Li Meilan

Li Meilan
Penyusup Misterius


__ADS_3

Mo Tian Yue tertegun sesaat dan menjauhkan tangan Niex dari pundak sang istri, ia melototi saudara saudari Meilan dengan kesal lalu beranjak membawa sang istri duduk diatas kursi empuk dan perlahan menaiki semua pohon persik, total ada sepuluh buah persik matang yang sangat besar dan cantik yang akan diberikan langsung pada sang istri yang ternyata sudah tidur pulas?


Wajah Mo Tian Yue sangat tidak senang dan penuh ketidak berdayaan menatap wanitanya yang bergelung diatas kursi bersandar dipelukan Chichi.


Penampilan Mo Tian Yue sangat kacau, hanfunya kotor dengan dedaunan dan wajahnya sangat kusut siapapun yang melihat akan tertawa dan kasihan termasuk Zilong dkk.


Dengan pasrah Mo Tian menggendong wanitanya untuk tidur dikamar namun Meilan terbangun oleh suara ribut diluar gerbang kediaman.


"Yang Mulia Yang Mulia ada penyusup!"


"Biarkan kami masuk untuk melaporkan!"


"Kalian menjauh!" begitu banyak suara teriakan yang sangat menganggu Meilan.


Wajah Sang Penguasa sangat tidak enak untuk dipandang, kemarahan sangat jelas terlihat dari pancaran aura yang akan meledak kapan saja.


Sungguh berani orang - orang tak berguna menganggu istri dan anaknya yang sedang tertidur!


"Enghhhh begitu ribut diluar, mengapa?" tanya Meilan menurunkan dirinya dari gendongan sang suami.


"Kita akan melihat,"jawab Mo Tian lembut.


Segera mereka mendekati gerbang untuk mencari tau sumber keributan.


Diluar gerbang terlihat puluhan pria maupun wanita yang terlihat emosi sekaligus panik, namun melihat kedatangan Mo Tian dll mereka menjadi diam dan ketakutan karena aura yang sangat menindas.


"Bicara!" satu kata dari Mo Tian Yue, segera salah satu diantara kerumunan berdiri memaksakan keberaniannya untuk menjelaskan maksud kedatangan mereka.


"Hormat kami Tuan dan Nyonya Penguasa, kedatangan hamba telah menganggu ketenangan Yang Mulia hamba memohon untuk dimaafkan, kami kemari untuk melaporkan bahwa ada penyusup yang memasuki setiap kediaman keluarga besar yang tidak kami ketahui identitas mereka, mereka sangatlah misterius bahkan beberapa terlihat masih di umur yang muda. Kami berpikir bahwa mereka adalah orang baru yang naik kedunia kita, keberadaan mereka sangat sulit untuk dilacak!"


"Benar Yang Mulia, sampai saat ini kami tidak tau dimana mereka berada seperti ada benda yang bisa menutupi keberadaan mereka, kami bisa melihat jumlah mereka tidak lebih dari sepuluh orang namun mereka cukup cerdik untuk menyusupi kediaman - kediaman kami," terang seorang wanita menatap Mo Tian Yue lembut.


Meilan bersaudara saling memandang, merasa bahwa ada yang aneh dengan cara beberapa orang itu menyusup tekniknya terasa sangat tidak asing bagi mereka.


Seolah mengerti apa yang mereka pikirkan satu sama lain, sudut bibir mereka menekan sebuah senyum aneh dan perasaan dihati mereka sangat tidak senang namun penuh harapan mendengar cerita tentang penyusup.


"Kau bilang mereka tak lebih dari sepuluh orang bukan? ceritakan lebih jelas!" perintah Meilan tegas.


Gadis yang menceritakan hanya menatap sinis kearah Meilan sesaat sebelum menatap Mo Tian Yue kembali penuh kasih.


"Yang Mulia tolong bantu hamba, hamba sangat takut pada para penyusup itu hikss," tangis sang gadis pecah yang mengundang banyak tatapan aneh dari semua orang.


Siapakah gadis yang bersikap menggoda dan tak tau malu didepan mereka? apakah gadis itu tak tau bahwa yang bertanya tadi adalah Sang Nyonya Penguasa? sungguh sial gadis didepan mereka batin semua orang menatap gadis tersebut iba dan sedikit jijik.


Meilan mengerinyit kesal, bukankah gadis didepannya sangat berani? ia bertanya namun diabaikan parahnya gadis didepan malah bersikap manja pada suaminya? bahkan sang suami hanya diam dihadapkan dengan drama murahan didepannya.


"Saya memerintah anda untuk menjelaskan namun anda berani mengabaikan saya?" tanya Meilan shock.


Gadis yang masih berdiri di depan Mo Tian Yue sekali lagi memandang Meilan acuh tak acuh bahkan terlihat tatapan matanya menilai remeh.


Zilong dkk saling menatap penuh semangat, sebantar lagi akan ada perang dingin haha!


"Wow adik dia mengabaikanmu bahkan menggoda suamimu dan suamimu juga sepertinya tidak keberatan,"ucap Miho bertelepati pada Meilan.


"Yah, kurasa suamimu sudah bosan terlebih sepertinya berat badanmu bertambah karena terlalu banyak makan! mungkin adik tidak menarik lagi haha," provokasi Ming sok polos.


"Jangan dengarkan omong kosong mereka!"ucap Niex melotot namun Meilan sudah termakan cuka dan memandang tubuhnya yang sepertinya memang bertambah gemuk? pantas saja suaminya hanya diam mungkin sekarang ia tidak lagi menarik.

__ADS_1


Menatap Mo Tian Yue yang juga menatapnya, kedua bola mata Meilan yang indah mulai berkaca - kaca yang membuat siapapun bingung termasuk Mo Tian Yue hanya Zilong dkk yang mengetahui apa alasan dibalik kejadian yang sebentar lagi akan terjadi.


"Kau hanya diam melihat dia mengabaikan aku?!" bentak Meilan yang membuat Mo Tian Yue terperangah begitupun para rakyat dan para Black Knight yang berjaga.


Tidak menunggu jawaban Mo Tian, Meilan mengangkat tangannya untuk menarik gadis yang sedanh kecentilan pada suaminya.


"Kau tau siapa yang sedang kau abaikan saat ini?!!" ucap Meilan pelan namun penuh dengan ancaman disetiap nada suaranya.


Gadis yang dicengkram Meilan terdiam gugup tanpa bisa melindungi dirinya, kekuatan Meilan cukup untuk membuat gadis kecentilan itu mati hanya dalam satu kali pukulan.


"K-kau si-siapa? le-lepaskan a-aku!" ucap gadis itu.


"Aku? aku siapa?" tanya Meilan melirik Mo Tian Yue yang masih tidak peka.


Mo Tian Yue mengangkat bahunya pertanda tidak akan ikut campur apapun yang ingin dilakukan wanitanya pada gadis yang dari awal tak pernah ia anggap kehadirannya, namun sikap acuh Mo Tian malah disalah artikan.


Zilong dkk menggeleng pasrah bahkan para rakyat maupun black knight sudah memahami bahwa nyonya mereka sedang memakan cuka dan ingin diperhatikan.


Meilan sekali lagi menatap Mo Tian Yue untuk memastikan bahwa suaminya memang tak ambil bicara!


Tanpa kata Meilan melonggarkan cengkraman tangannya, berbalik memasuki kediaman mereka dengan mata sembab menahan tangis yang akan segera tumpah.


Li Mei dan Li Chichi bergegas mengikuti Meilan yang sedang emosi dan cemburu.


Wanita hamil memang lebih sensitif dan emosinya sangatlah tidak bisa dikendalikan begitu merepotkan batin keduanya mengejar wanita hamil yang sedang cemburu.


Pan mendekati Mo Tian Yue, membisikan beberapa kalimat yang sukses membuat jantung Mo Tian Yue berpacu khawatir.


"Kau terlalu tidak peka, adikku cemburu karena kau tidak berbicara untuknya bahkan gadis centil didepanmu dari tadi juga mengabaikan pertanyaannya justru menatapmu penuh kasih! Menjadi lelaki harusnya kau paham terlebih istrimu sedang mengandung saat ini emosinya sangat tidak terkontrol dan ia juga tidak percaya diri pada tubuhnya yang terlihat lebih berisi kata seseorang!" bisik Pan melirik tajam pada Ming dan Miho yang tadi menggoda adik mereka.


Mo Tian Yue bergetar mendengar bisikan iparnya, untuk saat ini ia sangat menyalahkan dirinya karena tidak mampu menjadi suami yang pengertian.


"Baik Yang Mulia, terima kasih atas kemurahan hati anda!" ucap mereka bersamaan.


Di paviliun teratai yang sangat indah berhadapan langsung dengan kolam berbagai jenis Ikan hias yang cantik, terlihat seorang wanita berdiri dengan hanfunya yang sederhana namun kecantikan yang dapat meruntuhkan satu megara terlihat sangat jelas diwajah mungilnya yang saat ini sedang meneteskan air mata sedih.



(Ilustrasi pic by Pinterest)


Bersandar pada pohon, air mata Meilan terus keluar seolah tidak akan berhenti jika tidak ada yang bisa menghentikan.


Mo Tian Yue semakin bersalah menatap istri mungilnya, semua pelayan bahkan saudara saudaei Meilan mengerti untuk meninggalkan halaman belakang memberi ruang untuk kedua insan berbaikan.


"Aku suami yang tidak berguna bukan?" tanya Mo Tian Yue lirih mengangkat dan menggenggam satu tangan mungil wanitanya yang masih sesenggukan.


"Aku memang suami yang tidak berguna, bahkan hal kecilpun aku tidak mampu justru sering menyakiti perasaanmu dan anak kita. A-aku begitu pecundang karena membiarkan air matamu menetes untuk hal yang tidak membahagiakan. Istri katakan padaku apapun hukuman yang kamu berikan aku akan menanggung semuanya!" ucap Mo Tian Yue tegas sambil membawa wanitanya duduk digazebo.


Meilan menurut tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun yang justru membuat Mo Tian Yue semakin frustasi.


"A-aku selama ini tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun kecuali kamu dan ibuku yang telah meninggal diumurku yang masih sangat muda, aku tidak terlalu memahami bagaimana menjadi seorang pria yang selalu kamu inginkan, aku terlalu buta dalam hal wanita hanya ketika bersamamu aku terus mencoba melakukan yang terbaik agar istri dan anakku selalu bahagia, namun hari ini aki justru membuat wanitaku menangis sedih. Istri katakan sesuatu aku akan menuruti apapun keinginanmu hanya jangan pernah berpikir untuk berpisah ataupun meninggalkan aku! Aku memang kuat dan penguasa didunia ini tapi aku hanya pria biasa didepanmu, pria yang akan selalu mencintaimu dan anak - anak kita!"ucap Mo Tian Yue, setetes air keluar dari mata hitam legamnya.


"Aku tidak mampu menjanjikan selalu bersamamu namun aku pasti berusaha akan disampingmu selama aku hidup meski harus melawan kehendak langit sekalipun! aku begitu mencintai wanita dipelukanku saat ini bersama anak yang ia kandung!"


Meilan tertegun mendengar semua ucapan suaminya yang begitu tulus bahkan air mata sang suami menetes di antara ceruk lehernya.


Mo Tian Yue membenamkan kepalanya menghirup aroma yang selalu menenangkan dirinya kapanpun.

__ADS_1


"A-aku hikss aku salah karena hikss mengira aku tidak lagi hikss menarik bagimu dan aku hikss cemburu!" tangis Meilan menjauhkan tubuhnya dari rengkuhan sang suami namun kekuatannya tak cukup untuk hanya bergeser sedikitpun.


Mo Tian Yue tersenyum menghapus air mata sang istri, keduanya berpelukan menumpahkan segala emosi yang terpendam dalam diri mereka juga mengalirkan kehengatan satu sama lain, satu tangan Mo Tian Yue membelai perut sang istri dengan lembut menenangkan wanitanya dan menegaskan kehediran mereka yang sangat berharga dalam hidupnya yang selama ini selalu kesepian.


"Aku selalu mencintai wanitaku, Li Meilan!"


"A-aku aku juga mencintai pria yang merengkuh diriku, Mo Tian Yue pria yang mengklaim diriku yang baru saja bertransmigrasi,"


"Yah kami saling mencintai, entah itu kamu aku dan anak - anak!"


"Aku lapar, buah persikku?" ucap Meilan polos.


Keduanya bercanda ria dihalaman belakang tanpa memperdulikan beberapa orang yang menngintip dan mendengarkan keromantisan mereka.


"Aku merasa hidup ini tidak adil! sampai saat ini mengapa aku masih sendiri?" tanya Lyan bodoh.


"Bodoh, kau tentu tidak akan mendapat pasangan jika kelakuanmu yang suka mempermainkan wanita masih terus berlanjut!" kesal Zilong.


"Wow kak kau sangat jujur," ucap Li Mei tertawa.


"Kalian! awas saja jika nanti aku memiliki kekasih dan kalian tidak aku berjanji akan mempermalukan kalian huh,"


"Hey kurasa Kakak lah yang akan memiliki kekasih duluan daripada kau yang tidak tampan!"ucap Lang tanpa beban.


"Hikss kalian membullyku! sungguh nasibku sangat tragis didepan kalian semua!"


"Cukup jangan berdrama, ada sesuatu hal yang begitu penting untuk kita diskusikan. Tinggalkan sepasang penuh cinta itu dihalaman kita keruangan sekarang!" ucap Long Da bijak yang diangguki mereka.


Disebuah ruangan megah yang banyak sekali hidangan manis maupun hidangan gurih tersaji, beberapa pria dan wanita berbincang serius mereka tak lain adalah Zilong bersaudara.


"Aku merasa penyusup itu tidak asing,"ucap Long Da membuka suara.


"Ya, tapi siapa mereka?" tanya Layn menatap saudara saudarinya satu persatu.


"Sebentar aku akan menghubungi saudara ipar mungkin dia sudah mendapat beberapa informasi dari bawahannya," ucap Zilong.


Sekitar setengah jam Zilong dan Mo Tian Yue berbicara melalui telepati hanya mendapatkan empat informasi yang tidak terlalu penting.


"Apa kata saudara ipar?" tanya Long Di penasaran.


"Ada empat informasi, dikatakan mereka berjumlah sembilan orang, dua orang masih sangat muda bahkan tergolong anak - anak, mereka memakai hanfu yang cukup aneh dan menyusup setiap kediaman seolah mencari sesuatu. Hanya itu yang kita dapatkan saat ini!" terang Zilong santai.


Mereka terdiam dalam pikiran masing - masing mencerna setiap informasi untuk menarik benang merah dibalik penyusupan yang sangat misterius.


"Ohh ada informasi tambahan, saudara ipar dapat memastikan bahwa mereka adalah orang baru yang memasuki dunia kita ini," ucap Zilong tiba - tiba.


"Aku tidak asing, jika tebakanku benar mereka adalah...." ucap Pan menggantung kalimatnya, mereka saling memandang sebuah senyum terbit dibibir semua orang karena sepertinya pikiran mereka sama dan salimg terhubung.


"Yah kurasa itu mereka," ucap Miho menyeringai santai.


Lama gak up karena masih UAS jadi mohon dimaklumin yah, kali ini up hampir 2000 kata, tebak kuy siapa 'mereka' yang dimaksud Miho atau Pan? hayooo.


-


-


Semoga yang lagi UAS dilancarkan, yang lagi kena bencana banjir, gempa dan lainnya ditabahkan amin🙏🏻

__ADS_1


Terima Kasih untuk dukungannya semoga suka up kali ini jangan lupa likenya🖤


__ADS_2