha batin mereka.


"Adik kecil bagaimana keadaan kalian?" tanya Liu Ting mencari perhatian agar dirinya dipandang baik oleh seluruh orang sekte.


"Sangat baik karna racunmu bukanlah apa apa bagi kakakku, jadi seperti yang kau lihat kami sangat sehat dan kuat hehe!" ucap Xiao An santai tapi matanya melotot kearah Liu Ting.


Seluruh penghuni sekte membatu setelah mengetahui kebenaran yang ada, bahkan tujuh halilintar emas membuka mulut mereka tak percaya, sahabat mereka yang sudah dianggap keluarga sendiri dengan teganya menyakiti kedua adik kecil yang tidak tau apa - apa. Mereka belum mengetahu yang sebenarnya Liu Ting merupakan pengkhianat sekte selama ini.


"Ap-apa ma-aksudmu?!! Aku tidak pe-pernah memberikan kalian racun seribu ular itu!!! Jangan memfitnah orang sembarangan, kalian bisa saja celaka nantinya!" ceplos Liu Ting tanpa sadar mengucapkan nama racun yang membuat Lingbo dan Xiao An hampir kehilangan nyawanya, padahal nama racun itu tidak ada yang tau kecuali Meilan bersaudara.


Bodohnya dirimu membuka kedok sendiri haha batin Meilan dan lainnya.


"Kau tadi menyebutkan racun seribu ular? tau darimana kau jika racun itu yang meracuni adik kami?" tanya Ling An tajam.


Tubuh Liu Ting bergetar hebat, lidahnya kelu untuk berbicara. Tamatlah sudah nyawanya kali ini, batin Liu Ting ketakutan


"Bahkan kau juga yang membuat sekte kita diserang kan? karna kau yang memberitau mereka bahwa Ketua Ming yang menyimpan pusaka itu?!! Sungguh serigala berbulu domba!" ucap Li Mei mencengkram dagu Liu Ting hingga berdarah.


Ketua Ming bersama tujuh halilintar emas sangat terpukul mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, mereka tidak menyangka bahwa Liu Ting sangat jahat dan pengkhianat! batin mereka memandang Liu Ting dengan segala raut muka yang berbeda.


Yayyyy update lagi, semoga tetap suka thankyou🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2