
Li Meilan memilih sebuah kedai yang tidak begitu luas namun tetap nyaman, mereka memasuki lantai kedua khusus para bangsawan.
Banyak pasang mata melirik kearahnya dengan berbagai pandangan cemooh seandainya tatapan mata bisa membunuh, sudah dipastikam Li Meilan akan mati jika ditatap tajam dengan aura pembunuh yang menurutnya seperti aura semut.
Pakaian mereka biasa saja, tentunya mengundang banyak perhatian terlebih tingkatan kultivasi mereka juga tidak terlihat.
Namun ada beberapa bangsawan yang memilih untuk diam, karna bagi mereka yang pintar ada dua hal yang membuat kultivasi seseorang tidak terbaca. Pertama, karena tingakatannya lebih tinggi dari pada
mereka. Kedua, mereka tidak memiliki kultivasi.
Tak lama seorang pelayan datang menampilkan senyum hormat,
"Selamat datang pelanggan yang terhormat apakah ingin memesan?" tanya seorang pelayan wanita sopan.
Kedai Bintang sangat terkenal dengan keramah tamahan pelayanannya, tak kenal siapa mereka tetap memperlakukan tamu layaknya raja tidak seperti kedai mewah lainnya yang tidak sungkan mengusir mereka yang menurutnya tidak pantas.
"Ya, tolong sajikan semua makanan yang paling enak dan porsikan lebih banyak!" ucap Pegan
"Baik nona, apakah tidak ada tambahan?" tanya pelayan wanita lagi.
"Ah, sajikan arak dan teh terbaik disini," ucap Pegan pelan.
"Baik nona, jika ada tambahan silahkan panggil pelayan yang rendah ini. Mohon ditunggu sebentar," ucapnya berlalu.
"Jiejie aku ingin kue bulan dan kue lotus!" ucap Chichi manja.
"Meimeiku ingin makanan manis? baiklah kita pesan lagi." ucap Niex seraya memanggil pelayan untuk menambah pesanan.
Sesaat keadaan ruangan kembali menjadi senyap, para bangsawan hanya diam menikmati pemandangan dihadapan mereka.
Wajah yang dapat menghancurkan kekaisaran bahkan dewa dewi sekalipun akan merasa malu melihat mereka.
Tak lama Lyan dan Layn datang dan ikut bergabung, lengkap sudah ciptaan yang agung dihadapan mereka.
"Kenapa kalian pada diam sih?" tanya Lyan bingung menatap saudara saudarinya yang diam seperti memikirkan sesuatu.
"Tak apa, kami hanya sedang malas berbicara!" ucap Zhi ketus.
"Hmm, ada masalah? kalo ada biar aku yang menghadapi!" ucap Lyan tanpa sadar mengeluarkan sedikit aura pembunuh yang membuat sekitarnya tertekan.
"Gege auramu!" peringat Pegan dengan melototkan matanya.
"Ah, hehe maaf aku kelepasan mengeluarkan sedikit auraku!" jawab Lyan tanpa dosa.
__ADS_1
Apa? hanya sedikit aura namun bisa menekan mereka sampai seperti ini? benar benar jenius yang tidak bisa sembarangan disinggung pikir semua orang terkecuali Li Meilan dkk tentunya.
"Meimei maafkan gegemu ini yang tidak berguna huhuhu!" ucap Layn sedih
"Tidak, jangan minta maaf memangnya gege berbuat apa pada kami?" tanya Li Meilan bingung.
"hmm kami tidak bisa menemukan Paviliun didekat kerajaan, disana semuanya telah penuh meski kami membayar seberapapun mereka tidak ada yang mau, maafkan kami meimei!" ucap Layn murung.
"Ya, kami sudah mencoba menawar namun mereka tidak ada yang mau, jadi kami memutuskan untuk membeli sebuah paviliun lotus yang sangat misterius bahkan penjualnya pun kami tidak tau siapa yang pasti kultivasinya juga tinggi walau masih tinggian kita sih dan jaraknya lumayan jauh dari kota, nanti kalian lihatlah sendiri." ucap Lyan pelan supaya tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.
"Ah begitu, tak apa gege kalian sudah sangat membantu, tadinya aku juga tidak ingin dikota karena terlalu banyak tikus mengacau, ternyata takdir berpihak pada kita terimakasih gege!" ucap Li Meilan tulus diangguki yang lain.
Mereka hanyut memakan hidangan yang menurut Li Meilan tidak enak sama sekali, berbeda dengan didunianya yang modern segalanya sangat lezat dan berbumbu, sungguh sangat kuno pikirnya.
"Pelayan kami ingin bayar!" ucap Wolfie keras.
"Baik tuan muda, semuanya sepuluh keping emas untuk makanan serta arak dan tiga keping emas untuk teh bunga lotusnya serta kudapannya!" ucap pelayan ramah.
"Baiklah, dua puluh keping emas ambil sisanya untukmu!" ucap Wolfie santai.
"T-tapi tuan koinnya terlalu banyak saya tidak bisa menerimanya!" ucap pelayan wanita sambil bersujud gemetaran.
"Tak perlu bersujud, cepat bangun dan segera obati anakmu yang sedang sakit!" ucap Wolfie yang sebelumnya membaca sedikit pikiran pelayan wanita itu.
"Terimakasih tuan dan nona, semoga kalian selalu diberkahi dan berumur panjang!" ucapnya menunduk senang dan berlalu pergi.
Li Meilan dkk beranjak pergi, baru beberapa langkah sebuah suara sudah menghentikan mereka.
Lagi lagi ada masalah huhh baru saja ke dunia luar sudah banyak masalah dengus mereka kesal dan berbalik menatap seorang yang berani meneriaki mereka.
"Hei kalian orang miskin aku ingin pria hanfu merah disisi kalian, serahkan untukku!!!! Tenang saja berapapun yang kalian minta pasti ku bayar!" ucapnya seorang gadis bangsawan angkuh sambil menunjuk ke arah Niex yang mukanya sudah memerah padam.
"Nona, anda menginginkan gegeku?" tanya Chichi ramah namun dinadanya kentara menyiratkan remeh dan kesal.
"Ya, aku menginginkan gegemu! cepat berikan dia untuk menjadi budakku!" ucapnya lagi angkuh.
Tak bisa, tak bisa dibiarkan sungguh keterlaluan gadis busuk itu karena menganggap gegenya barang terlebih ingin dijadikan budak!! hei, makhluk setampan gegenya menjadi budak? sungguh gila dan buta pikir Meilan marah.
"Dalam mimpumu saja, dasar badut bedak! perlu kau ingat gegeku tidak ternilai dengan apapun didunia ini maupun didunia lainnya! tolong jaga ucapanmu nona bangsawan yang terhormat!" ucap Meilan blak blakan seketika tawa semua orang bergema. Mereka memang tidak memahami apa itu badut namun dengan bedak sepertinya mereka tau bahwa gadis cantik dihadapan mereka sedang menghina gadis bangsawan angkuh yang bedaknya sangat tebal seperti j*l*ng pikir mereka.
"Si*l*n kau gadis miskin, kau tak tau aku siapa?" ucapnya geram sekaligus menahan malu.
"Kau siapa? aku sungguh tidak peduli bahkan penguasa agung sekalipun tidak akan menentangku!" ucap Meilan angkuh juga menatap tajam.
__ADS_1
"K-kau! aku anak saudagar kaya Klan Ye, kau bocah ingatlah namaku Ye Ahn sebelum kematianmu ini!" ucap gadis itu yang baru mereka ketahui bernama Ye Ahn.
Seluruh orang yang ada disana terkejut melototkan mata mereka! sungguh sangat disayangkan gadis cantik sepertinya(Li Meilan) menyinggung orang yang salah terlebih Ye Ahn merupakan salah satu gadis jenius diusianya yang terbilang cukup muda dan anak seorang saudagar kaya yang berpengaruh dibenua timur.
Klan Ye merupakan saudagar kelas atas, terlebih Ye Ahn adalah si jenius dari Perguruan Macan Putih dan merupakan murid kesayangan panatua kesepuluh dari Perguruan Macan Putih, perguruan terbesar ketiga di Benua Timur.
"Badai es seribu bulan!" teriak Ye Ahn.
Ye Ahn menyerang Li Meilan tanpa aba aba namun selangkah sebelum serangan Ye Ahn mengenai Li Meilan, semuanya berhenti dan hilang begitu saja padahal Ye Ahn mengeluarkan jurus pamungkasnya.
Brukkkk...brukkk... arghhhhhh!!!!!!
Yang tidak disangka sangka justru Ye Ahn-lah si jenius yang terpental jauh menabrak dinding kedai.
"Hahahaa, manusia sepertimu ingin melukaiku?" ucap Li Meilan dengan pandangan tajam.
Hanya dalam sekejap Ye Ahn sudah terduduk lemah memuntahkan banyak darah dari mulut serta tulang tulangnya yang retak, keadaannya sungguh mengenaskan banyak dari mereka yang melihat kondisi Ye Ahn langsung muntah dan beberapa memandangnya iba karna menyinggung seorang monster!.
Ada beberapa yang dari awal memang sudah mengetahui Li Meilan dkk sangat kuat jadi mereka hanya terkejut sebentar dan memilih untuk diam tak ingin ikut campur.
"Bagaimana rasanya seranganku nona, apakah kurang keras untukmu? Aku hanya mengeluarkan sepersen kekuatanku tapi tidak disangka gadis jenius sepertimu langsung tak berkutik hahahaha sungguh SAMPAH tak tau diri!" ucap Li Meilan maju mencengkram dagu Ye Ahn dengan kuku tajamnya.
"Uhukkk, hukkk, hukkk ma-maafkan a-aku nona! Ampuni hamba yang rendah ini hukkkk karena buta tidak melihat jenius yang s-sebenarnya!" ucap Ye Ahn bersujud dan menangis meminta ampun tapi didalam hatinya mengumpat kesal, berjanji untuk membalaskan dendam kepada Meilan tanpa tau, padahal pikirannya sudah terbaca oleh Meilan.
Cih, gadis sepertimu ingin balas dendam kepadaku? sungguh menarik, baiklah kutunggu! batin Meilan menyeringai tanpa disadari semua orang kecuali saudara saudarinya yang memahami semua sikap Li Meilan.
"Tidak ada yang gratis bukan didunia ini?" tanya Meilan tersenyum manis.
"Y-ya tentu saja, ini cincin ruangku!" ucap Ye Ahn kesal sambil memberikan cincin ruangnya.
Kau bodoh itu cincin ruangku yang lain silahkan ambil saja isinya tak seberapa hahahaa batin Ye Ahn senang tanpa tau cincin ruang yang utamalah yang diberikannya setelah tadi Meilan tukar dengan kekuatannya.
"Tentu, terimakasih senang berkerjasama denganmu nona Ye!" ucap Meilan mengambil cincin ruang dan berlalu diikuti saudara saudarinya.
Keadaan kedai yang tadinya senyap sekarang menjadi ramai dengan perbincangan hangat seorang Ye Ahn gadis jenius dari Perguruan Macan Putih dikalahkan hanya dengan satu serangan oleh gadis misterius, bahkan cincin ruangnya juga diambil.
Sungguh kasian anak kepala keluarga Ye karna menyinggung monster pikir semua orang.
FYI, ada beberapa yang bakal berubah kedepannya seperti Panggilan, Nama, Alur Cerita atau Penyebutan mohon untuk membaca part setelah ini yang berisi informasi apa saja yang akan diganti.
Jangan lupa tinggalkan jejak yahhhhhhhh
Thankyou, kalo ada salah silahkan dikoment jugađź’–
__ADS_1