
"Bahkan kau juga yang membuat sekte kita diserang kan? karna kau yang memberitau mereka bahwa Ketua Ming yang menyimpan pusaka itu?!! Sungguh serigala berbulu domba!" ucap Li Mei mencengkram dagu Liu Ting hingga berdarah.
Ketua Ming bersama tujuh halilintar emas sangat terpukul mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, mereka tidak menyangka bahwa Liu Ting sangat jahat dan pengkhianat! batin mereka memandang Liu Ting dengan segala raut muka yang berbeda.
--------------
"Hahahaha kalian benar, kalian benar! Selama ini aku dalang dibalik semuanya! Aku yang memberitaukan semua infomasi rahasia sekte ini! dan Ya, aku juga yang meracuni dua bajing*n tengik itu, hahahaa!!" teriak Liu Ting sambil menunjuk - nunjuk seluruh anggota sekte.
Ketua Ming menggeram kesal, tangannya terkepal kuat melihat betapa kejinya Liu Ting yang dianggap sebagai anaknya juga.
"Kalian telah memusnahkan seluruh teman bahkan keluargaku! kalian terlalu bodoh selama ini karna tidak mengetahui jati diriku yang sebenarnya, hahaha!!!" teriak Liu Ting melesat menuju Ketua Ming, namun apa yang dilakukannya sia - sia karna Niex dengan cepat memblokir serangan Liu Ting.
"Aihhhh wanita **** sepertimu masih saja sok kuat, sepertinya para saudariku ingin 'bermain indah' benarkan?" tanya Niex memandang saudarinya yang diangguki mereka dengan cepat.
Liu Ting memucat dan matanya melotot keluar saat tanpa ampun Li Chichi memasukkan kalajengkin beracun kedalam hanfunya, bahkan Tangyin dengan indah menulis ukurin di wajah Liu Ting yang sudah tidak lagi berbentuk.
Melihat siksaan didepan mereka, tak sedikit yang muntah dan memilih untuk tutup mata melihat kejadian berdarah yang sangat kejam, mereka akan mengingat untuk tidak menyinggung Meilan dkk karna konsekuensinya tidak akan bisa mereka hadapi.
Tujuh Halilintar Emas menatap Liu Ting dengan sedih, kesal, benci, marah dan kecewa karna Liu Ting yang mereka sayangi harus berakhir mengenaskan karna tindakannya sendiri.
Banyak yang menyayangkan kematian Liu Ting begitu sia - sia padahal kultivasinya tergolong tinggi, tapi mengingat gara - gara Liu Ting lah sekte mereka berperang, rasanya hukuman yang diterima Liu Ting pun sangat pantas!
Kematian Liu Ting menjadi pukulan terbesar bagi Sekte Naga Emas atas kelalaian yang mereka lakukan.
----------------
Pagi ini sekte Naga Emas kedatangan tamu penting, yaitu anggota Kekaisaran Tang dari selatan, yang tentu kedatangan mereka tidak sesederhana kelihatannya.
Memang benar tanpa basa basi mereka meminta bantuan sekte untuk menyamar sebagai anggota kekaisaran demi melindungi pengangkatan putra mahkota sebagai kaisar dan mencari pengkhianat yang tersebar di kekaisaran.
Sebagai sekte terkuat dari semua sekte di benua tengah, Sekte Naga Emas tentu tidak bisa menolak selagi tugas yang diminta tidak bertentangan dengan tujuan mereka.
Namun disatu waktu yang sama Kekaisaran Tianning juga memohon pertolongan karna kerajaan mereka terus diserang bandit kalajengking hitam yang lumayan kuat, hal inilah yang menjadi kebingungan sekte naga emas karna orang - orang mereka harus segera dilatih sebelum menghadapi perang terbesar diwaktu yang akan datang, mengarahkan murid sekte lain sungguh tidak bijak karna misi kali ini tergolong cukup tinggi.
__ADS_1
Sedangkan Tujuh Halilintar Emas yang kini berganti nama menjadi Enam Api Emas juga tengah disibukkan melatih murid luar, beberapa dari mereka pun sedang melakukan kultivasi tertutup untuk menerobos ke tingkat yang lebih tinggi.
Mengingat misi yang lumayan berat, Sekte Naga Emas harus merelakan kembali Meilan bersaudara yang mengajukan diri untuk menyelesaikan misi.
Misi kelas D yaitu memusnahkan bandit kalajengking hitam yang sangat banyak, misi yang tergolong tinggi akan di ambil oleh Han Bao, Tangyin, Ling An, Tian Ye, Hong Bai dan Mo Yan.
Misi kelas S yaitu mencari pengkhianat di kekaisaran Tang dan juga memastikan kesalamatan Putra Mahkota sampai pengangkatan selesai, misi tersulit karna mendapat dua tugas tingkat tinggi yang dikerjakan Li Meilan, Li Chici, Li Mei, Baojin, Niex, Zilong, Lyan, Layn, Miho, Ming, Lang, si kecil Lingbo dan Xiao An.
Awalnya mereka sempat mendapat penolakkan dari kekaisaran selatan karna kehadiran Lingbo dan Xiao An justru akan membahayakan, namun setelah melihat kultivasi kedua anak kecil itu mereka hanya bisa ternganga karna di umur mereka yang masih tujuh tahun sudah terbilang sangat kuat, bahkan mereka jenius sekali melihat anak sebaya mereka seharusnya masih bermain.
"Misi kali ini hadiah kontribusinya sangat besar, bahkan jika berhasil kalian akan diberikan kesempatan untuk kegudang harta kekaisaran!" ucap salah satu utusan dari Kekaisaran Tang tegas yang hanya diangguki Meilan dkk.
"Kita akan berangkat malam ini, segera siapkan keperluan yang ingin kalian bawa! Saya dan yang lain akan menunggu di depan gerbang sekte?"
"Ya!" jawab Zilong singkat, sebenarnya mereka malas untuk memgerjakan misi yang berkaitan dengan kerajaan, kekaisaran dan sebagainya mengingat perilaku mereka yang kadang tidak sopan dan sok berkuasa. Tapi lagi lagi karna ucapan Pan yang mewajibkan mereka untuk menerima misi kedaerah selatan karna disana menyimpan sesuatu yang begitu besar, menurut penelusuran Pan yang tidak pernah salah memperkirakan sesuatu.
Satu persatu dari mereka bergegas pergi meninggalkan tempat setelah mengucapkan terima kasih kepada sekte Naga Emas yang mau mengulurkan tangan meski bukan satu wilayah.
Alasan mereka tidak meminta bantuan di sekte selatan karna menurut mereka setiap sekte sudah disusupi pengkhianat yang sampai sekarang tidak mereka ketahui siapa.
"Ya, sebetulnya akupun lapar. Xiao An bersedia membantu kakak memasak untuk saudara kita?" tanya Meilan lembut.
"Ya, Yeayyy Xiao An bersedia kakak, ayo ayo!!" tarik Xiao An menuju dapur.
Xiao An dan Meilan berkutat didapur dengan santai sedangkan saudara saudari mereka sibuk mempersiapkan hal penting yang harus dibawa untuk dikekaisaran nantinya, mereka tidak tahu berapa lama akan menyamar sampai misi selesai.
Hidangan yang cantik dan sederhana telah tersaji dimeja makan ruang utama di paviliun mereka, aroma kuat dari Ramen dan Dimsum yang dimasak Meilan segera menarik saudara saudarinya untuk berkumpul disatu tempat, yaitu MEJA MAKAN!
Dengan cepat mereka sudah berkumpul mengelilingi meja yang terdapat Bakpao cantik beraroma sangat manis, tanpa sadar air liur Lingbo menetes mengenai tangan Baojin yang membuat mereka berkelahi karna kelakuan Lingbo yang sangat jorok dan tak tau tempat.
__ADS_1
"Kalian ini jangan seperti anak kecil, cepat makan dan setelah itu mandi. Kita tidak mempunyai banyak waktu, malam sebentar lagi akan tiba!" titah Meilan melototi Lingbo dan Baojin yang terus berdebat.
"Huhhh baiklah baiklah, selamat makan semua!!" teriak Lingbo tanpa memikirkan orang disekitarnya sudah kesal mendengar suara cemprengnya!
"Ahh entah kenapa masakan Kakak Mei selalu enak dan tentunya membuatku puas karna bisa menambah energi haha!" racau Lingbo dengan mulutnya yang penuh makanan, Niex sangat geram dengan etika Lingbo yang luar biasa bagus, dihadapan orang lain Lingbo akan bersikap dingin dan bijak tapi lihatlah dihadapan mereka Lingbo tak lebih seperti bayi yang selalu membuat mereka kesal.
"Lingbo tutup mulutmu ketika makan! Biasakan mulai hari ini karna besok kita harus menyamar menjadi anggota kekaisaran yang terhormat, ingat etika sangat dijunjung tinggi di istana atau kekaisaran, mengerti?" ucap Niex kesal.
"Ahh hahaha, tentu Kakak Niex yang galak!" seru Lingbo mengejek Niex yang wajahnya sudah memburuk menahan kekesalan.
Hanya Lingbo dan Xiao An yang selalu mengejek mereka tanpa bisa mereka balas, karna dua adik kecil mereka begitu disayang bahkan kemauan mereka akan selalu di turuti meski harus menentang surga sekalipun!
"Aku merindukan hutan iblis dan hutan bunga persik serta rumah makan lotus kita!" ucap Li Chichi tiba-tiba.
"Ya. Akupun sangat merindukan kediaman Lotus Darah kita, bahkan kita belum membawa saudara saudari kita yang lainnya untuk melihat keindahan kediaman lotus darah kita!" ucap Li Mei
"Setelah menyelesaikan misi bagaimana jika kita pulang ke kediaman Lotus Darah sekalian mengembangkan usaha kita, sepertinya kita terlalu sibuk sehingga melupakan rencana kita dari awal, entah mengapa menurutku bergabung di sekte justri sedikit menghambat perkembangan kultivasi kita! Kita selalu diawasi jika berada disekte, benarkan?" tanya Ming yang membuat mereka merenung.
Memang benar semua yang dikatakan Ming, sejauh ini tidak ada hal besar yang mereka dapatkan disekte justru sebaliknya, mereka hampir kehilangan dua adik kecil kesayangan mereka.
Mungkin mereka tidak harus bergabung ke sekte, karna tanpa bergabungpun mereka akan tetap membantu jika nantinya terjadi hal yang tidak diinginkan dibenua mereka.
"Ya. Setelah kupikirkan yang diucapkan Kakak Ming sangat benar, sepertinya misi kali ini menjadi misi terakhir kita sebelum keluar dari sekte, namun aku tidak akan memaksa saudara saudari lainnya ikut bersama kami meninggalkan sekte!" ucap Meilan.
"Adik Mei kau yakin akan keluar dari Sekte Naga Emas?" tanya Han Bao.
"Ya Kakak, tidak hanya Sekte Naga Emas aku juga akan keluar dari Sekte Singa Awan dan fokus untuk melanjutkan rencana kami dari awal, bagaimana dengan kalian?" tanya Meilan.
Mereka terdiam memikirkan sejenak namun tak satupun dari mereka ingin berpisah.
"Aku juga akan keluar mengikuti keluarga kecilku!" ucap Han Bao sungguh - sungguh yang diikuti lainnya.
"Baiklah, kita sepakat setelah menyelesaikan misi terakhir ini kita akan keluar dari sekte dan mengembangkan bisnis serta rencana awal kita, oke?" seru Li Chichi senang.
__ADS_1
"Oke!!!!" teriak mereka yang mulai memahami sedikit bahasa modern setelah diajari Meilan dkk.
Hai, jangan lupa like ya dan coment thankyou🖤