Li Meilan

Li Meilan
Kemunculan Seven Deadly Sins


__ADS_3

Memang lucu takdir mereka dimanapun harus melindungi orang lain dan harus terlibat peparangan tiada henti, entah sampai kapan tapi Meilan yakin mereka akan mendapatkan kebahagiaan masing - masing.


"Ternyata Pahlawan yang mengirimkan pesan untuk kita, Terima Kasih Pahlawan besar tanpa anda dunia ini tak akan selamat!" ucap Fengying menunduk yang diikuti mereka semua.


Terlihat sebuah asap yang membentuk wajah Kakek Meilan sedang tersenyum seolah menerima penghormatan mereka.


*************


Beberapa bulan berlalu, dunia atas nampak terlihat damai tanpa terror apapun.


Namun tak satupun dari Meilan bersaudara atau para takdir yang merasa senang, berbanding terbalik dengan orang diluaran yang tengah mengadakan pesta terus menerus.


Mereka tau, dibalik ketenangan entah kenapa selalu ada bahaya yang tak terhingga kedepannya.


Mereka percaya sebuah kalimat pendek yang memiliki banyak makna itu, tak berselang lama setelah pesta besar - besaran diadakan.


Jauh disebuah tempat, Seven Deadly Sins tengah berkumpul untuk menyerang dunia atas.


Ketujuh dosa besar yang kekuatannya sangat besar sedang berbincang dengan Lucifer sebagai pemimpin. Mereka hanya bertujuh bersama dengan prajurit emas yang konon dikatakan kekuatan mereka setara dengan semua orang dunia atas bahkan mampu melebihi orang dunia atas.


"Ah, orang didunia atas tengah mengadakan pesta yang sangat meriah tanpa mengundang kita hahaha," ucap Belphegor.


"Kau bodoh Igor, mereka tidak mengetahui kita masih disini. Diotakmu hanya ada pesta, wanita dan bermain, kapan kau serius?" suara bariton yang begitu tegas, suara yang akan ditakuti siapapun kecuali beberapa orang yaitu suara Lucifer sanh penguasa dari seven deadly sins.


"Hehe, kita harus bermain dahulu sebelum serius, Luc." jawab Igor.


"Sudahlah lupakan, Igor si bodoh ini bahkan mencari pembunuh pengikut kita saja ia tak mampu huh!" sinis Satan menatap Igor yang sedang cengengesan.


"Kau tidak tau kurasa mereka adalah lawan yang sulit kita hadapi nantinya!" ucap Igor kesal.


"Sepertinya kalian lupa, dikatakan ada takdir yang memiliki kekuatan setara dengan kita namun entah kita atau mereka yang lebih kuat! Kurasa merekalah yang selama ini membantai pengikut kita," ucap Asmodeus mengingatkan.

__ADS_1


"Wahhh aku sungguh tidak sabar bertemu dengan para takdir yang misterius itu, sudah lama rasanya tak menemukan manusia yang bisa menjadi lawan tanding kita!" ucap Beelzebub.


"Tanganku gatal sekali rasanya, kapan kita memulai perang akhir ini?" tanya Leviathan, matanya membara memikirkan banyaknya darah yang akan mengalir nantinya.


"Lusa, kita akan menyatakan perang! Kita harus menyelesaikan perang ini dengan cepat, sesuai rencana pasukan akan menyerang terlebih dahulu. Kita akan melihat pasukan emas, jika mereka terdesak barulah kita selesaikan semuanya!" jawab Lucifer.


"Ah senangnya!!" ucap Mammon memutar belati kecil ditangannya.



(Pilih sendiri aja yah visualnya, nampak mirip ya mereka)


Di Stars Guild, Meilan dan para takdir semakin cemas merasakan firasat yang begitu buruk, seolah ada tangisan dan jeritan yang selalu menghantui mereka.


Kemarin mereka telah mendatangi sekte, akademi dan organisasi masing - masing untuk membahas rencana jika saja ada serangan dadakan nantinya.


Sayang sekali respon para petinggi nampak santai bahkan agak terkesan tidak peduli, mereka cukup kecewa karena orang dunia atas sangat mudah terlena dengan ketenangan sementara ini.


Hari yang tak di inginkan benar terjadi, suatu malam yang penuh keheningan namun suasana terasa begitu mencekam.


Meilan bersama para takdir terjaga dari tidur mereka.


"Mereka telah datang," lirih Meilan memperingati semua orang dan kembali mengaktifkan formasi pelindung untuk menyembunyikan Stars Guild.


Para petinggi didunia atas sempat terdiam dan cemas menunggu kedatangan Seven Deadly Sins, beberapa jam berlalu mereka tak kunjung muncul hanya aura dan suasana yang semakin mencekam.


Membiarkan orang dunia atas melonggarkan keamanan mereka, tapi tidak dengan Meilan dan lainnya yang justru memperketat penjagaan sepanjang malam hingga matarahari terbit, mereka terus berlatih dan berlatih untuk mempersiapkan kemungkinan yang terjadi.


Di pagi hari terjadi keributan besar karena ada kejadian pembataian disebuah desa lagi, hal yang begitu membingungkan setiap orang karena malam mencekam itu telah banyak memakan korban namun anenya tak ada hawa kematian atau ancaman lebih kecuali aura mencekam.


"Kenapa? kita begitu lemah hingga tak mengetahui pembantai tadi malam hikss," tangis Luna menyesalkan keadaan yang telah terjadi, mereka adalah para takdir namun mengapa mereka tak bisa melindungi dunia atas ini.

__ADS_1


"Luna jangan menyalahkan dirimu sendiri. Kejadian ini benar - benar diluar kendali kita para takdir, hari ini mereka akan muncul aku mencium bau darah yang begitu pekat," ucap Meilan sendu.


"Persiapkan rencana dua, formasi dunia ini sudah tak lagi berguna karena sepertinya mereka telah memasuki dunia kita dan bersembunyi disuatu tempat!" perintah Niex menyemangati mereka dengan menyalurkan sedikit kekuatan spiritnya.


"Saat waktunya tiba, kami akan kembali ke wujud kamu agar kekuatan kami lebih meningkat, tolong lindungi diri kalian sendiri dan sebisa mungkin kita pancing mereka untuk berperang ditempat yang sunyi, hubungi para petinggi dan seluruh murid yang dirasa mampu untuk berperang sebagai pasukan utama. Pasukan kedua akan bergerak dibelakang lalu pasukan ketiga bertugas untuk memberikan serta memperkuat energi kita, utamakan penyihir berada dipasukan ketiga yang akan di lindungi pasukan ke-empat dan kedua. Keberadaan mereka sangat diperlukan, ingat pasukan kelima tempatkan di berbagai arah. Mereka akan menyerang dari jauh dan mengepung tempat jika diperlukan!" peringat Zilong.


"Beast Spirit harus berada dipasukan pertama bersama penyerang utama dan kita akan melawan Seven Deadly Sins, Aku, Meilan, dan Zilong akan melawan Lucifer. Kalian akan melawan sisanya karna kekuatan mereka setera dengan kalian namun kalian lebih banyak jadi kurasa kalian akan mampu untuk mengalahkan sisanya dengan cepat. Kekuatan Lucifer ini tak diketahui namun ia merupakan pilar utama yang berarti sangatlah kuat. Semoga dunia kita kembali membaik seperti sedia kala, KERJASAMA DAN BERHATI - HATILAH! HIDUP STARS GUILD!" teriak Niex membara.


Mereka bergegas meninggalkan Stars Guild menuju tempat utama didunia atas yang diperkirakan Seven Deadly Sins akan muncul disana. Seluruh pasukan yang tergabung dari berbagai aliansi telah rapi berdiri tegap, tak ada raut ketakutan maupun kekhawatiran melainkan raut tajam yang sangat berani dan siap untuk melakukan peperangan akhir.


"Keberadaan mereka semakin mendekat, pasukan utama dan pasukan kedua tolong segera siaga dan persiapkan diri masing - masing namun sebelum itu makanlah pil penambah energi dan Heaven 7 Water yang telah disediakan didepan kalian!" ucap Meilan mengibaskan tangannya, ratusan ribu pil penambah energi yang begitu murni serta setetes Heaven 7 Water disebuah botol giok dihadapan mereka.


Tak ada keraguan dimata mereka untuk menelan pil dan meminum cairan yang terpancar kuat, kekuatan mereka segera terisi penuh bahkan banyak yang tak mampu menahan lonjakan sehingga mereka menembus tingkatan lagi.


Meilan memberikan sedikit wawasannya disetiap pikiran dan hati semua orang yang ada agar mereka dengan cepat mendapat pencerahan karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk berkultivasi.


Beberapa jam berlalu, kini didepan semua orang tengah berdiri 7 orang berjirah emas yang begitu gagah dan tampan, namun disekitar tubuh mereka hawa kematian, kesengsaraan, kesedihan, tangisan dan kelicikan begitu pekat.


Dibelakang 7 pria yang bisa dikatakan Seven Deadly Sins itu, terdapan banyak sekali prajurit berjirah emas pula namun yanh membedakan mereka adalah aura yang tak begitu kuat, berbeda dengan 7 orang yang mempimpin.


"Senang bertemu dengan kalian, mari selesaikan ini dengan cepat!" ucap Lucifer menyeringai.


Ketujuh dosa besae segera menyingkir, adapun para takdir juga menyingkir untuk menyaksikan peperangan. Mereka akan bertindah jika pasukan mereka sudah melemah dan menghalangi tujuh dosa besar untuk melalukan kecurangan nantinya.


Hari itu, hari yang seharusnya menjadi ketenangan justru Peperangan Akhir resmi dimulai.


Season 3 coming soon, tapi bakalan berbeda tentunya karena akan ada sedikit bumbu percintaan dan tidak fokus pada peperangan.


Season 3 akan fokus pada kehidupan mereka meski pertarungan tetap banyak hehe.


Happy reading, mohon dukungannya ya terimakasihhh🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2