
Hari Pertama disekte Naga Emas langsung menjadi kacau, dipagi hari mereka disuguhkan tubuh tanpa kepala yang tergantung rapi ditiang lonceng.
Muncul nama Tongtong dipapan ajaib serta alasan mengapa tongtong terbunuh.
Murid Luar bernama : Tongtong, usia dua puluh enam tahun, kultivasi tingkat bumi akhir.
Alasan Kematian : Berlaku tidak sopan kepada seorang gadis muda dan menyerangnya dari belakang hingga mengalami luka yang cukup serius.
Peringatan : Tidak ada maaf bagi mereka yang main belakang serta mengganggu murid lainnya tanpa alasan yang tepat!!!.
Hukuman : Tidak dimakamkan dengan layak dan tidak mendapat konpensasi apapun.
Papan tingkat tinggi yang akan otomatis memberikan berita terbaru maupun misi terbaru serta ranking setiap murid.
Banyak bisik mempertanyakan siapa yang membunuh tongtong dengan keji, bagi mereka yang mengetahui hanya diam tak ingin kejadian yang lalu terulang kembali, sudah cukup bagi mereka menyaksikan betapa kejinya tokoh utama yang sedang dibicarakan saat ini.
Dilain tempat tepatnya dipaviliun persik Meilan dkk sedang merundingkan bagian masing - masing dalam paviliun. Mereka membagi tugas agar lebih mudah untuk kedepannya.
Urusan memasak : Meilan, Li Mei, Li Chichi.
Urusan membersihkan Paviliun : Senior Tangyin, Senior Ling Yueyu, Lingbo, Xiao An, .
Berburu : Miho, Lyan, Layn, Mo Yan, Hong Bai, Rong Baojin.
Menjaga sekaligus memasok kebutuhan Paviliun : Niex, Zilong, Lang, Ming, Senior Han, Ye Tian.
(fyi, tambahan tiga anggota baru saja ya biar author gak lupa maapkan hehe)
(Visual Senior Tangyin)
(Visual Senior Ling Yueyu)
(Visual Ye Tian)
(Visual Mo Yan)
(Visual Hong Bai)
"Jadi apakah kaliab setuju dengan pembagian tugasnya?" tanya Li Mei
"Tentu, aku sih setuju saja!" ucap Tangyin yang disetujui lainnya.
"Terimakasih, kakak seperguruan memang pengertian hehe," ucap Li Mei.
"Bisakah kalian memanggilku hanya dengan kakak saja? tak perlu ada senior karna mulai saat ini dan seterusnya kita akan berjuang bersama!" ucap Tangyin penuh harap.
"Kau yakin kakak seperguruan ingin menjadi bagian kami?" tanya Meilan. Untuk urusan pengangkatan keluarga memang hanya Meilan yang berwenang karna dirinya pemimpin diatas pemimpin dibenua tengah ini.
"Aku yakin adik, aku ingin lebih dekat seperti saudara kepada kalian. Itupun jika kalian sudi menganggapku kakak sendiri!" ucap Tangyin yang diangguki Ling Yueyu dan Han Bao dengan tegas.
__ADS_1
"Baiklah, ada beberapa hal yang wajib kalian ketahui dan terima setelah mengetahui jati diri kami. Aku paling tidak menerima pengkhianatan, sama seperti saudaraku kami akan langsung membunuh jika kalian berkhianat, bagaimana?" tanya Meilan mode serius.
"Kami setuju adik!" ucap mereka.
"Apakah kami juga bisa menjadi kakak kalian?" tanya Ye Tian dan lainnya.
"Tentu, asalkan kalian sanggup untuk menerima apapun yang sudah disepakati," ucap Meilan santai.
"Baiklah, mulai sekarang aku Ye Tian bersumpah akan selalu setia kepadamu dalam keadaan susah maupun senang sebagai saudaramu!" ucap Ye Tian lantang diikuti yang lainnya.
Suara petir bergemuruh menandakan sumpah mereka yang tulus telah diterima.
Kilasan - kilasan kejadian dari awal hingga akhir masuk kedalam pikiran mereka seperti sebuah kaset yang terus menerus berputar.
Sesaat terjadi keheningan yang luar biasa, sama seperti Rong Baojin yang awalnya terkejut mengetahui kebenaran tentang Meilan dkk.
Tubuh mereka bergetar hebat setelah mengetahui jati diri Meilan dkk, sangat luar biasa luar biasa sekali pikir mereka.
"Ehemmmm.. jangan terlalu terkejut aku memang pernah hidup didunia modern tapi yang sebenarnya tempat inilah tempatku seharusnya, karna takdirku yang begitu berat aku terpaksa dipindahkan untuk sementara. Selamat datang di keluarga kecil kami, saat ini kalian ataupun kami tidak ada batasan apapun kita adalah keluarga!" ucap Meilan hangat menyambut mereka.
"Ingatlah para kakak sekalian, kita paling benci pengkhianat! Jangan pernah berkhianat oke?" ucap Miho.
"Te-terimakasih adik, suatu kehormatan menjadi bagian dari kalian. Kami tidak akan pernah berkhianat meski nyawa kami taruhannya!" ucap Tangyin tersenyum lebar.
Pantas saja Meilan sangat hebat, pintar dan jenius karba otaknya luar biasa telah menyimpan dua kehidupan sekaligus pikir mereka senang.
"Lihatlah tato dijari kalian, kurasa sekarang telah muncul jika kalian memang tulus!" ucap Layn diangguki mereka setelah melihat adanya tato indah dijari mereka.
"Baiklah kakak sekalian sudah waktunya kita berkumpul diaula utama!" peringat Xiao An dengan suara khas anak kecilnya.
"Hah kalian berdua juga ikut?" tanya Ye Tian bingung pasalnya Lingbo dan Xiao masih sangat kecil, umurnya anak sepantaran mereka masih sibuk bermain diusia yang baru saja tepat tujuh tahun.
Untuk menjadi seorang kultivator biasanya harus berusia minimal sembilan tahun baru bisa memulai jalan kultivator.
"Mereka baru beberapa hari yang lalu berkultivasi saat diperjalanan menuju sekte ini, coba Lingbo dan Xiao An tunjukkan tingkat kultivasi kalian!" suruh Meilan.
Beberapa hari ini mereka memang dilatih Meilan secara rahasia dudalam ruang dimensi miliknya.
Tak ada yang menyadari karna mereka mengira Lingbo dan Xiao An sedang tidur.
Dengan cincin pusaka tingkat tinggi yang diberikan Meilan, mereka berhasil menyembunyikan tingkat kultivasinya.
Segera aura Kultivator tahap Foundation Awal menguar diantara mereka. Mereka tercengang dalam waktu begitu cepat sudah ditahap Foundation Awal terlebih Lingbo dan Xiao An baru berusia tujuh tahun.
"Hehe, kami juga kultivator seperti kalian! Makanya jangan remehin anak kecil dong!" ucap Lingbo narsis.
"Haha luar biasa luar biasa kalian memang jenius!" Puji Han menepuk kepala Lingbo pelan.
"Tentu kami gituloh!" ucap Xiao An merak.
"Sudah sudah kita harus ke aula utama dan mulai hari ini lepaskan topeng kita, tak perlu disembunyikan lagi. Semakin mereka tau, maka semakin bagus untuk kita!" ucap Lang menyeringai.
"Oke!" ucap mereka melepaskan topeng dan berjalan menuju aula utama.
----------
Di Aula Utama.
Seluruh murid luar sudah berkumpul termasuk murid dalam pun tak lupa hadir disana, hanya murid inti saja yang tersembunyi keberadaannya.
__ADS_1
Terlihat seluruh murid yang ada diaula memasang wajah kesal dan marah karna sudah lama menunggu Meilan dkk. Beberapa dari mereka sudah mencoba memasuki Paviliun Persik tapi tak ada satupun yang bisa masuk bahkan murid dalam sekalipun.
Terlihat dari kejauhan rombongan meilan sedang menuju aula utama dengan santainya tanpa memperdulikan protes yang ditunjukkan kepasa mereka.
Tepat ketika Meilan bersaudara sampai diaula, mereka semakin menjadi objek pandangan seluruh murid dengan kecantikan dan ketampanan yang dapat menghancurkan kekaisaran bahkan dunia lain sekalipun.
Wajah yang seperti dewa dan dewi semakin membuat mereka iri terhadap Meilan bersaudara, Meilan merasakan ada tatapan tidak asing yang pernah dia kenal sebelumnya, dengan santai dia menelusuri setiap murid dan menemukan j*lang bersaudara yang pernah dibuatnya babak belur sedang menatap penuh benci kepadanya.
Meilan menyeringai senang ketika melihat Ye Ahn sianak jenius dan para saudarinya, dengan asal dia mengarahkan telunjuknya tepat dikaki Ye Ahn.
Brukkkkk Ye Ahn jatuh dengan sangat memalukan, hanfunya tersingkap hingga setengah bagian kakinya.
"Sedikit balasan untukmu karna berani menatapku dengan mata jelekmu itu, hahahaha!" ucap Meilan pelan yang hanya didengar saudara saudarinya.
Tawa disekitar terdengar begitu nyaring bahkan tak sedikit yang mencemooh kelakuan konyol Ye Ahn.
Ye Ahn marah, mukanya memerah semerah tomat busuk! Dibantu saudarinya Ye Ahn berdiri menuju Meilan dkk.
"Kau! Apa yang kau lakukan kepadaku tadi hah?!!!" bentak Ye Ahn menunjuk Meilan.
"Aku? kau salah paham nona, aku tidak pernah mengenalmu bagaimana bisa membuatmu terjatuh seperti itu?" tanya Meilan yang disetujui semua orang kecuali saudara saudari Ye Ahn.
"K-kau! Sialan tunggu pembalasanku!" teriak Ye Ahn berlalu.
Keadaan kembali hening, sampai sebuah suara menyadarkan mereka semua.
"Para murid sekalian, kita akan membuka jalur masuk menuju murid dalam. Bagi kalian yang ingin menjadi murid dalam silahkan mendaftar bersama anggota untuk melakukan misi!" ucap Sesepuh Jing berdiri diatas panggung bersama dua orang asing bagi mereka yang masib baru.
"Sebelum aku menjelaskan lebih lanjut, kalian perlu tau pria disamping kananku adalah ketua sekte Meng Tao sedangkan wanita muda disamping kiriku Meng Yie adik ketua sekte yang akan mengawasi misi kalian bersama para anggotanya, Tujuh Halilintar Emas yang nanti akan memimpin misi kalian sekaligus penanggungjawab setiap kelompok!" ucap Sesepuh Jing.
"Untuk penjelasan lebih lanjutnya kuserahkan pada Nona Meng Yie!" ucap Sepuh Jing lalu menghilang dari atas panggung.
"Selamat datang disekte naga emas, aku selaku ketua disini hanya ingin menyampaikan apapun yang kalian lakukan jangan pernah berbuat curang atau kalian akan berakhir sama seperti tongtong! Teruslah berlatih jangan pernah menyiakan waktu sedikitpun!" ucap Ketua Meng tegas.
"Baik Ketua, kami mengerti!!" ucap mereka bersamaan dengan Ketua Meng yang juga pergi dari panggung.
"Seperti yang kalian ketahui aku Meng Yie akan menjadi tanggungjawab misi kalian kali ini, jika ada yang ingin bertanya dipersilahkan!" ucap Meng Yie datar.
"Ehmmm kami harus memanggilmu apa?" tanya Lingbo kecil yang kin menjadi tatapan setiap orang.
Kenapa ada anak kecil disini, apakah sepuh salah bawa orang ya? batin Meng Yie sama seperti yang lainnya.
"Adik kecil apakah kau tersesat?" tanya Meng Yie lembut.
"Tidak! aku memang murid luar tau!" ucap Lingbo sebal melihat tatapan semua orang yang menatapnya konyol.
"Hei bocah jangan berbohong! Mana ada murid luas sekecil dirimu! Lebih baik kau pulang dan cuci kakimu serta wajahmu lalu tidur yang benar!" teriak seorang gadis dari sekte matahari.
"Hei nyonya jangan ucapanmu! aku dan adikku Xiao An memang murid disini, kau saja yang kuno sehingga tidak tau kebenaran tentang kami!" ucap Lingbo marah.
"Nyonya? apa maksudmu memanggilku nyonya!!!" teriak Jinghengg kesal.
"Kau seperti bibiku, memakai bedak yang tebal dan pewarna bibir yang sangat menor hahaha!" ejek Xiao An menjulurkan lidahnya.
Jinghengg merasa kesal dan malu, tangannya diayunkan kedepan hendak menampar Xiao An dan Lingbo namun tertahan oleh tangan Li Mei.
"Kau ini sudah tua tapi menindas yang masih muda bahkan mereka lebih lemah darimu, akal sehatmu dimana?!" bentak Li Mei mencengkram kuat pergelangan tangan Jinghengg dan menghempaskannya kasar sampai membuat Jinghengg jatuh terjlembab ditanah.
"Sialan kau beraninya membuatku jatuh seperti ini!" teriak Jinghengg bangkit dan menyerang Li Mei membabi buta, namun satupun serangannya tak ada yang mengenai tubuh Li Mei justru sebaliknya setiap serangan balasan Li Mei selalu mengenai Jinghengg.
__ADS_1
Melihat kondisi Jinghengg yang tidak menguntungkan, seorang teman seperguruannya segera menarik Jinghengg dan memohon belas kasih pada Li Mei untuk melepaskan Jinghengg.
B**erikan dukungan kalian, Thankyou🖤🖤**