Li Meilan

Li Meilan
Istriku


__ADS_3

"Selamat datang diduniaku, istri!" ucap seorang pria dengan senyum mematikan, menyambut kedatangan Meilan bersaudara yang sedang kebingungan.


Istri? siapa? siapa istri pria tampan nan gagah didepan mereka ini? batin mereka berkecamuk menatap satu sama lain, hanya Pan yang masih tenang seolah ia tau semua ini akan terjadi.


**********


Keadaan menjadi sangat hening semenjak pria tampan mengucapkan kalimat yang sangat aneh, terlebih sang pria tampan tanpa malu menarik Meilan sambil berkali - kali menggumamkan kata 'istri'.


Sejak kapan? sejak kapan Meilan mereka menikah dan memiliki suami yang sialnya sekuat pria dihadapan mereka ini? pikir batin mereka berkecamuk.


Meilan terdiam didalam dekapan hangat pria tampan dihadapan yang terus berbicara tanpa henti, bukan hanya Meilan bersaudara yang bingung bahkan bawahan sang pria lebih bingung menatap kejadian langsung dihadapan mereka.


Kapan tuannya begitu tak tau malu dan cerewet seperti ini? kapan? pikir mereka memandang takjub, selama ini tuan mereka sangat dingin bahkan gadis dewi yang begitu cantik tidak disambut hangat justru ditendang dengan kejam.


Apakah wanita ini, wanita manis dan cantik yang ditunggu tuannya selama ini? kecantikan yang dapat meruntuhkan dunia ini bahkan dewipun tak sebanding jika berhadapan dengan 'Nyonya' mereka.


"Enghh.. Tolong lepas pelukan anda. Sepertinya anda salah mengenali saya?" ucap Meilan memerah malu, dia tak pernah seintim ini dengan pria manapun bahkan dengan saudaranya sekalipun tak pernah sedekat ini bahkan keduanya tak berjarak lebih dari 3cm.


"Tidak, anda memang istri saya ini. Kita terikat dalam takdir, saya telah lama menunggu anda, di dua kehidupan kita," ucap pria tampan tersenyum misterius.


"Hah? anda pasti salah. Tolong lepaskan pelukan anda dari tubuh saya!" kesal Meilan meski tak dipungkiri hatinya begitu senang menerima perlakuan dari pria tampan dihadapannya.


"Istri masuk dulu, mari kita bicarakan didalam," ajak Mo Tian Yue senang sambil menanggandeng tangan Meilan tanpa berniat melepas seincipun.


Kedua Black Ksatria kepercayaannya tertegun memandang sikap Tuan mereka yang begitu emm manja, sangat tidak sesuai dengan keseharian tuannya.


"Jadi tuan tolong jelaskan apa maksud anda?" ucap Meilan tanpa basa basi, tangannya mencoba untuk lepas namun kekuatan pria didepannya tak sebanding dengan kekuatannya yang kecil didunia ini.


"Panggil aku suamimu, jangan pernah memanggilku tuan! Sedari awal anda hidup kita telah ditakdirkan meski di dua kehidupan sekalipun. Saya memberikan anda cincin, ingatlah sewaktu anda baru sampai didunia ini? dan cincin itu tidak bisa terlepas bukan? Karena itu adalah cincin takdir kita, jadi mulai saat ini anda adalah istri saya!" ucap Mo Tian Yue sambil menarik lembut tangan halus digenggamannya, cincim keduanya terlihat bersinar saat didekatkan menciptakan aura yang begitu hangat menandakan bahwa keduanya memang terikat takdir sampai mati sekalipun.


"T-tunggu jadi Meilan adalah istri anda?" tanya Edward merosotkan bahunya mendengar takdir.


"Ya, dia istri saya dan saya sudah memperingatkan kalian untuk tidak terlalu dekat sewaktu kalian berada didalam dimensi kematian, bukan?" tanya Mo Tian Yue tajam dan dingin, sangat berbeda jika berhadapan dengan Meilan.

__ADS_1


Meilan menangangguk tenang, hatinya memang tak pernah salah untuk menilai. Kehangatan yang begitu berbeda, kehangatan antara pria dan wanita bukan kehangatan seperti teman ataupun saudara.


Perasaan ini, perasaan dihatinya sangat familiar dan memang ternyata takdir tak pernah salah.


"Mengenai di dua kehidupan apa maksud anda?" tanya Meilan bingung.


"Istri, kita telah ditakdirkan di dua kehidupan anda. Di zaman modern dan zaman kuno anda kita memang telah ditakdirkan untuk bersatu. Istri harus istirahat, mengingat istri baru saja tiba disini. Saya akan menemani istri untuk menemui keluarga anda!" ucap Mo Tian Yue menarik Meilan meninggalkan semua orang yang masih bingung menerima kenyataan yang ada.


Mo Tian Yue memandang dua ksatrianya, memberikan isyarat untuk mengurus yang ada.


Meilan juga tak memberikan penolakan mengingat semua adalah takdir, jadi ia dengan senang hati menerimanya asalkan takdir itu baik dan tidak menentang keinginan dirinya.


Kedua Black Ksatria mengangguk patuh dan membawa seluruh tamu tuannua untuk beristirahat.


"Istri suka dengan kediaman kita? saya menyiapkan semuanya sendiri sambil menunggu anda tiba disini." tanya Mo Tian Yue lembut


"Ya, cukup bagus dan menarik. Terima Kasih untuk sambutan anda disini," ucap Meilan canggung dengan keadaan mereka.


Siapa yang tidak canggung, jika posisi mereka sangat dekat seperti ini? apalagi dia wanita yang tak pernah mengurusi masalah asmara seperti ini.



"Kenapa istriku begitu malu? cepat makan semua hidangan ini. Saya ingin tidur dengan anda," ucap Mo Tian Yue menggoda Meilan yang sudah memerah.


"Ahhh anda begitu tak tau malu mengatakan kalimat seperti ini?" ucap Meilan menggerutu.


"Saya tidak malu jika dihadapan anda, anda bisa percaya saya begini hanya didepan anda. Selama ini saya selalu membatasi diri dengan urusan yang melibatkan wanita," ucap Mo Tian Yue.


"Itukah mengapa kediaman anda ini tidak ada satupun wanita?" tanya Meilan.


"Ya, saya tidak ingin membuat istri sedih jika saya berhubungan dengan wanita lain. Terlebih lelaki sejati hanya memperlakukan satu wanita dengan istimewa, sisanya wanita diluar sana hanyalah angin berlalu!" ucap Mo Tian Yue tegas.


"Haha, anda begitu setia, Terima Kasih. Tolong bantu saya untuk mencintai anda, meski saya memang sudah menerima anda sebagai suami saat ini," ucap Meilan memakan bakpao manis dihadapannya.

__ADS_1


"Tentu, istri jangan khawatir karna kita telah ditakdirkan tentu saya akan membuat anda mencintai saya tanpa syarat!" ucap Mo Tian memakai kata - kata dari zaman modern.


Meilan tertawa menatap prianya yang begitu menggemaskan mencoba untuk berbahasa modern meski ucapannya begitu kaku, terlebih kata - kata yang dia ucapkan sangat bucin haha.


"Tentu, saya juga akan mencintai anda nantinya. Ah iya mengenai keluarga saya, berarti memang benar mereka disini?" tanya Meilan penasaran.


"Ya, keluarga anda disini. Mereka adalah pilar didunia ini setelah pilar saya tentunya. Sebenarnya keluarga anda sangatlah hebat, karna kalian semua bisa terpilih kedunia ini berbeda dengan kami yang terpisah dengan saudara - saudari kami karena mereka tak terpilih. Namun, keluarga anda bukanlah orang yang sangat baik, beberapa dari mereka menunjukkan pergerakan untuk berkhianat. Jadi ayah dan ibunda mengirim anda disini dan sebentar lagi kita akan melangsungkan pernikahan. Anda siap?" tanya Mo Tian Yue menjelaskan dengan sabar.


"Begitu? ternyata keluarga saya memang tak sebaik itu pantas ibunda dan ayah melarang saya untuk bertemu sebelum kekuatan saya bisa melindungi diri saya dan mengenai pernikahan tentu saya siap, mari berikan pesta yang mewah karena ini tentu akan menjadi pernikahan pertama dan terakhir bagi kita bukan?" ucap Meilan tersenyum manis.


"Tentu apapun kemauan sayang, saya pasti dengan senang hati menuruti semuanya meski nyawa saya menjadi taruhan dan anda tidak perlu khawatir mengenai mereka, kekuasaan saya disini mutlak dan mereka hanyalah sampah bagi saya. Jadi anda bisa bergantung pada saya, juga mengenai saudara dan saudari anda akan secara khusus untuk dilatih menjadi Black Ksatria jika mereka mau. Zilong bisa kembali pada klannya, Klan Naga Azure dan sejauh ini tak ada klan selain naga disini. Phoniex juga telah punah, hanya tersisa saudara anda!" ucap Mo Tian Yue.


"Ya, aku akan berbicara dengan mereka dab tolong jangan terlalu formal, okey?" ucap Meilan.


"Tentu, sudah larut jadi sebaiknya kita tidur. Besok akan menjadi hari yang melelahkan, kita akan membicarakan semuanya ya?" ucap Mo Tian Yue membawa Meilan menuju peraduan mereka yang pastinya tidak ditolak Meilan.


Tak berapa lama, Meilan telah masuk kealam mimpinya, tidurnya sangat nyenyak dan nyaman seolah tak ada beban apapun dalam hidupnya. Perasaan yang sangat hangat melingkupi kedua insan yang sedang dimabuk cinta, keduanya mendekap erat mencari kenyamanan satu sama lain.


Mo Tian Yue tersenyum menatap istri kecilnya, dulu ia ingat istrinya tak terima dengan hubungan mereka namun hari ini ia luluh seolah melupakan segala tolakan yang dia berikan dulu, istrinya memang berbeda.


"Istriku sangat cantik, tidurlah dengan nyaman, aku mencintaimu hari ini, esok dan selamanya!" ucap Mo Tian Yue mengelus puncak kepala Meilan.


Sungguh siapapun yang melihat dan mendengar ucapan Mo Tian Yue, sudah dipastikan mereka akan merasa semua hal adalah mimpi.


Ingat, Tuan mereka adalah orang dingin dan kejam tanpa belas kasih, namun sekarang? tak ubah seperti perayu ulung.


-


-


-


-

__ADS_1


-


Yuk berikan dukungan kalian, terima kasih🖤


__ADS_2