
Fyi, gue kelupaan satu tokoh dan untungnya ada yang ingetin, thankyou kamu yang udah ingetin ya.
Harusnya ada satu tokoh Harimau Putih tapi gue lupa alhasil gue ubah nama tokohnya jadi Ming saja biar enak diinget. Maaf ya atas kesalahannya huhu :')
(Visual Ming as Harimau Putih yang terlupakan)
-----------------
Pagi yang cerah Meilan bersaudara sedang sarapan dengan tenang bersama Panatua Jing dan Senior Ruo.
Mereka telah bersiap untuk segera menuju Sekte Hutan Angin.
Tak ada yang aneh sepanjang perjalanan mereka menuju sekte hutan angin kecuali jalanan yang sangat sepi, itu sudah biasa karna setiap sekte mempunyai kekuasaannya masing masing.
Setibanya didepan gerbang Sekte Hutan Angin, bau amis darah yang bercampur langsung menyeruak kehidung mereka.
Dengan bingung bercampur khawatir, segera mereka menerobos masuk meski tindakan yang mereka lakukan sangat tidak sopan.
Pemandangan dihadapan mereka saat ini terlihat begitu mengerikan, banyak jasad berceceran dalam keadaan mengenaskan.
Sesaat Meilan dkk tertegun melihat keadaan sekte hutan angin.
Jadi ini feelingku kemarin? Ternyata sekte Hutan Angin dibantai, sungguh tega dalang dibaliknya batin Meilan setelah melihat beberapa bayi yang masih sangat mungil tergeletak.
"Kalian! Cepat sisir seluruh bagian sekte angin jangan ada yang tersisa!" perintah Sepuh Jing marah.
"Baik Sepuh!" ucap mereka berpencar menyisiri seluruh sekte.
Meilan memisahkan diri menuju bagian belakang sekte.
Samar dia merasakan hawa kehidupan yang sangat tipis, bergegas Meilan menuju pohon besar yang jauh dari kediaman utama murid.
Dihadapannya kini ada tiga orang yang terluka parah, tanpa menunggu Meilan langsung membersihkan darah mereka dan menjahitnya dengan alat seadanya yang ia temukan diruang dimensi miliknya.
Sekitar dua puluh menit, Meilan menyelesaikan aksi menjahitnya dan mengalirkan sedikit tenaga dalamnya untuk memulihkan ketiga orang yang terluka parah sambil memasukkan pil penyembuh tingkat tinggi.
Perlahan ketiga pria yang ditolongnya mulai membuka mata dan menatap kosong sekitarnya yang sudah seperti lautan darah.
Keadaan yang semula hening kini tambah mencekem karna aura menyedihkan ketiga pria dihadapannya.
"Ehemmmm!" deheman Meilan menyadarkan lamunan mereka.
__ADS_1
"Apa yang terjadi pada kalian?" tanya Meilan to the point.
"Nona sebelumnya kami sangat berterimakasih atas bantuanmu, ingatkan kami suatu saat untuk membalas budi padamu. Aku Ye Tian, disamping kananku Mo Yan dan disebelah kiriku Hong Bai.
Mengenai apa yang terjadi pada sekte kami sekarang, itu dikarenakan ada pengkhianat yang selama ini bersembunyi dan bersekutu dengan Pembunuh Bayaran terkuat disini. Kejadiannya tepat setelah sekte kami membuka diri mereka menyerang tanpa memberikan kami nafas sedikitpun.
Seperti yang kau lihat nona, sekte kami telah terhapus di benua utara ini!!" ucap Ye Tian menerawang sedih terselip tatapan tajam penuh dendam.
"Oh begitu kah? turut berduka atas hancurnya sekte kalian dan untuk balas budi lupakan saja! aku menolong kalian murni tanpa mengharap balasan apapun!" ucap Meilan datar.
"Terimakasih nona atas kemurahan hati anda!" ucap mereka bersamaan.
"Sudahlah lebih baik kita menyisir lagi untuk mencari apakah ada orang yang selamat selain kalian!" ucap Meilan.
"Mari nona!" ucap mereka berlalu bersama meilan.
Beberapa jam berlalu, kini mereka sudah terkumpul ditengah asrama utama.
Hanya tersisa tujuh orang yang selamat setelah kejadian pembantaian sekte hutan angin, dua orang diantaranya masih berumur tujuh tahun sama seperti Lingbo dan Xiao An. Keadaan mereka sangat memprihatinkan, hanya orang yang ditemukan Meilan saja masih terlihat baik baik.
"Kalian ingin kemana setelah ini? kurasa sebentar lagi kabar mengenai kehancuran sekte kalian akan tersebar luas!" ucap Ming tegas.
"Kami bingung akan kemana, jika pulang pun kami takut akan mencelakai keluarga kami yang lain!" ucap Mo Yan sedih.
"Sepuh tidak salah ingin mengajak kami? takutnya mereka akan memburu kami hingga ke sekte naga emas. kami tidak ingin ada kekacauan lagi," ucap Ye Tian pelan.
"Tidak ada yang berani mencari masalah ke sekte kami, tenang saja saudara!" ucap Qi Ruo.
"Ya, kalian bisa tenang!" timpal Sepuh Jing.
"Baiklah, terimakasih sepuh dan semuanya maaf telah merepotkan kalian sekali lagi!" ucap Murong Yun pelan.
"Ya, tak apa mari lanjutkan perjalanan dan lupakan apa yang telah terjadi. Teruslah menjadi kuat agar kalian kejadian seperti ini tidak terulang, berlatihlah jangan pernah malas walau hanya sedetik, kita tidak tau keadaan seperti apa yang menunggu kita kedepannya!" ucap Sepuh Jing bijak.
"Kalian segera ganti baju, pinjamlah pakaian Nona Mei bersaudara karna kulihat semua barang disini sudah habis dijarah dan sisanya dibakar!" ucap Sepuh Jing lagi.
Meilan bersaudara segera memberikan mereka hanfu untuk berganti, tak lama setelah mereka selesai meilan memberikan tujuh topeng agar mereka semua aman.
"Nona Meilan sekali lagi kami berhutang budi padamu! Mohon dilain waktu jangan pernah sungkan untuk meminta bantuan kami!" ucap Lin Xia.
"Sudahlah tak usah dipikirkan, cukup bayar dengan kesetiaan kalian saja tak lebih!" ucap Meilan lembut.
"Terimakasih nona!" ucap mereka bersamaan.
__ADS_1
"Adik cepat lihat ini, aku seperti melihat banyak orang sedang menuju kesini!" ucap Zilong.
Mereka segera berkonsentrasi untuk melihat apa yang Zilong katakan.
Benar saja, ratusan orang sedang menuju kearah mereka, sepertinya keberadaan mereka sudah ketahuan! untungnya posisi mereka masih jauh.
"Cepatlah kita pergi dari sini, disini sudah tidak aman lagi! Mereka sepertinya mengatahui keberadaan kita!" Teriak Meilan mengagetkan semuanya tapi tidak Lu Xin yang menatap mereka menyeringai.
Meilan mengaktifkan mata emasnya untuk melihat pengkhianat disekitarnya, setelah beberapa detik Meilan menuju Lu Xin dengan cepat dan mencengkram lehernya.
Hal ini membuat semua orang terkejut, bahkan Ye Tian dkk mencoba untuk membantu Lu Xin.
"Nona apa yamg kau lakukan pada adik seperguruanku!" bentak Lin Xia marah sambil mengarahkan pedangnya ke leher Meilan.
"Turunkan pedangmu sekarang atau kau tidak akan bisa menanggung apa yang terjadi setelah ini!" ucap Niex tajam.
"Suruh adikmu melepaskan adik seperguruanku terlebih dahulu!" ucap Lin Xia gemetar.
"Sudah kuperingatkan! Jika setelah ini nyawamu melayang jangan pernah menyalahkanku!" teriak Niex melesat cepat, bahkan sepuh Jing tidak bisa melihat pergerakkan Niex.
Hanya sepersekian detik Lin Xia sudah berada ditangan Niex, Niex mencengkram lehernya hingga memerah.
"To-tolong! To-tolong le-lepaskan!" ronta Lin Xia.
"Tidak sebelum kau mati bersama temanmu yang berkhianat!" ucap Niex mencengkram lebih keras lagi.
Lin Xia berhenti meronta bersamaan dengan nafasnya yang terhenti. Mereka hanya terdiam mencerna permandangan kejam dihadapan mereka, tapi tak satupun ada yang bersuara ataupun menentang ulah Niex.
"Kalian tidak usah bingung, Lin Xia dan Lu Xin sebenarnya diutus oleh pembunuh bayaran yang membantai sekte kalian! Coba periksa plakat yang tersimpan dibalik kerah hanfu mereka!" ucap Li Mei datar.
Segera Hong Bai menarik kerah hanfu Lu Xin dan Lin Xia yang ternyata memang ada plakat tersembunyi, Plakat Organisai Kalejengking Racun.
Sedih, itulah yang kini mereka rasakan. Orang yang selama ini mereka percaya ternyata tak lebih dari bangkai yang busuk! Mereka tak menyangka dengan hal yang terjadi.
"Hahahaha, Sekte kalian sungguh buta dan bodoh hingga bertahun tahun tak mencurigai adanya penyusup seperti kami. Tapi tenanglah setelah ini kalian juga akan mati, hahahaha!" teriak Lu Xin menyeringai.
"Kami tak akan mati, kau lah yang akan mati disini!" ucap Li Chichi marah.
Tanpa ampun Meilan mematahkan leher Lu Xin, lalu setelahnya Meilan membakar Lu Xin dan Lin Xia dengan api murni miliknya. Mereka disatu sisi senang disisi lain gelisah karna keberadaan mereka sudah diketahui.
"Jangan risau, sahabatku sedang kemari untuk membawa kita pergi, tunggulah sebentar!" ucap Meilan tersenyum misterius diikuti Saudarnya.
Jangan lupa kasih likenya ya, Like kalian sangat berarti dan tinggalkan komentar untuk memotivasi agar lebih baik lagi. Thankyou💖🙏
__ADS_1