
Dibelakang 7 pria yang bisa dikatakan Seven Deadly Sins itu, terdapan banyak sekali prajurit berjirah emas pula namun yanh membedakan mereka adalah aura yang tak begitu kuat, berbeda dengan 7 orang yang mempimpin.
"Senang bertemu dengan kalian, mari selesaikan ini dengan cepat!" ucap Lucifer menyeringai.
Ketujuh dosa besar segera menyingkir, adapun para takdir juga menyingkir untuk menyaksikan peperangan. Mereka akan bertindah jika pasukan mereka sudah melemah dan menghalangi tujuh dosa besar untuk melalukan kecurangan nantinya.
Hari itu, hari yang seharusnya menjadi ketenangan justru Peperangan Akhir resmi dimulai.
***********
Seluruh pasukan pertama dan kedua telah mengambil formasi masing - masing.
Perang besar tak terelakkan lagi dari dua kubu yang satu membela kebenaran yang satu membela kejahatan.
Takdir besar yang telah digariskan akan diakhiri hari ini dan berlangsung berapa lama entah kapan yang pasti takdir selalu berjalan sesuai apa yang tertulis.
Jauh dari para pasukan, tujuh dosa besar bersamaan dengan para takdir berada ditempat yang tidak akan diketahui siapapun.
Kedua kubu nampak bertatap tegang, sorot mata saling menghunus seolah dendam diantara kedua kubu telah tertanam sedemikian lamanya.
"Kaum manusia seperti kalian lebih baik menyerah karena kalian terlalu rendah untuk hidup ditempat seindah ini bukan?" ucap Lucifer santai.
"Kalian lah para iblis yang sangat rendahan, kalau kalian ingin tau sebenarnya kami bukan hanya manusia biasa karena beberapa dari kami justru bukan manusia haha!" ucap Zilong santai menatap Lucifer yang kini tengah melotot.
"Kalian tidak ingin menyerah? Maka tak ada cara lain bukan selain menghancurkan dunia atas ini hingga tak bersisa HAHAHA!" teriak Belphegor menggema.
"Kita sedang perang, simpan ucapan busuk kalian itu, sungguh iblis busuk tak berguna!" teriak Luna.
Seperti rencana yang telah mereka susun, Meilan bersama Zilong dan Niex menghalau Lucifer yang terlihat sangat terkejut dengan wujud asli Zilong sebagai Naga Azure Yang Agung bahkan wujud Niex tak kalah hebat setelah berubah menjadi Phoniex Api Suci.
Pan sendiri membantu yang lain untuk memusnahkan ke-enam dosa besar.
Serangan terjadi terus menerus dari kedua belah pihak justru pasukan Seven Deadly Sins berkurang sangat drastis bahkan tiga dari Seven Deadly Sins yaitu Belphegor, Beelzebub dan Mammon sudah dikalahkan.
Hal ini tentu menjadi pukulan telak bagi Seven Deadly Sins yang selalu merasa jika keberadaan mereka tak terkalahkan, meski mengalami kerugian yang besar, Pihak Meilan bersaudara juga mengalami hal yang sama karena Harry dan Xiao An terluka cukup parah hingga mengharuskan keduanya untuk berhenti mengikuti perang.
"Kobarkan semangat untuk dunia atas!!!"
"Hancurkan kejahatan!!!"
"Tumpas para iblis!!!"
"Hidup Dunia Atas!!!"
__ADS_1
Teriakan terus menggema bersamaan dengan jatuhnya Satan ditangan Pan yang juga terluka namun tidak terlalu mengkhawatirkan, kini dari ketujuh dosa besar yang tersisa hanyalah tiga dosa besar yaitu Lucifer, Asmodeus dan Leviathan yang tidak menunjukkan tanda bahwa mereka lelah, ketiganya bahkan semakin menyeringai menatap para takdir yang telah kelelahan.
Beberapa detik mencekam disaat Lucifer, Asmodeus dan Leviathan menyatukan diri mereka hingga menjadi satu tubuh yang begitu besar dengan tiga kepala yang sangat menakutkan.
Hawa dari makhluk iblis menguar sangat pekat, memberikan sensasi menakutkan dan penuh ratapan yang begitu menyedihkan.
Kesakitan, Kedengkian, Ketamakan, Kemalasan, Kejahatan, Kematian, dan Kesedihan menjadi satu berbaur dalam tubuh yang sangat kokoh.
Meilan bersaudara dan para takdir menatap sendu pada makhluk dihadapan mereka, inilah pertarungan yang sebenarnya! Pertarungan yang akan menentukan segalanya baik kemenangan ataupun kekalahan.
"Formasi bersatu!!!" teriak Meilan.
Para takdir yang telah tertulis dibuku takdir mendekatkan tubuh mereka, mengalirkan seluruh kekuatan yang ditumpu pada Meilan.
LI MEILAN SANG TAKDIR UTAMA YANG TAK TERTANDINGI.
Kekuatan yang begitu dasyat, Maha Dasyat bahkan seluruh eksistensi makhluk hidup didunia atas terhenti bagaikan waktu telah dikendalikan.
Mata yang tadinya sejernih air perlahan berubah menjadi setajam pedang, Li Meilan telah mencapai puncaknya untuk mengendalikan seluruh alam dunia atas.
Seluruh Element dunia atas menjadi satu berbaur didalam tubuh Meilan, gemercik air mengikuti kemanapun langkahnya berjalan. Pedang transparant pedang terkuat yang telah disatukan dari jutaan pedang berada tepat disalah satu genggaman tangan Meilan.
Jika seorang bertanya siapa Malaikat maka tak ragu Meilan adalah Malaikat namun jika ada yang bertanya siapa Iblis maka Meilan juga bagian dari Iblis dari segala Iblis jika menyangkut keselamatan orang yang ia sayangi maupun keselamatan banyak orang di seluruh dunia.
Pandangan kosong, tubuh Meilan telah dipenuhi amarah yang akan menyakiti siapapun yang berniat jahat, tak mengenal ampun.
Saudara - saudari beserta seluruh temannya menatap ngeri permandangan seorang gadis yang begitu cantik namun bisa menjadi yang paling jahat jika disinggung, harapan terakhir mereka adalah Li Meilan karena kekuatan mereka sepenuhnya telah di satukan ketubuh Meilan, butuh waktu berbulan - bulan untuk mengembalikan energi kekuatan mereka sedia kala.
"Kalian mengganggu ketenanganku, maka Aku Li Meilan sang takdir yang telah digariskan akan memusnahkan kejahatan dimanapun keberadaan kalian!" suara yang begitu tegas sarat akan bahaya, semua orang yang disana bahkan tiga dosa besar benar - benar tak bisa bergerak.
Seringaian tajam terus membingkai diwajah manis Meilan, satu tarikan nafas. Benar, hanya perlu satu tarikan nafas makhluk gabungan dari tiga dosa besar hancur sebelum mengucapkan kata apapun.
Bersamaan dengan hancurnya Seven Deadly Sins, maka seluruh pasukan iblis juga menghilang hancur bersama tuan mereka yang telah binasa.
Beberapa detik penuh ketegangan sebelum segalanya berubah menjadi tangis haru, tangis kemenangan juga tangis kesedihan karena tak sedikit dari mereka yang kehilangan orang - orang terpenting termasuk Dima dan Mialing yang jatuh dalam peperangan akhir.
Tangisan tak henti terus turun bersamaan hujan yang membasahi seluruh dunia atas, kabar duka bagi ras duyung karena kehilangan salah satu orang penting bagi mereka yaitu Dima dan Ras Elf Perak juga mendapat kabar buruk karena kematian Mialing yang sangat tragis ditangan Mammon.
Mereka terus mengeluarkan air mata, terisak menyalahkan takdir buruk yang menimpa mereka.
Ditengah kesedihan Meilan tersenyum begitupun Li Chichi dan Pan. Ketiganya mendengus geli melihat tangisan saudara saudari dan sahabatnya.
__ADS_1
Sebenarnya Mialing maupun Dima masih bisa hidup kembali asalkan meminum lima tetes Heaven 7 Water yang dicampur pil kehidupan buatan Meilan.
"Hiksss.. Kita menang... hikkssss juga kalah! Hiks Mialingggg!!!" teriak Miaoling memeluk adiknya kembarnya erat.
Tak pernah terpikirkan oleh mereka jika salah satu mereka menjadi korban diperang akhir ini, ribuan kultivator dari berbagai ras juga menjadi korban keganasan dari Perang Akhir ini.
"Hiksss Dima, hiksss jangan t-tinggalkan aku hiksss!!" teriak Duma sedih meratapi kakaknya yang biasa ceria.
"Maafkan kami," ucap para pria yang begitu bersalah karena tidak bisa menjaga keutuhan tim mereka.
"Ck, jangan menangis! Kita bisa menghidupkan lagi Mialing dan Dima yang sebenaranya masih memiliki sedikit energi kehidupan! Ikuti intruksi Pan dan Chichi, mereka akan menghidupkan kembali Mialing dan Dima. Berhenti menangis seperti bocah, ingat umur oke?" ucapan Meilan membuat seluruh tubuh mereka kaku, antara menahan malu dan kesal karena tertipu.
"Hahaha, si*lan sungguh memalukan aku menangis untuk orang yang masih hidup!!" ucap Miho kesal.
"Terima Kasih, kalian adalah bagian yang tak terlupakan dalam sejarah dunia tengah dan dunia atas! Saatnya untuk kalian meninggalkan dunia atas ini untuk menempuh hal yang jauh lebih besar lagi, jangan lupakan kami KAKAK!!!" teriak Lingbo, Xiao An, Baojin dan lainnya.
Mereka tahu, sudah saatnya bagi sang kakak tercinta meninggalkan dunia atas, mereka yang selalu bersama dari usia kecil hingga beranjak remaja harus terpisahkan.
Berpisah dengan Rong Baojin yang jahil, Han Bao yang dingin namun perhatian, berpisah dengan Tangyin dan Ling An yang penuh perhatian seperti ibu bagi mereka, berpisah dengan Harry dan Wiliam yang posesif, berpisah dengan Ye Tian, Hong Bai dan Mo Yan yang selalu ada untuk mereka dan yang terakhir perpisahan dengan Xiaon An dan Lingbo paket lengkap yang paling mereka rindukan nantinya.
Mereka juga akan berpisah dengan sahabat mereka, orang - orang kepercayaan mereka di Perserikatan Lotus Darah dan berpisah dengan seluruh penghuni hutan iblis maupun bunga Persik.
Perpisahan yang begitu berat karena Meilan bersaudara, Arthur, Edward dan Regan tidak akan tau apakah mereka bisa kembali lagi bertemu orang - orang yang mereka sayangi.
Pertemuan mereka terasa begitu cepat dikalahkan dengan perpisahan yang telah ditakdirkan, senyuman serta air mata penuh kesedihan yang begitu mendalam.
Kemenangan dunia atas membawa sesak bagi Meilan yang harus meninggalkan orang - orang yang amat ia sayangi didunia tengah maupun dunia atas.
"Aku tidak menyangka jika hari ini kamipun harus berpisah dengan kalian, aku juga tidak menyangka takdirku yang bertransmigrasi kedunia ini justru mempertemukan diriku dengan kalian yang amat berharga. Satu yang kupinta tolong saling menjaga dan menyayangi satu sama lain, jangan biarkan kebencian maupun kemaran menguasai diri kalian! Suatu saat kita akan kembali bertemu, aku berjanji akan hal itu. Selamat tinggal untuk kalian semua, sampaikan salamku dan rahasiakan kepergian kami tetap rahasiakan stars guild hingga tiba saatnya kalian menjadi sangat kuat tak tertandingi. Lawan kejahatan dan ketidakadilan dimanapun kalian berada, kami menyayangimu sampai kapanpun!!" teriak Meilan menangis sesenggukan dengan memberikan cincin ruangnya kepada Lingbo, Baojin dan Xiao An yang telah digariskan untuk memiliki tiga pusaka Meilan.
Setiap pertemuan selalu ada perpisahan, perpisahan yang entah bisa mempertemukan kembali atau perpisahan dua dunia yang tak akan bisa bersatu kecuali kematian.
TERIMAKASIH UNTUK DUKUNGAN KALIAN SEMUA UNTUK CERITA INI, SEMOGA AUTHOR BISA MELANJUTKAN KE SEASON 3 NANTINYA, SALAM HANGAT - SILAHKAN MAMPIR KECERITA AUTHOR YANG LAIN, LUV🖤🖤🖤
-
-
-
-
SEASON 2 - END
__ADS_1