Li Meilan

Li Meilan
Meilan sangat Sensitif?


__ADS_3

"Bunuh!" hanya satu kata, dalam satu detik, satu kepala terlepas dari tempatnya!


Keadaan senyap menjadi riuh setelah kepergian Sang Penguasa yang tiba - tiba bersama Sang Nyonya.


Para gadis yang melihat memuntahkan isi dalam perut mereka, para pria juga pucat menyaksikan betapa mengerikannya Sang Penguasa jika menyangkut Sang Nyonya, hanya dalam satu detik satu nyawa hilang tanpa ampun!


Zilong bersaudara menatap santai namun ada rasa kasihan pada semua orang yang nampak terkejut,


'Haha itulah mengapa meski sesama rubah tetaplah berbeda! Satu rubah busuk sedangkan Satunya Ratu Rubah!'


***********


Hari berlalu begitu cepat, beberapa bulan di White Jade sangat berbeda dengan di dunia lapis ketiga maupun dunia lapis kedua.


Kekuatan mereka satu persatu semakin meningkat hingga nyaris mencapai kebuntuan yang sebenarnya.


Diwaktu yang bersamaan lelang besar - besar an akan dimulai, hampir seluruh penghuni White Jade sudah mengetahui keberadaan Meilan hanya mungkin pendatang baru atau orang yang sedang dalam latihan tertutup yang belum mengetahui Meilan sebagai istri Mo Tian Yue, Sang Penguasa.


"Lelang kali ini cukup menggiurkan, ada sebutir telur Qilin yang dilelang dan dua buah giok pelangi yang dikatakan sangatlah kuat hingga mampu menaikan aura yang menghisap giok itu," ucap Lang santai.


"huhhh ketahuilah harga telur Qilin itu maupun giok pelangi itu sangatlah mahal kurasa mencapai puluhan juta spirit beast?" dengus Edward kesal.


Saat ini mereka masih miskin, hanya Meilan, Zilong dan Niex yang memiliki kekayaan melimpah.


"Hey uang bukanlah masalah! Kita punya adik yang memiliki seluruh kekayaan disini haha," ucap Miho sambil mengunyah bakpao manisnya.


(Btw gw lupa, White Jade itu sebenernya kediaman Mo Tian Yue sedangkan Dunia Lapis keempat ini namanya Heaven Jade. Lupa juga mata uangnya disini gw cuman inget koin emas, spirit beast, satunya apa ya? masa giok ya? Terus harusnya didunia ini nggak lebih 10.000 orang tapi nggak tau nanti ikutin alurnya aja ya guys maap kalo berubah" sekalian kalo kalian nemu kesalahan tolong diperbaikin juga ya thankyou)


"Makanlah dengan benar! Qilin akam menjadi milikku, sedangkan giok itu kalian bisa memilikinya nanti!" ucap Meilan kesal.


"Tidak perlu untuk ikut lelang apa yang kalian inginkan di istanaku semua tersedia dalam jumlah yang tak terhitung," ucap Mo Tian Yue santai.


Mereka terkejut setelah mendengar perkataan Mo Tian Yue, memang Penguasa pastilah berbeda.


"Tidak, tetap ingin mengikuti lelang saja," ucap Meilan keras kepala.


"Apapun keinginanmu,"


Mereka semua makan dengan nikmat sambil kadang berbincang santai menunggu waktu lelang dimulai.


Peraturan dalam pelelangan sebenarnya tidak ada, semua bebas hanya kekuataan dilarang digunakan selama masih berada diwilayah pelelangan.


Saat matahari telah menyengat, kereta legendaris Penguasa sudah berada tepat didepan pelelangan, belasan muda dan mudi turun dengan santai meski keberadaan mereka menakuti banyak orang.


Didepan pintu pelelangan, dua pria bertubuh kekar menyambut kedatangan mereka dan mengarahkan dengan cepat agat tamu terhormat segera memasuki ruang VIP.


Diruang VIP sudah banyak tersedia berbagai macam hidangan ringan dan arak - arak yang berkualitas, sesuai dengan eksistensi Lelang 1000 Giok yang sangat dihormati orang luar, kecuali Penguasa dan orangnya yang tidak pernah menganggap penting keberadaan rumah lelang tersebut.

__ADS_1


Suara berisik dilantai bawah dengan cepat menyebarkan bahwa kali pertama Sang Penguasa berpartisipasi, tentu hal ini bukan keinginan Sang Penguasa itu sendiri, pasti!


Meilan tersenyum manis didalam ruangan yang disediakan, menatap kearah kerumunan yang terus berdesakan untuk berpartisipasi dirumah lelang yang jarang terbuka, hanya beberapa kali dalam satu tahun.


"Wow sangat ramai," ucap Chichi menatap kelantai bawah.


"Yeahh karna lelang jarang diadakan tentu ramai terlebih saudara ipar ikut serta dalam pelelangan kali ini," ucap Pan.


"Apa yang kau lelang?" tanya Meilan mengerinyit bingung.


"Di gudang banyak barang yang tak berguna jadi kuserahkan pada saudaramu Pan untuk melakukan apapun yang ingin ia lakukan pada benda - benda itu," jawab Mo Tian lembut.


"Mengapa harus dilelang?"tanya Meilan menatap Pan yang cengengesan.


"Kami miskin, jadi dengan melelang barang yang diberikan saudara ipar kami bisa memiliki uang yang banyak hehe,"


"Kenapa tidak memberitauku?"


"Lupa," jawab Pan santai.


"Oh kalian merahasiakan hal ini dariku? bagus!" ucap Meilan dingin.


Li Mei menatap saudarinya yang kesal, mereka juga kesal karena keteledoran Pan untuk memberitau hal yang lumayan penting? yah uang memang sangat pentingkan disini? haha.


Mo Tian Yue terdiam menyalahkan sikapnya sendiri yang sama lupanya untuk memberitaukan pada istri kecilnya itu, aneh rasanya beberapa hari ini sang istri sangatlah mudah marah dan menangis.


1...2....3....


"Hikss, kakak kau jahat tidak memberitauku hal ini! hiksss," sudah tangisan Meilan pecah.


Zilong dkk menatap dengan senang kearah Pan dan Mo Tian yang saat ini ketakutan, sialan singa menangis siapa yang mampu membuatnya diam? batin mereka tertawa menatap nasib kedua pria yang saat ini sedang mencoba untuk menghibur Meilan yang sangat sensitif? sungguh aneh Meilan yang selalu dingin dan kasar diluar berubah menjadi wanita cengeng dan manja sangat berbeda dari biasanya.


"Istri maaf aku lupa memberitahumu hal ini karena sangat mendadak,"


"Ya saudara ipar benar, ini ide mendadakku jadi kami lupa memberitahumu dan yang lain, adik maaf!" sesal keduanya menatap Meilan yang terus menangis.


"Hiksss a-aku hikss tau k-kalian hikss tidak menyayangiku lagi hiksss!"bentak Meilan menepis tangan Mo Tian Yue yang saat ini sangat frustasi.


"Hiksss kakak bawa aku pergi hiksss kemanapun, aku tidak ingin hikss melihat mereka hiksss," tangis Meilan memeluk Li Mei yang mengusap punggungnya pelan.


"Istri maaf," sesal Mo Tian Yue yang masih mencoba menenangkan wanitanya yang sangat sensitif ini.


Namun Meilan masih terus menangis sampai acara lelang dimulai ia masih menangis, untung saat ini ruangan mereka sudah kedap suara.


"Adik jangan menangis mukamu sudah sangat pucat lagipula lelang sudah dimulai?" ucap Niex lembut.


Sayang, suara Niex yang sangat lembut malah diartikan sebagai bentakan oleh Meilan.

__ADS_1


"Kak hikss kau membentakku? hiksss kau sama jahat dengan Penguasa dan Pan itu hikss!" teriak Meilan mengangkat wajahnya yang tergenang air.


Wajah Meilan yang pucat pasi ditambah air nata terus mengalir membuat siapapun tak bisa menahan kesedihan, Meilan selalu kuat jarang menangis hampir tak pernau menangis begitu sedihnya kecuali salah satu dari mereka dalam bahaya.


Niex terdiam sesaat sebelum menyesali perbuatannya, seandainya ia tau maka ia tak akan berbicara apapun.


Mo Tian Yue dengan paksa menarik tubuh mungil istrinya, mendudukan sang istri di tempat tidur yang tersedia.


Tangannya dengan lihai menggambar sesuatu, menciptakan pembatas yang memisahkan keduanya dari saudara saudari Meilan.


Saudara saudari Meilan hanya bisa menghela nafas menghadapi emosi dan tingkah aneh Meilan beberapa hari terakhir, mereka terdiam sesaat dan melepaskan segel kedap suara agar orang diluar bisa mendengar ucapan mereka nanti.


Hanya ruangan Meilan dan Mo Tian Yue yang masih memasang Segel, sebenarnya keduanya diam - diam kembali ke White Jade, Ya, Mo Tian memaksa istri kecilnya untuk pulang.


"Kamu sangat pucat, istirahat dan tolong maafkan aku karena lupa memberitahumu hal ini. Aku bukan hanya menyayangimu namun sangat sangat mencintaimu!" ucap Mo Tian Yue bermaksud tegas namun lagi lagi dianggap bentakan oleh Meilan.


"Kau!! Hiksss membentakku hikss?!!!" teriak Meilan memukuli dada bidang Mo Tian Yue dengan lemah.


"Tidak tidak, aku tidak akan pernah membentakmu a-aku hanya berbicara tegas, istri jangan menangis lagi tolong," lirih Mo Tian Yue kesakitan, dadanya terasa begitu sesak menatap istri kecilnya terus menangis sedari tadi.



Meilan menatap Mo Tian Yue yang sudah meneteskan setitik air matanya, rasa bersalah dihatinya meningkat menatap sang suami yang selalu sabar menghadapi tingkah anehnya ini?


Keduanya berpelukan erat, suasana romantis dan kehangatan terpancar kuat disekitar mereka.


"A-aku lapar?" ucap Meilan merusak suasana, Mo Tian Yue melotot tak berdaya, istrinya baru saja menghabiskan 3 mangkuk nasi dan sop daging, menghabiskan 4 piring siomay dan 3 gelas es buah yang ia minta pagi - pagi sekali pada para koki kepercayaan Mo Tian Yue, tapi sekarang istrinya mengatakan lapar lagi? ini tidak seperti istrinya yang biasa makan dengan porsi kecil.


"Sayang kamu baru saja makan bukan? jangan memaksa perutmu untuk terus makan?"


"Aku lapar! aku lapar!!! aku lapar!!!" bentak Meilan kesal meninggalkan Mo Tian Yue yang mematung di kamar mereka.


Mengikuti Istri kecilnya memasuki dapur, matanya melongo melihat sang istri membawa beberapa ekor ikan dan banyak cabai? wow sang istri benar - benar ingin makan lagi? bahkan para pelayan dan koki dapur menatap sang penguasa bingung bercampur takut.


Mo Tian mengangkat tangannya mengisyaratkan seluruh orang meninggalkan ruangan, hanya beberapa langkah suara Meilan membuat semua orang terdiam cemas.


"Huekkk.. hueekkk.. hueekkk..." seperti yang diucapkan Mo Tian, akan berbahaya jika terus makan dalam kondisi perut kenyang maka hasilnya Meilan memuntahkan seluruh isi dalam perutnya.


Seluruh koki dan pelayan saling memandang sebelun tersenyum penuh suka cita berbeda dengan Mo Tian Yue yang sangat cemas sambil menepuk pelan punggung istrinya.


Salah satu pelayan membawakan secangkir air hangat dan madu untuk Sang Nyonya yang sudah duduk dipangkuan Sang Penguasa.


Pikiran mereka menuju satu hal? muntah? mudah kelelahan? emosi? aneh? dan manja? sudah dipastikan Nyonya mereka....????


Sayang sekali Sang Penguasa bukan orang yang peka terlebih menyangkut hal 'itu' termasuk Sang Nyonya juga tidak terlalu peka dengan keadaan yang terjadi.


Saat ini para pelayan maupun koki semuanya bahagia, ini kabar bahagia bukan? batin mereka penuh suka cita menatap kedua pasangan yang sangat intim didepan mereka.

__ADS_1


Yo, jangan lupa koment, rate sama like juga ya guys..Btw ada apa sama Meilan ya, ada yang bisa nebak??? hihi semoga suka maap lama up soalnya mau UAS senin depan, mohon maklumannya thankyou🤍


__ADS_2