
Pertarungan dihentikan sementara, untuk memastikan kebenaran dari Meilan yang dirumorkan Guardian Terakhir atau kunci dari segala takdir.
Ketujuh Guardian berdiri kokoh ditengah arena utama Organisasi Seven Guardian, tangan mereka terangkat keatas menggambar pola unik dan rumit. Tujuh sinar cahaya terpancar menjadi satu membentuk pola seluruh Beast Spirit Ilahi dan Spirit Legenda Yang Agung, keadaan disekitar menjadi hening terdiam menyaksikan Mahakarya terindah yang pernah mereka saksikan sepanjang waktu mereka hidup, dengan bersatunya tujuh cahaya sudah dipastikan bahwa Meilan memang Guardian Terakhir, dengan ini Pagoda Takdir akan terbuka pada waktunya!.
***********
Paginya pertandingan terakhir kembali dilanjutkan, saat ini ditengah arena berhadapan dua gadis yang satu sangat cantik lainnya tidak cantik namun sangat angkuh dan sombong.
"Menyerahlah, meski kau salah satu Seven Guardian kekuatanmu tetap saja dibawahku haha," ucap Ahn Bai Yu menatap Meilan rendah.
Meilan hanya diam sambil menunggu pertandingan hidup dan mati dimulai.
"Pertandingan hidup dan mati pertama kali segera dimulai, silahkan!" teriak seorang senior wanita dari murid dalam.
Sebenarnya Meilan sudah mengetahui Ahn Bai Yu takut kepadanya, namun karna ego yang terlalu tinggi Ahn Bai Yu tetap bersikap sombong agar ketakutannya tidak terlihat.
Meilan juga bukan orang yang baik, yang akan memaafkan begitu saja! Meilan bukan orang yang seperti itu, siapapun yang mengganggu dia dan semua orang terdekatnya maka bisa dipastikan mereka tak akan melihat hari esok.
Salah Ahn Bai Yu sendiri karna meremehkan lawan bahkan menghina lawannya sebelum mencari tau kekuatan dari lawan, jadi jika nanti Ahn Bai Yu mati maka jangan salahkan dirinya berbuat begitu!
Sekali lagi sepasang pedang persik yang sangat indah telah berada digenggaman tangan Meilan, angin berhembus cukup kencang menambahkan kesan yang sangat indah, semua tatapan menuju kearah Meilan dengan kagum. Bukan hanya kuat, Meilan bahkan sangat amat cantik.
Ditengah keterdiaman semua orang, Li Mei, Li Chichi, Tangyin dan Ling An mengembalikan suasana kesemula bahkan sekarang menjadi riuh karna selama ini mereka tertutupi.
"Kakak semangat!!!"
"Adik semangat!!"
Teriak keempatnya tanpa malu, lagi mereka terkejut kecantikan - kecantikan dihadapan mereka ternyata berhubungan dengan takdir pula karna diramalan tertuliskan "Bahwa sang penerus atau guardian terakhir akan bersama orang - orangnya yang juga menjadi kunci perang akhir didunia atas ini."
__ADS_1
Meilan mengangguk dengan senyum manis dibibirnya memberikan kesan manis.
Ahn Bai Yu menyerang Meilan dengan kekuatan penuhnya, Meilan menatap santai mengarahkan ujung pedangnya menciptakan element es yang sangat kuat dan menindas.
Sepasang Pedang Persik yang berada digenggaman tangan Meilan mengeluarkan aura dan kekuatan yang sangat tajam,
Tepat berjarak seratus meter, pedang Meilan mengeluarkan kekuatannya mengarah Ahn Bai Yu yang langsung jatuh terduduk memuntahkan darah disekitar bibirnya.
Wajah Ahn Bai Yu tak luput dari ujung pedang Meilan yang tanpa diperintah melukai wajah Ahn Bai Yu cukup dalam.
Meilan dengan angkuh berjalan menuju Ahn Bai Yu yang keadaannya sangat mengenaskan, benarkan hanya satu serangan saja Ahn Bai Yu yang sombong dan angkuh sudah tak berkutik.
Semua orang menghela nafas, ternyata benar Sang Guardian terakhir sangatlah kuat, bahkan menumbangkan salah satu ranking lima besar murid luar hanya seperti semut baginya.
Ahn Bai Yu menatap Meilan benci, selain karna malu dirinya merasa kesal karna sekarang semua perhatian beralih pada Meilan.
Meilan menatap tajam kearah Ahn Bai Yu yang menyebut dirinya JAL*NG!!! kata yang paling dibenci Meilan, aura membunuh dengan sendirinya menguar dari tubuh Meilan bahkan para senior tidak berkutik karna mereka tidak ingin mencampuri urusan orang lain.
"Siapa yang kau sebut JAL*NG nona???" tanya Meilan menekan kalimat jal*ng dengan matanya terus menatap tajam kearah Ahn Bai Yu.
"Kau JAL*NG sama seperti ibumu, buah jatuh tidak jauh dari pohon bukan?" habis sudah, Ahn Bai Yu membawa orangtua Meilan sudah dipastikan tak ada kata maaf untuk Ahn Bai Yu.
Zilong dan yang lainnya mengepalkan tangan kuat menaham emosi yang sebentar lagi akan meledak.
"Hahaha, tau apa kau jika ibuku seorang jal*ng?!!" teriak Meilan mencengkram leher Ahn Bai Yu kuat.
"Hukhhh, kau dan ibumu hukhh adalah jala-" belum sempat Ahn Bai Yu melanjutkan ucapannya, Meilan tanpa ampun mematahkan leher Ahn Bai Yu.
Sepersekian detik, Ahn Bai Yu mati mengenaskan dengan leher yang patah bahkan mungkin lehernya hancur.
__ADS_1
Meilan masih menatap tajam ke tubuh Ahn Bai Yu yang sudah terbujur kaku, tangannya membuat gerakan rumit menghadirkan Api Surgawi yang langsung menuju kearah jasad Ahn Bai Yu, tak lama jasad Ahn Bai Yu menjadi debu hangus terbakar bersama Api ditangan Meilan.
Kejadian satu hari yang sangat mendebarkan, kali ini Meilan dianugerahi posisi Guardian Ketujuh, memimpin Red Water seperti yang sudah ditentukan.
Hanya dalam beberapa hari yang tadinya Meilan bersaudara bukan siapa - siapa kini menjadi sangat disegani oleh semua orang, kebenaran tentang Guardian Terakhir yang paling hebat, tanpa belas kasih dan kejam tersebar dengan cepat.
Kabar kehebatan Meilan menghancurkan Ahn Bai Yu dalam sekali serangan ikut terbawa, kini mereka memiliki posisi tersendiri disetiap orang yang sebagian menganggap Meilan pahlawan karna telah membunuh Ahn Bai Yu yang sudah banyak memperlakukan orang lain seperti sampah, ada yang menganggap Meilan sebagai saingan yang harus dimusnahkan dan banyak yang menjadi kagum karna kecantikan dan kehebatan Meilan.
Kabar tentang Saudara Saudari Meilan yang hebat dan kuat juga tersebar, dalam beberapa hari yang ingin bergabung dalam naungan Meilan menjadi sangat banyak bahkan beberapa dari naungan Guardian lainnya memilih untuk keluar dan mengikuti seleksi masuk kedalam kelompok Red Water hal ini tentu menimbulkan ketidaksukaan bagi kelompok yang orang - orangnya banyak berkurang, namun sekali lagi Ketua Organisasi dengan keras menyatakan dirinya akan berada dibelakang Red Water secara 'khusus' yang berarti kedudukan Meilan bersaudara akan sangat dihormati layaknya Pendiri Organisasi sendiri.
***********
"Tak ku sangka dimanapun aku berpijak takdir besar tetap menimpaku,"ucap Meilan frustasi.
"Adik tenanglah ada kami yang selalu bersamamu!" ucap Miho menenangkan.
"Kau benar, hidup dan mati kami hanya bersamamu adik," ucap Long Di penuh tekad yang diangguki mereka semua.
"Terimakasih, kalian selalu bersamaku meski aku selalu membawa banyak masalah untuk kalian," ucap Meilan menunduk sedih.
"Hey adikku yang manis jangan bersedih, takdir kita ini terikat jadi jangan menganggap dirimu sebagai pembawa masalah, karenamu kita bisa bersama seperti ini, selalu ingat kalau kami menyayangimu lebih dari nyawa kami, oke?" ucap Lang panjang lebar sambil mengusap puncak kepala Meilan lembut.
Meilan tersenyum mendapat kehangatan dari keluarga kecilnya, dalam hati mereka bersumpah akan saling menjaga hingga akhir hayat.
"Kurasa aku merindukan dunia tengah, mungkin beberapa hari yang akan datang kita bisa berkunjung kesana, bagaimana?" tanya Lyan yang diangguki mereka antusias.
Mereka tentu sangat merindukan dunia tengah, dunia dimana mereka bertemu dan bersumpah menjadi keluarga yang hangat seperti sekarang.
Yo jangan lupa dukungannya oke? btw gw tanggal 16 udah uts jadi mungkin selama satu minggu nggak up tapi kalo ada waktu luang gw tetap nulis kok, thankyou🖤🖤
__ADS_1