Li Meilan

Li Meilan
Masalah dan Murka!


__ADS_3

"Huhhh, padahal saya ingin merasakan menjadi Knight seperti apa, baiklah kita bisa melangsungkan pernikahan namun saya tetap ingin mengawasi proses prekrutan dan secara khusus memberikan test untuk calon Knight dan ini mutlak karena saya tidak ingin ditolak!" ucap Meilan kesal tanpa menerima bantahan, Mo Tian mengangkat ujung bibirnya tersenyum karena gadisnya sangat penurut.


"Tentu, apapun yang anda inginkan," ucap Mo Tian Yue kembali menyuapi hidangan penutup untuk istri kecilnya.


Waktu berlalu cepat, yang awalnya hanya orang asing, sekarang ke-akraban terjalin begitu baik dengan sendirinya mereka menjadi tidak sungkan, meski rasa hormat tetap mereka utamakan mengingat Mo Tian Yue adalah Penguasa White Jade yang sangat kuat dan mendominasi!


***************


Tak terasa matahari telah bersinar sangat terang menandakan siang hari, setelah sarapan mereka tidak beranjak dari meja makan melainkan terus berbincanh hingga beberapa jam lamanya sebelum membersihkan diri kembali untuk berbelanja dan menghabiskan harta Mo Tian Yue.


Di White Jade, nilai tukar terbagi menjadi tiga : Beast Spirit, Uang Kertas, dan Koin Emas yang terendah diantara ketiganya namun untuk orang yang sangat kaya mereka memiliki kartu berwarna hitam yang hanya dimiliki Black Knight ataupun kartu emas yang umumnya dimiliki mereka yang mempunyai banyak harta.


Perbedaan tentu sangat mencolok, antara kartu hitam dan emas keduanya memiliki jumlah yang jauh berbeda karena kartu hitam bisa digunakan tanpa batas dan pemilik kartu hitam hanyalah Black Knight yang sudah diakui Sang Penguasa dan Penguasa sendiri juga memakai Kartu Hitam, sedangkan para klan atau keluarga yang kaya mereka bisa memiliki kartu berwarna emas namun juga tak banyak yang memiliki kartu emas mengingat paling sedikit untuk memiliki kartu emas harusnya punya kekayaan sepuluh juta Beast Spirit tingkat tinggi sedangkan kartu hitam jumlahnya tidak kurang dari seratus juta Beast Spirit kelas atas.


Saat ini mereka memakai kereta terbang yang dikendarai Spirit Beast, kereta legendaris Sang Penguasa yang paling terhormat. Tak pernah ada yang bisa menaiki kereta legendaris bercorak hitam keemasan tersebut kecuali Sang Penguasa sendiri dan Black Knight Kepercayaannya, namun hari ini permandangan yang begitu menggemparkan karena kereta spirit beast yang jarang keluar bahkan hampir tak pernah keluar selama beberapa tahun terakhir, sekarang menginjak tanah kembali terlebih dipusat perbelanjaan! Ada rasa bangga dihati setiap orang yang menyaksikkan kereta Sang Agung dihadapan mereka.


Kerumunan menjadi tertib sejenak, semenjak Black Knight berbaris membuka jalan untuk orang - orang didalam kereta.


Satu persatu ketampanan dan kecantikan yang sangat asing menuruni kereta dengan gagah dan anggun, menciptakan angin sejuk siapapun yang menatap hingga tak sedikit orang yang lupa akan diri mereka dan kegiatan yang mereka lakukan, sayang kejutan bukan berhenti sampai disitu.


Keanggunan dan Keagungan turun dengan perlahan, berdiri tepat didepan pintu kereta seolah masih menunggu seseorang yang begitu penting!


Keagungan mereka, Sang Penguasa yang tidak pernah memunculkan diri kecuali dikeadaan penting saat ini berdiri kokoh mengulurkan tangan tegas yang lembut untuk menyambut sebuah tangan mungil yang halus dan putih, seputih giok yang memperlihatkan seperti tangan seorang gadis, TUNGGU SEORANG GADIS? GADIS? setiap orang yang menyaksikan mengucek mata mereka untuk memastikan permandangan didepan mereka apakah nyata atau sekedar halusinasi? sebenyak apapun yang mereka lakukan, permandangan dihadapan mereka memang benar dan nyata! Sang Penguasa! Penguasa White Jade Yang Agung menuntun seorang gadis mungil yang nampak cantik dan manis namun tetao menunjukkan ketegasan dan kecerdasan dari bingkai wajahnya yang sangat menarik, jika dua kecantikan diawal mampu meruntuhkan sebuah negara maka satu kecantikan yang sedang digandeng Penguasa mereka bahkan mampu menghancurkan seluruh negara didunia manapun.


Luar biasa, jika dua kecantikan diawal akan membuat seluruh wanita menangis iri, maka satu kecantikan terakhir adalah mutlak! Mutlak membuat sesama wanita kehilangan kepercayaan diri dan memilih untuk pingsan daripada menyaksikan pasangan yang dibuat surga didunia mereka ini.


Beberapa menit terpaku, akhirnya beberapa orang sadar akan keadaan dan memberikan hormat mereka pada Sang Penguasa yang acuh tak acuh, mereka beruntung bisa melihat langsung wajah sang penguasa, selama ini mereka hanya mengetahui ciri - ciri sang penguasa tanpa mengetahui rupa aslinya.


"Hormat kami untuk Sang Penguasa!!" teriak beberapa orang yang langsung di ikuti semua orang disana, di White Jade hormat hanya sebatas menundukkan sedikit kepala karena disini semua orang sudah kuat hanya tak akan sekuat Black Knight dan Sang Penguasa Yang Agung.


Mo Tian Yue acuh tak acuh pada sekitar, hanya mengenggam jemari gadisnya terus berjalan memasuki pusat perbelanjaan.


Meilan tersenyum kikuk mendapati sikap dingin sang suami yang begitu mendominasi, bahkan Zilong dan yang lainnya tak mampu untuk menahan keterkejutan mereka untuk sikap Mo Tian Yue yang sangat tenang dan tak tersentuh sangat berbeda jika dihadapan mereka, Black Knight selalu mengetahui sikap Tuannya, jadi tak asing jika melihat sang tuan tidak memberikan muka sedikitpun pada semua orang yang ada.


"Jangan tersenyum untuk orang lain, senyum anda hanya untuk saya dan orang terdekat hmm," ucap Mo Tian Yue tiba - tiba, siapapun mendengar ucapan Sang Penguasa karena sekitaran mereka tidak ada yang bersuara bahkan suara hembusan nafas akan terdengar cukup jelas apalagi ucapan Mo Tian Yue yang tenang dan dalam, siapapun mendengarnya dan siapapun juga terkejut hingga membuka mulut mereka.


Bahkan Black Knight dalam beberapa detik juga menampilkan emosi keterkejutan mereka untuk sikap Tuan yang sangat berbeda dan terlihat cemburu? tuan mereka cemburu! Ya, Tuan cemburu melihat Sang Nyonya tersenyum pada rakyatnya sendiri? Errr tuan mereka sangat posesif pikir Black Knight yang ikut.

__ADS_1


"Hah?" satu kalimat yang menjatuhkan rahang setiap orang, Meilan sendiri terkejut dengan tingkah pria anggun nan agung dihadapannya yang kini memancarkan aura gelap, hanya karena dirinya tersenyum? bahkan senyumannya tak lebih dari sekedar formalitas.


"Saya mengatakan anda tidak boleh tersenyum untuk orang lain kecuali untuk saya dan orang terdekat anda apapun alasan anda!" tekan Mo Tian Yue menarik Meilan kedalam rengkuhannya dan pergi berlalu ditengah keterdiaman semua orang yang ada.


Baru setelah Sang Penguasa bersama orangnya menghilanh dari pandangan mereka, disitu kesadaran kembali.


Gosip terdengar sangat cepat dipenjuru Jade White hingga sampai ditelinga Keluarga Besar Li, baik orangtua Meilan maupun kakek neneknya sangat mengetahui bahwa berita yang ramai diperbincangkan adalah gadis kecil mereka dan semua orangnya.


Disebuah ruang keluarga yang megah, Keluarga Besar Bai, Bai Houran yang selalu mendambakan Mo Tian Yue mengepalkan tangannya erat setelah mendengar berita hangat yang terus diperbincangkan, buku - buku tangannya memutih bahkan beberapa tetes darah meluncur ditangan lembut yang sedang menahan amarah.


Selama ini orang di White Jade selalu mengira ia adalah kandidat yang pantas untuk menjadi Istri Sang Penguasa dengan bakat dan kecantikannya yang tiada tara didunia mereka, namun mendengar bahkan Keagungan mereka memiliki seorang gadis yang dikatakan bahkan Bai Houran tidak memiliki setengah kecantikannya, sukses untuk membuatnya marah dan dengan tanpa pertimbangan melesat menuju Sang Penguasa berada.


Kedatangan Bai Houran membawa banyak mata yang menatap minat akan apa yang terjadi, ditengah kesibukan Meilan mencari hanfu untuk dipakai esok hari menemani saudara saudarinya untuk melakukan test, sebuah cekalan tangan yang lumayan menyakitkan disaat kewaspadaannya menurun dititik terbawah menarik Meilan dengan kasar, tanpa aba - aba bahkan tangan yang menarik Meilan kasar dengan penuh emosi menampar wajah mulus Meilan.


Hampir mengenai wajah mulus Meilan, namun dengan sigap dihalangi Mo Tian Yue yang menatap dingin gadis aneh didepannya.


Sesaat ketegangan muncul, atmosfer menjadi rendah dengan tekanan Mo Tian Tue yang dilingkupi amarah dan kekesalan.


Bai Houran tertegun menatap tangannya yang ditangkap Sang Penguasa, bukan lagi ditangkap bahkan tangannya terasa seperti diremukkan.


"Jal*ng?" ucap Mo Tian Yue memastikan pendengarannya, siapa wanita ini berani memanggil gadisnya jal*ng? bahkan Zilong bersaudara telah menjadi dingin dan kejam semenjak gadis jelek didepan mereka menganggu kesayangan mereka.


"Iy-iya Yang Mulia Penguasa, gadis ini mengambil anda dari saya! Dia tak lebih dari sekedar Jal*ng miskin!" bentak Bai Houran tajam menatap Meilan.


Meilan tersenyum, jenis senyum yang menunjukkan ketertarikan.


"Tian'er lepaskan tangannya," ucap Meilan, suara lembut yang sangat lembut namun juga tegas terdengat disegala penjuru menciptakan keheningan yang menakutkan.


Mo Tian Yue menatap gadisnya mengerti, gadisnya pasti memiliki cara sendiri untuk membuat wanita jelek dihadapannya menyesal.


"Anda menyebut saya jal*ng dan mengatakan saya mengambil Mo Tian Yue dari anda?" tanya Meilan sambil menekan nama Mo Tian Yue, perlu diketahui di dunia ini tak satupun ada yang berani secara langsung menyebut nama Mo Tian Yue, pernah suatu keadaan seorang gadis menyebut nama Sang Penguasa dan ke - esokkan harinya ditemukan mati dengan mengenaskan, siapapun pembunuhnya tidak ada yang mengetahui.


Namun kini kejadian terulang kembali, rata - rata orang yang menyaksikan menarik nafas mereka dingin, menunggu gadis malang didepan mereka terbunuh.


Satu detik, dua detik bahkan beberapa detik tidak ada jejak kemarahan diwajah Sang Penguasa, hanya jejak lembut yang ringan ditampilkan Sang Penguasa, bahkan tangan kokoh itu mengelus lembut rambut gadis didepan mereka, mereka terkejut lagi dan semakin yakin bahwa gadis didepannya memang wanita Sang Penguasa yang ditunggu bertahun - tahun lamanya.


Bai Houran merasa jelek setelah menyaksikan permadangan didepannya, tangannya mengepal siap untuk menyerang Meilan kapanpun.

__ADS_1


"Benar, anda jal*ng dan perebut milik saya! Anda orang miskin seharusnya tau diri, karena Yang Mulia Penguasa adalah calon suami saya dan kita sangat cocok!" teriak Bai Houran menunjuk wajah Meilan yang masih tenang.


"Ah begitu, ternyata Tian'er membohongi saya? saya kira saya adalah satu - satunya wanita anda, namun ternyata nona didepan saya adalah istri anda yang sebenarnya," ucap Meilan menunduk menyembunyikam seringaiannya, seolah - olah ia sedih dan kecewa.


Mo Tian Yue tertegun menatao gadisnya, kepanikan melingkupi hatinya.


"Tidak tidak, saya tidak pernah memiliki calon istri manapun! Anda lah satu - satunya wanita saya ini! Bahkan saya berani bersumpah!" ucap Mo Tian panik, Meilan menepis tangan Mo Tian yang merengkuhnya.


Sedangkan Zilong dkk tersenyun penuh arti, benar - benar kesayangan mereka adalah rubah kecil yang licik batin mereka merasa kasihan menatap Mo Tian Yue yang panik.


Bai Houran melotot kembali menarik tangan Meilan menjauhkan dari jangkauan Mo Tian Yue, namun kenyataan tak sesuai harapan.


Dengan kejam Mo Tian Yue menepis Bai Houran sampai menabrak pembatas antara ruangan satu dengan lainnya, Bai Houran tertegun merasakan punggungnya yang sakit dan perih, tulangnya seakan remuk menerima pukulan Sang Penguasa.


"Siapa anda mengganggu istri Sang Penguasa ini? bahkan menghina wanita saya dan menarik tangannya?!" ucap Mo Tian Yue kejam dan dingin.


"Anda tidak memiliki kualifikasi sebagai calon istri saya sampai kapanpun! Buka mata anda, didepan saya, gadis ini adalah istri saya, satu satunya milik saya dan tidak pernah ada wanita lainnya!" bentak Mo Tian Yue kesal mengejar gadisnya yang pergi dengan kesalahpahaman.


"Urus binatang itu, jangan biarkan dia dan keluarganya tenang!" titah Mo Tian Yue pada Black Knight kepercayaannya.


Suara dingin yang menekan membuat siapapun ketakutan, terlebih mulai sekarang Keluarga Besar Bai akan menyesali perbuatan Bai Houran kedepannya, untungnya mereka tidak menyinggung orang Sang Penguasa.


Keadaan menyedihkan Bai Houran menjadi tontonan setiap orang, tanpa diduga Meilan kembali menuju Bai Houran.


"Karna anda menghina saya, maka saya tidak lagi sungkan dengan anda," suara pelan yang menyesatkan, hanya sepersekian detik Bai Houran kembali memuntahkan darah.


Aliran Meridiannya menjadi tak terkendali, sakit yang amat menyakitkan tanpa ampun mengoyak organ tubuh Bai Houran.


Semua orang yang menatap, sudah pasti tau bahwa Sang Nyonya Penguasa yang lembut didepan mereka dengan kejam menyerang organ dalam Bai Houran, harus menunggu beberapa waktu untuk memulihkan kekuatannya hingga sedia kala itupun jika Bai Houran beruntung.


"Saya tidak akan sungkan untuk orang yang seperti anda, menjijikan dan murah*n," bisik Meilan tepat ditelinga Bai Houran yang merintih kesakitan.


Seolah tidak ada yang terjadi, mereka kembali berbelanja. Kerumunan orang yang menyaksikan kejadian juga telah bubar dan kembali pada kegiatan mereka masing - masing.


Dalam hati setiap orang telah menanamkan masing - masing untuk tidak menyinggung Nyonya Penguasa dan semua orangnya jika tidak ingin mengalami kejadian serupa Bai Houran.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, thankyou🖤

__ADS_1


__ADS_2