Li Meilan

Li Meilan
Masalah


__ADS_3

Pagi yang cerah, Meilan bersaudara serta kedua pangeran masih terlelap tanpa mengetahui mereka telah melewati makan malam bersama.


Ratu Eliz dan Raja Louis tidak juga membangunkan mereka, hanya sesekali melihat tidur kedua anaknya yang begitu lelap dan damai.


Meilan lah yang terpeka diantara yang lain, dia merasakn kehadiran beberapa orang sedang mengawasi mereka.


"Ah ternyata Yang Mulia Raja Louis dan Yang Mulia Ratu Eliz!" ucap Meilan yang sudah berada dibelakang Ratu Louis. Keduanya melolot terkejut, baru saja mereka melihat mereka semua tidur tapi ternyata salah satunya sudah ada dibelakang, benar benar kuat dan orang yang tidak mudah disinggung batin raja dan ratu.


"Ah iya nona, bisakah saya meminta bantuan anda untuk membangunkan mereka karna sebentar lagi waktunya sarapan!" ucap Ratu Eliz pelan.


"Tentu Yang Mulia Ratu, tolong jangan sungkan. Sepuluh menit lagi kami akan ke ruang makan!" ucap Meilan lembut, aura bangsawannya sangat kental bahkan raja dan ratu sepertinya tidak seagung Meilan.


"Baiklah nona? terima kasih!" ucap Ratu Eliz.


"Yang Mulia, nama hamba Li Meilan, Terima kasih Ratu Eliz senang bisa berada dikerajaan anda yang makmur dan indah ini," tukas Meilan hormat.


"Ya nona, nikmatilah kami pergi duluan sampai berjumpa di ruang makan!" ucap Raja Louis yang diangguki Meilan.


Bergegas Meilan membangunkan mereka semua, awalnya dia terkejut melihat kedua pangeran yang tertidur lelap dilantai bersama saudaranya tapi baginya itu tidaklah penting selagi kedua pangeran tidak membahayakan saudaranya.


Meilan sangat tau seperti apa keadaan didalam kerajaan maupun kekaisaran, saling membunuh sesama saudara demi tahta sudah biasa bagi mereka tapi entah kenapa Meilan merasakan diantara kedua pangeran tak satupun yang memiliki keinginan mengambil Tahta, justru sebaliknya mereka sepertinya sangat ingin bebas dari kekakangan kerajaan yang begitu menyiksa.


--------------


Tak berapa lama Meilan bersaudara serta para pangeran sudah selesai bersiap, mereka pergi bersama menuju aula makan utama yang sudah penuh dengan seluruh anggota kerajaan.


Seluruh pasang mata menatap kearah Meilan bersaudara, tak sedikit dari mereka menatap iri dan kesal.


Tanpa menghiraukan keadaan Meilan bersaudara segera menempati kursi yang disediakan setelah sebelumnya memberikan salam hormat pada raja dan ratu.


"Silahkan dinikmati," ucap Ratu Eliz ramah.

__ADS_1


Mereka menikmati sarapan bersama dengan canggung, sebelum seorang putri dari Duke Eryou mengacaukan segalanya.


Putri Ellen tanpa malu memegang tangan Baojin dan memintanya untuk menjadi suaminya yang tentu saja langsung di tolak Baojin.


"Ehmm tuan jadilah suamiku!" ucapnya tanpa basa basi sambil menarik tangan Baojin manja.


Mereka mengerinyit jijik dengan gadis bangsawan tapi berkelakuan jal*ng.


"Siapapun anda tolong lepaskan tangannmu sebelum saya hancurkan!" ucap Baojin tajam.


"Tidak tidak, anda tak bisa menolak permintaan putri ini, jika anda menolak keluargamu akan saya hancurkan!" teriak putri Ellen mengarahkan tongkat sihirnya pada Meilan dkk dengan senyum penuh kemenangan.


Dirinya mengira meilan dkk hanya rakyat jelata yang kebetulan menjadi sahabat kedua pangeran, dengan posisi ayahnya saat ini siapapun harus tunduk kepadanya! pikirnya sombong.


"Anda mengancam putri?" tanya Li Mei tajam dengan mengeluarkan sedikit auranya untuk menindas putri ellen.


"Ka-kau! Kalian hanya rakyat jelata sudah untungkan jika salah satu kalian menikahiku yang putri seorang duke dikerajaan ini!" teriak Putri Ellen lagi.


"Kami rakyat jelata yah? Wahh sepertinya putri sedang bermain - main. Baiklah karna kau begitu ingin, aku si rakyat jelata dengan senang hati meladeri dirimu yang seorang putri DUKE!" ucap Tangyin.


Keadaan ruangan mejadi heniny sesaat,


Prangggg... Tangyin meleparkan gelas kearah putri Ellen yang siapapun tidak akan bisa melihat pergerakkannya.


Darah menetes dilantai setelah pecahan gelas mengenai wajah putri ellen, tak ada satupun yang berani berbicara dan menolong putri ellen.


"Inilah mengapa saya benci datang ke istana orang lain, kami memang rakyat jelata tapi kalian begitu merasa agung bahkan diatas segalanya! Hari ini kalian akan bebas tapi untuk yang kedua kalinnya, tentu kalian tau apa yang bisa kami lakukan!!!" ucap Miho tajam memandang seluruh anggota kerajaan.


Tanpa pamit mereka pergi meninggalkan istana yang langsung diikuti kedua pangeran, keduanya sangat merasa bersalah atas semua yang terjadi pada Meilan dkk.


Termasuk Raja dan Ratu yang mencoba untuk meminta maaf atas kelakuan rakyatnya yang begitu sombong.

__ADS_1


Putri Ellen yang begitu keras kepala kembali menarik hanfu Meilan dibantu kakaknya.


Plakkkkk.... suara tamparan menggema diruangan yang begitu luas, Kakak dari Putri Ellen yaitu Pangeran Ernon menampar Meilan dengan kencang sampai Meilan tersungkur karna tidak siap menerima tamparan.


Tamat, keluarga Duke Eryou pasti tamat setelah melakukan ini pikir anggota kerajaan yang lainnya.


Meilan berdiri pelan dibantu Zilong yang sudah sangat marah, pipinya berawarna merah tercetak jelas telapak tangan yang besar disana.


Zilong dengan cepat memberi pil penyembuh tingjat lima yang langsung ditelan Meilan, perlahan pipinya kembali seperti semula.


Meilan tertawa keras menatap Pangeran Ernon dan Putri Ellen bergentian melalui pikirannya, Meilan memerintahkan Han Bao dan Ye Tian menangkap kedua orang brengs*k yang berani menyinggung dirinya.


Sesaat keadaan begitu menegangkan, kedua anak dari Duke Eryou sudah berada di tangan Han Bao dan Ye Tian.


Meilan berjalan mendekati Raja dan Ratu untuk memberikan hukuman pada keduanya, Duke beserta istrinya hanya bisa menatap kedua anaknya sedih karna perlakuan mereka yang sangat tidak sopan kepada tamu kehormatan.


"Hancurkan sihir yang ada ditubuh mereka!" ucap Meilan pelan kepada Niex.


Niex segera mengikuti perintah Meilan, teriakan kesakitan terdengar menggema bersamaan dengan hancurnya sihir pada tubuh kedua anak Duke Eryou.


Mereka gemetar setelah melihat betapa kejamnya Meilan bersaudara dalam menghukum orang, namun disisi lain mereka juga tak berani menyalahkan karna kedua anak Duke lah yang menyebabkan masalah terlebih dahulu bahkan setelah diperingati.


"Terima Kasih untuk sambutannya hari ini, Yang Mulai Raja dan Yang Mulia Ratu beserta kedua pangeran mohon terima kembali plakat ini!" ucap Meilan pelan sambil mengembalikan Plakat yang dia dapat.


Meilan tidak akan pernah menginjakkan kaki ke dalam istana ini yang sudah mempermalukan dirinya, Kedua pangeran menatap sedih tanpa bisa melakukan apapun.


"Kami pamit undur diri, jaga kesehatan anda Pangeran Wili*m dan Pangeran H*rry. Tempat kami selalu terbuka untuk kalian jika ingin berkunjung, sampai jumpa!" ucap Meilan bersaudara kepada kedua pangeran yang menatap kepergian mereka sedih.


Meilan bersaudara menggunakan sihir formasi sehingga mereka langsung menghilang dari aula utama setelah mengucapkan salam perpisahan, sebelumnya Meilan memberikan token akses untuk berkunjung ke Sekte Naga Emas mereka.


Thankyou yang masih setia buat baca, ngelike dan mgedukung Li Meilan. Next bakalan author usahain dua kali update dalam sehariđź–¤

__ADS_1


__ADS_2