Li Meilan

Li Meilan
Kabar Bahagia


__ADS_3

Pikiran mereka menuju satu hal? muntah? mudah kelelahan? emosi? aneh? dan manja? sudah dipastikan Nyonya mereka....????


Sayang sekali Sang Penguasa bukan orang yang peka terlebih menyangkut hal 'itu' termasuk Sang Nyonya juga tidak terlalu peka dengan keadaan yang terjadi.


Saat ini para pelayan maupun koki semuanya bahagia, ini kabar bahagia bukan? batin mereka penuh suka cita menatap kedua pasangan yang sangat intim didepan mereka.


**************


Beberapa tabib terbaik dipanggil ke kediaman White Jade dengan tergesa, Meilan terbaring diatas tempat tidur ditemani Mo Tian Yue yang menunjukan ekspresi cemas, sedangkan Zilong dkk masih berada di acara lelang.


Tabib yang datang segara menuju kamar Sang Penguasa, berhati - hati memeriksa Sang Nyonya.


Satu persatu tabib memeriksa, total ada enam tabib yang di undang dan memiliki satu berita yang sama, berita bahagia yang selalu ditunggu - tunggu oleh pasangan suami istri.


Kabar bahagianya, Sang Nyonya tengah mengandung penerus dari Sang Penguasa! Setelah dipeeiksa denyut nadi, ada kehidupan lain yang sedang tidur damai didalam perut Meilan bahkan diperkirakan ada lebih dari satu kehidupan!


Mo Tian Yue melongo sejenak mendengar kabar bahagia itu sedangkan Meilan tersenyum penuh suka cita mengetahui saat ini ada beberapa nyawa didalam perutnya yang sedang tumbuh.


"Yang Mulia, hamba dapat meyakini bahwa Yang Mulia Nyonya Penguasa saat ini sedang mengandung penerus anda, selamat Yang Mulia!!" ucap salah satu tabib meyakinkan di ikuti tabib lainnya.


"Ya, Yang Mulia selamat atas calon penerus anda!Diperkirakan usia 'mereka' saat ini baru menginjak sepuluh hari dan masih sangat rentan. Hamba dan tabib lain akan memberikan herbal untuk memperkuat kandungan Yang Mulia Nyonya!"


"Selamat Yang Mulia!!!"


"Yang Mulia untuk asupan Nyonya kami akan memberikan resep terbaik agar calon penerus tumbuh sehat dengan ibunya,"


"Kabar bahagia, kabar bahagia! Nyonya tengah mengandung!" teriak para pelayan dan koki yang mendengar ucapan tabib dari luar kamar.


"Terima Kasih tabib, saya menunggu herbal anda dan tolong rahasiakan kehamilan saya untuk sesaat dari luar hingga nanti kami sendiri yang akan mengumumkan!" ucap Meilan tegas sehingga suaranya terdengar dipenjuru dan langsung di turuti oleh mereka yang mengetahui kabar baik itu.


"Sudah tugas kami Yang Mulia, hamba dan tabib lain bersumpah akan merahasiakan hal ini dari dunia luar, Yang Mulia tolong jaga kesehatan anda dan makan secara teratur lebih banyak lebih baik karena anda berbagi khasiat dengan para calon penerus," ucap Kepala Tabib penuh pengertian.


"Tentu, Kepala Tabib tolong menyusahkan untuk membagi sedikit kebahagiaan ini pada anda semua," ucap Meilan menunjuk satu peti berisi koin emas yang diterima dengan senang hati oleh para tabib.


Mo Tian Yue masih diam menerima kabar bahagia itu sehingga Meilan mengambil inisiatif, setelah berbincang sedikit kini kamar Meilan telah sepi semua pelayan di liburkan untuk hari ini.


Di kamar yang megah keduanya tersenyum bahagia, terlebih Mo Tian Yue yang tidak menyangka buah cinta mereka saat ini tengah tumbuh diperut sang istri tercinta.


"Sayang mereka didalam," ucap Mo Tian Yue penuh suka cita sambil mengelus lembut dan sesekali membenamkan wajahnya diatas perut Meilan yang masih datar.


"Ya, mereka disini dan akan terus tumbuh," ucap Meilan lembut menatap sang suami yang terus mencium perutnya bahkan tak mau beranjak sesentipun dari sana.


Sungguh permandangan yang sangat mengharukan.


"Beberapa bulan kedepan mereka akan hadir melengkapi keluarga kecil kita, kalian sehat dan kuat disana," ucap Mo Tian Yue.


"Yah, mereka pasti sehat dan akan lahir didunia ini menemani kita!" ucap Meilan.


"Aku akan memberikan kabar bahagia ini pada Ayah dan Ibu Mertua serta Kakek dan Nenekmu?"


"Tentu, segera kabari mereka kita akan membuat pesta kecil,"


"Saudara saudarimu pasti sebentar lagi akan mengetahui ada kehidupan lain di dalam dirimu jadi kita tidak perlu memberitahu,"


Jelas bagi Zilong dkk yang sudah mengikat kontrak pada Meilan akan mengetahui ada kehidupan lain di dalam diri Meilan, hanya mereka belum menyadari karena keberadaan calon penerus masih sangat lemah.

__ADS_1


Tak lama muncul Zilong dkk yang menunjukan berbagai ekspresi, tanpa izin mereka langsung memasuki kamar Meilan dan Mo Tian Yue.


Mendapati Mo Tian Yue yang tengah mengelus perut Meilan, perasaan mereka semakin kuat bahwa kesayangan mereka pastilah sedang mengandung!


"Hahaha sebentar lagi aku akan menjadi bibi!" teriak Chichi girang.


"Ya ya ya, kita akan menjadi bibi," ucap Li Mei lembut.


"Wah aku akan menjadi paman!" ucap Miho menghampiri Meilan.


"Adik selamat atas kehamilan anda!"


"Kau harus istirahat lebih banyak, kami sebentar lagi akan menyelesaikan misi dan bebas dari Black Knight jadi kita akan tinggal disini bersamamu dan menjaga calon pewaris kecil!"


"Meilan selamat atas kehamilan anda!" ucap Arthur.


Arthur, Edward dan Regan akan tetap di Black Knight Empire karena mereka memilih untuk pindah disana, Zilong sendiri pernah beberapa kali mampir ke klannya untuk menyapa keluarganya namun tetap memilih mengabdi pada Meilan sampai mati.


"Wow adik sebentar lagi White Jade akan ramai!" ucap Long Di senang.


"Jaga istriku!" titah Mo Tian Yue mengecup puncak kepala Meilan lalu pergi.


"Kemana saudara ipar?" tanya Lang penasaran.


"Menjemput Ayah, ibu, kakek dan nenek tentu saja!" jawab Meilan.


"Akan ada pesta, maka serahkan pada kami!" ucap Lyan senang.


"Tidak, kita akan membuat pesta ini bersama," ucap Meilan tak suka berdiam diri tanpa melakukan apapun.


"Lihatlah dirimu masih lemah! Terlebih kau harus menjaga beberapa penerus kecil, jadi jangan keras kepala hanya berbaring disini kami akan menyelesaikan sisanya atas intruksimu!" ucap Pan tegas.


"Dengarkan Kakak Pan, kau tidak di izinkan membantu!" ucap Layn.


"Ya, adik hanya perlu istirahat menjaga penerus kecil!" ucap Long Da menasihati penuh perhatian.


"Ya ya ya baik, aku disini dan kalian menyelesaikan pesta kecil kita!" ucap Meilan kesal.


"Chichi tetap disini untuk menjaga kakakmu Meilan yang keras kepala ini!"perintah Ming.


"Tidak perlu, kurasa sebentar lagi saudara ipar akan kemari jadi biarkan dia yang menjaga istrinya yang pembangkang ini!" ucap Niex tertawa menarik saudara saudarinya menuju dapur khusus mereka.


Memang benar tak lama Mo Tian Yue memasuki kamar dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya membuat para bawahannya bergidik takut memandang perubahan Sang Penguasa.


"Sayang, mereka akan tiba malam nanti karena saat ini mereka sedang mengadakan rapat di Kediaman Li dan seperti keinginanmu tidak ada yang tau selain mereka dan kita," ucap Mo Tian Yue mengangkat hanfu Meilan memperlihatkan perut datar istrinya.


"Hey jangan diangkat aku malu," cicit Meilan memerah.


"Tidak biarkan seperti ini, cuppp cupp cupp," kecupan bertubi - tubi diatas permukaan perut Meilan, kecupan penuh cinta dan kasih sayang dari Mo Tian Yue.


"Benar, aku tidak menyangka secepat ini akan hadir penerus kecil didalam perutmu,"


"Yahh ku kira aku juga masih bisa berpetualang bersama saudara saudariku namun mereka hadir dan rasanya sangat membahagiakan melebihi apapun!"


"Sangat membahagiakan, aku pun mengira kita akan bertemu dalam waktu yang sangat lama karena untuk terpilih naik kedunia ini tidaklah mudah tapi ternyata kalian sangat mampu, namun aku juga menyesal bahwa keluargamu yang lain belum bisa menerima kebahagiaan kita," ucap Mo Tian Yue menyesali.

__ADS_1


"Yah aku merindukan mereka semua, terlebih Xiao An Lingbo, Rong Baojin, Saudara Han, Saudari Ling, Saudari Tangyin, Saudara Ye Tian, Saudara Mo Yan dan Saudara Hong Bai hiksss," tangis Meilan menyesal.


"Istri jangan menangis, yakinlah suatu saat mereka akan kemari atau kita yang akan kesana," ucap Mo Tian Yue memeluk wanitanya erat.


"Yah, perasaanku mengatakan tak lama lagi mereka mampu ke duniamu ini hikss hikssss!"


"Lalu yakinlah, jangan menangisi mereka kita harus bahagia menyambut para penerus kecil ini, oke?"


"Ya, tapi aku ingin sesuatu?" ucap Meilan girang menatap Mo Tian Yue dengan tatapan manjanya.


Mo Tian Yue tertegun menatap wanitanya yang sangat manja, sungguh ia tak tahan namun harus ditahan hingga waktu yang ditentukan peringat tabib beberapa saat lalu.


"Istriku ingin apa? aku janji akan memenuhi apapun keinginanmu dan buah hati kita,"


"Emm itu aku takut kamu marah?" ucap Meilan lucu, Mo Tian Yue sangat tidak tahan dan menyerang bibir istrinya ganas hingga keduanya nyaris kehabisan nafas.


"Enghhh lepas lepas!" kesal Meilan.


"Ah maaf sayang aku berlebihan, ayo katakan apa yang kamu inginkan hmm?"


"Huhh, kamu ambilkan buah persik dibelakang kediaman kita!" perintah Meilan.


Mo Tian Yue dengan senang hati memanggil bawahannya dan memerintahkan mereka untuk mereka untuk mengambil buah persik yang telah matang sempurna.


"Baik Yang Mulia segera akan kami panen semua buah persik!"ucap para bawahan Mo Tian Yue ingin pergi namun dihentikan Meilan.


"Bukan, bukan kalian!"bentak Meilan kesan menarik kerah Mo Tian Yue yang saat ini pasrah diseret sang istri menuju belakang kediaman.


Sepanjang jalan, semua pelayan dan bawahan Mo Tian Yue maupun para black knight bayangan menatap Sang Penguasa dengan prihatin, semua orang yang berada di kediaman White Jade adalah kepercayaan Mo Tian Yue jadi mereka mengetahui bahwa sang nyonya tengah mengandung.


Sesampainya didepan taman bunga persik, bahkan Zilong dkk juga telah berkumpul untuk menyaksikan permandangan langka dimana biasanya saudara ipar mereka sangat dingin dan berwibawa sedang diseret tak berdaya oleh seorang wanita kecil kesayangan mereka!


"Aku.ingin.kau.yang.mengambil.persik.itu.langsung.diatas.pohon!" ucap Meilan mengeja setiap kata dengan tegas.


Semua orang melongo mendengar permintaan ajaib Meilan namun tak ayal mereka juga senang dan mengejek, kapan lagi Sang Penguasa begitu tak berdaya dan memanjat pohon? hahaha!


"Hahaha, saudaraku selamat memanjat pohon persik itu!" semangat Zilong mengejek Mo Tian Yue di ikuti saudara saudari Meilan yang lain.


"Haha, sungguh lucu saudara ipar harus memanjat pohon itu!"


"Semangat saudara ipar!!"


"Cepat!!! Panjat pohon itu tanpa kekuatanmu, dan ambil setiap buah persik yang berada dipuncak untuk ku! semua pohon yang ada dihalaman ini!" perintah Meilan tak bersalah.


"Sayang maksudmu aku memanjat sepuluh pohon ini tanpa kekuatanku?" tanya Mo Tian Yue horor.


"Sialan sialan adik kau luar biasa!" ucap Niex merangkul Meilan senang.


"Hoho, saudara cepat lakukan kami akan menontonmu!" ucap Chichi.


"Ya, ambil buah persik itu, mereka ingin memakannya," ucap Meilan sedih sambil mengelus perutnya menampilkan wajah memelas.


Mo Tian Yue tertegun sesaat dan menjauhkan tangan Niex dari pundak sang istri, ia melototi saudara saudari Meilan dengan kesal lalu beranjak membawa sang istri duduk diatas kursi empuk dan perlahan menaiki semua pohon persik, total ada sepuluh buah persik matang yang sangat besar dan cantik diberikan langsung pada sang istri yang ternyata sudah tidur pulas?


Wajah Mo Tian Yue sangat tidak senang dan penuh ketidak berdayaan menatap wanitanya yang bergelung diatas kursi bersandar dipelukan Chichi.

__ADS_1


Penampilan Mo Tian Yue sangat kacau, hanfunya kotor dengan dedaunan dan wajahnya sangat kusut siapapun yang melihat akan tertawa dan kasihan termasuk Zilong dkk.


Jangan lupa untuk coment dan like ya thankyou🖤


__ADS_2