
Beberapa saat berlalu, terlihat rombongan 'sahabat' yang Meilan katakan.
Merasa takjub dengan pemandangan dihadapan mereka, belasan beast tingkat tinggi berjajar rapi menundukkan kepala mereka dihadapan Meilan.
Bahkan salah satu beast sudah ditingkat puncak awal yang memungkinkan beast tersebut untuk berbicara.
"Hai Queen, semoga kau selalu diberkahi!" ucapnya menunduk diikuti beast lainnya, Meilan mengangguk senang karna temannya selalu mengingat ajarannya untuk membiasakan bicara lebih modern.
"Beberapa dari kalian kami ke Sekte Naga Emas secepatnya, sisanya musnahkan pengkhianat yang akan datang kesini sebentar lagi! Jangan kembali jika masih ada yang belum mati, buat mereka merasakan siksaan yang sesungguhnya!" ucap Meilan tegas.
"Siap Queen, laksanakan!" ucap Panglima Jiheng bawahan Layn.
"Kalian selesaikam secepatnya! Terus berlatih menjadi kuat, suatu saat dunia akan mengetahui kita!" ucap Layn tegas menasehati Panglima Jiheng.
"Siap dimengerti!" tukasnya hormat diikuti beast spirit lainnya.
Segera mereka menaiki spirit beast tingkat tinggi dengan arahan Layn.
----------
Disepanjang perjalanan menuju sekte hanya ada keheningan diantara mereka sampai tepat didepan gerbang Sekte, mereka berubah terkejut dengan caranya masing - masing.
"Wow it's amazing!! Like a palace, even more luxurious hahaha," teriak Meilan tanpa sadar yang langsung mengundang banyak pasang mata kearahnya.
Sepuh Jing melotot, pasalnya Meilan menggunakan bahasa asing dari wilayah lain yang sangat jauh, bahkan kaisar sekalipun tidak ada yang sepasih Meilan saat berbicara, siapa kau sebenarnya nona? Mengapa aku merasa ada yang aneh pada tubuhmu! batin Sepuh Jing tercengang.
Rasanya perjalanan mereka kemari tidak akan sia - sia setelah melihat apa yang ada dihadapan mereka, keindahan alam serta bangunan yang megah dan berbeda begitu memanjakan indera penglihatan mereka.
"Sebaiknya hentikan kekaguman kalian, kita harus segera masuk san melaporkan apa yang terjadi hari ini kepada ketua sekte!" ucap sepuh jing membuyarkan lamunan mereka.
"Baik sepuh!" ucap mereka bersamaan.
Setibanya dibagian dalam sekte, mereka banyak sekali melihat remaja seusia mereka, tak sedikit pula anak yang lebih dewasa.
Kedatangan mereka mengundan banyak perhatian mata, terlebih Meilan dkk yang tingkat kultivasinya tidak bisa dibaca. Hanya beberapa dari mereka yang bisa melihat tingkat kultivasi Meilan, kelompok yang misterius tanpa tingkat kultivasi dan aura sangat membingungkan pikir mereka.
Tapi tidak dengan yang setingkat Meilan dkk mereka dapat melihatnya walaupun samar, meskipun memiliki tingkatan yang sama namun kekuatan mereka sangat jauh dibanding Meilan dkk.
Beberapa gadis terang - terangan mencemooh Meilan bersaudara bahkan mereka memiliki niat jahat untuk mencelakai.
Meilan bersaudara yang bertopeng sekalipun tetap saja mengundang banyak mata, terlihat kulit mulus dan putih, seputih porselin meski tertutupi dengan topeng aneh yang mereka pakai.
Mereka terus menatap hingga membuat Lingbo geram karna banyak tatapan memandang kakak kakaknya dengan lapar.
__ADS_1
"Kakak pertama tidakkah kau marah melihat mereka menatap para saudari kita?" ucap Lingbo datar, padahal usianya masih diangka tujuh tahun tapi sikapnya begitu dewasa dan songong yang membuat siapapun melihatnya sangat ingin melempar Lingbo karna tingkahnya, terlebih kenapa ada anak kecil disini? batin mereka menatap Lingbo kesal.
"Adik bungsu, biarkan mereka menatap kakak perempuanmu yang cantik cantik itu sekarang! Nanti saat ada kesempatan mari kita bereskan!" ucap Zilong tajam menatap mereka.
"Cuihhh sombong sekali kau!" ucap seorang pemuda berwajah pas - pas an.
"Kalian tidak menghargai keberadaanku?!" tanya sepuh jing melerai, dia tidak ingin ada pertumpahan darah disini, jelas sekali satupun mereka yang ada disini bukan lawan bagi Meilan dkk. Hanya dengan menjentikkan jari, mereka akan habis dan bernasib malang seperti yang sudah sudah terjadi pikirnya sedikit bergidik.
"Maaf Sepuh Jing aku hanya tak suka dengan pria bertopeng emas itu, sombong sekali dirinya!" ucap Pria bernama Boanju dari sekte lembah hitam.
"Sudahlah kaupun salah karna menatap saudarinya dengan mesum seperti itu! Jika aku jadi merekapun aku tak akan segan membutakan matamu!" marah Sepuh Jing.
Boanju merasa terhina karna dirinya disebut pria mesum, tapi tak ada yang bisa dilakukannya kecuali berdiam menahan malu.
"Hahaha, kau dengar itu pria mesum dan jelek!" ucap Xiao An tiba tiba yang membuat keadaan semakin memanas.
"Hahahaa dasar pria jelek berani - beraninya menatap saudari kami dengan matamu yang buruk itu!" timpal Lingbo yang ikut memanasi.
Seketika tawa mereka pecah menatap kemalangan Boanju karna diejek telak oleh anak kecil.
"Sudah sudah kalian istirahat saja dulu, besok pagi kita akan berkumpul diaula utama! Bentuk sebuah kelompok untuk kalian selama ada disini, mengerti?!" tanya Sepuh Jing.
"Baik Sepuh!" jawab mereka bersamaan.
"Cari dimanapun kediaman yang kalian mau digunung bawah untuk murid luar seperti kalian, setiap kediaman maupun anggota kelompok maksimal berisi dua puluh lima orang, tidak boleh lebih!" ucap Sepuh Jing berlalu diikuti Senior Qi Ruo dibelakangnya.
Mereka segera membubarkan diri, hanya Meilan bersaudara yang masih terdiam ditempat seraya memahami seluk beluk sekte naga emas.
"Tentu" ucap Meilan santai yang diangguki saudaranya.
"Adik seperguruan kediaman mana yang ingin kita pakai?" tanya Senior Ling.
"Tunggu sebentar, kakak Lang sedang mencari kediaman yang bagus untuk kita!" jawab Li Mei.
"Baiklah kami menunggu!" ucap Mereka.
"Aku sudah mendapatkannya, Kediaman Persik dibagian timur sekte disana tempat yang cukup bagus untuk berkultivasi dan tempatnya agak terbelakang jadi lebih aman!" ucap Lang datar.
"Baiklah mari menuju kesana sebelum ada yang mengambilnya!" ucap Senior Tangyin antusias.
"Santai saja kakak seperguruan, kediaman kita sudah ditandai jadi tak ada yang bisa mengambilnya hehe!" ucap Chichi.
Kelebihan Chichi adalah memasang aray jarak jauh meski lemah namun orang biasa setingkat mereka sekalipun akan sulit untuk merusak formasinya.
"Benarkah?" ucapnya memastikan
"Ya, mari kita berjalan lambat sambil menikmati permandangan!" ucap Chichi.
Mereka telah memutari seluruh gunung bawah tempat murid luar seperti mereka berada.
__ADS_1
Sepertinya diucapkan Chichi, kediaman mereka sangat aman meski banyak orang yang mencoba merusak formasi Chichi, tapi tak satupun dari mereka yang berhasil bahkan beberapa dari mereka mengalami luka.
Sekali lagi mereka dibuat takjub dengan kehebatan Meilan bersaudara setelah tadi melihat banyaknya spirit beast yang mengakui mereka tuannya, sekarang ada kejutan baru lagi.
"Permisi kami ingin mengambil kediaman persik ini!" ucap Chichi datar.
"Kau?" tanya mereka yang sedari tadi mencoba memasuki kediaman persik.
"Ya aku, memangnya kenapa?" tanya Chichi tak suka, merasakan tatapan remeh para pria dihadapannya.
"Kau yakin nona? kami saja tak bisa merusak formasinya apalagi dirimu, hahaha!" ucap seorang pria percaya diri.
"Diamlah pria busuk, kau dan temanmu saja yang lemah, formasi semudah ini tak bisa merusaknya, Payah huh!" ejek Chichi yang bersiap menghancurkan formasi buatannya.
Mereka merasa geram diremehkan seorang gadis yang masih sangat muda, dengan liciknya pria yang tadi mengejek Chichi mengarahkan tangannya kebelakang Chichi dan
Booommmm!!!....
Tidak ada yang menyadari sebelumnya karna mereka fokus menatap Chichi.
"Uhuk uhukk kakak hiks punggungku s-sakit kak!" ucap Chichi terjatuh dengan punggunya yang terluka, segera meilan menutupi punggungnya yang sedikit terbuka, lukanya lumayan berat mengingat Chichi tak siap menerima serangan yang lumayan kuat.
Meilan dan saudaranya menatap tajam kearah pria itu.
"Kakak selesaikan pria busuk itu, gantung tubuhnya ditiap aula utama!" ucap Meilan murka.
"Baik adik serahkan pria ******** ini pada kami, kau dan yang lainnya sembuhkan luka adik kedua belas!" ucap Ming memandang Li Chichi sedih.
Tanpa kata mereka melesat menuju pria itu yang bernama Tongtong dari sekte kecil yang tidak terlalu terkenal.
Tongtong hanya diam menerima keadaannya, seluruh tubuhnya terasa berat bahkan tak seincipun bisa bergerak, dia menyesal karna memilih lawan yang salah. Teman seperguruannya hanya menatap iba pada tongtong, nasi telah menjadi bubur batin mereka kasihan melihat Tongtong.
"aghhhhh.. arghhhhh bu-bunuh a-aku!" teriak tongtong putus asa, mereka yang melihat permandangan dihadapan mereka hanya terdiam sesekali menelan ludah betapa mengerikannya siksaan demi siksaan yang diberikan para pria dihadapan mereka yang terlihat lemah karna kultivasi mereka tak terbaca, namun kenyataannya mereka terlalu kuat hingga kultivasi mereka tak bisa dibaca.
"To-tolong sse-segera bunuh aku!" teriak tongtong lemah dengan seluruh tubuhnya yang sudah bermandikan d*rah segar.
"Kakak cepat akhiri segera aku membutuhkan bantuan kalian!" ucap Li Mei yang diangguki mereka.
Slashhhhh suara tebasan pedang mengayun kearah leher tongtong, dan berakhirlah sudah siksaan tongtong karna kesalahannya sendiri yang menyerang seorang gadis yang masih sangat muda dari belakang.
Tubuh Tongtong segera diseret Baojin menuju aula utama dan digantungnya ditiang lonceng dengan keadaan yang sangat mengerikan.
Tak ada seorangpun yang berani mendekat, mereka memilih untuk pura pura tidak tau daripada harus berakhir sama seperti pria yang tidak mereka ketahui identitasnya siapa karna wajahnya sudah tak berbentuk lagi.
Baojin kembali menuju kediaman persik dan membersihkan halaman sekitar serta tubuhnya yang banyak dar*h dari tongtong.
Setelah sekembalinya Baojin ke pavilun persik asap kabut terlihat bersamaan dengan itu pintu paviliun mereka tertutup dengan aray formasi yang sangat kuat, sehingga siapapun yang mencoba masuk tubuhnya akan terlempar jauh dan bisa dipastikan mengalami patah tulang yang serius. Keadaanpun tetap hening, banyak dari mereka memuntahkan isi perutnya setelah sadar atas apa yang terjadi, tak sedikit wanita yang juga jatuh pingsan setelah melihat tubuh tongtong.
**Hai, Thankyou yang masih menunggu ceritaku maaf karna beberapa hari ini selalu update tengah malam karna jujur gue sibuk banget dihari libur kek gini karna banyak kegiatan yang gue lakuin. Semoga kalian gak bosen nunggunya dan selalu berkenan membaca cerita gue.
__ADS_1
Apresiasikan dengan berikan like pada novel ini, again big thanks guys!🖤🖤**