Li Meilan

Li Meilan
Sekte Singa Awan


__ADS_3

Kini Sekte Singa Awan resmi menjadi sekte aliran netral yang berdiri sendiri tanpa mengikuti perintah siapapun.


----------


Saat ini Meilan, Panatua Bai dan saudara saudarinya sedang dalam perjalanan menuju Sekte Singa Awan yang menempuh waktu selama sebulan penuh jika berkereta, tiga minggu jika menggunakan Qing gong.


Selama perjalanan menuju Sekte Singa Awan tak ada kesulitan yang berarti, kecuali saat ini mereka terjebak diantara budak yang ingin dijual belikan. Bukannya tidak melawan, namun mereka ingin mengetahui siapa tuan dari budak budak ini.


"Nona kau sangat muda dan sepertinya cantik, bagaimana kau bisa berakhir disini?" tanya seorang anak kecil yang pakaiannya terlihat sangat lusuh bahkan tubuhnya kurus sekali.


"Saat diperjalanan tadi aku dan saudara saudariku disekap lalu berakhir ditempat ini, kau sendiri kenapa sampai disini? dimana orangtuamu?" tanya Li Mei memandang simpati bocah dihadapannya.


"Orangtua ku dibunuh mereka, saat itu kami sedang dalam perjalanan menuju kekaisaran utara untuk berdagang. Namun ditengah jalan mereka menyerang kami, ibu dan ayahku mati setelah melakukan perlawanan. Awalnya aku sempat melarikan diri, tapi salah satu dari mereka pandai memanah dan ya aku terkena panah beracun!" ucap si bocah kecil pelan namun matanya tersirat kebencian yang mendalam.


"Siapa namamu?" tanya Meilan penasaran.


"Namaku Lingbo dan disebelahku ini Xiao An, kami baru saja bertemu karna Xiao An baru sampai sebelum kalian beberapa waktu yang lalu, nama kalian siapa?" tanya Lingbo polos.


"Aku Li Mei, lalu adik pertamaku Li Meilan dan adik keduaku Li Chichi, senang berkenalan dengan kalian!" ucap Li Mei mengusapkan tangannya dikepala Lingbo dan Xiao An tanpa rasa jijik sedikitpun.


"A-aku la-lapar," ucap Xioa An meringis sambil memegangi perut kecilnya.


Melihat permandangan menyedihkan dihadapan matanya, Li Chichi menangis sambil mengeluarkan beberapa mantao dari cincin ruangnya.


"Makanlah!" ucap Chichi. Tapi baik Lingbo maupun Xiao An tak berani mengambilnya, pertama karna segan dan yang kedua takut ada racunnya.


"Tenanglah tak ada racun didalamnya!" ucap Meilan mengambil alih salah satu mantao dan langsung memakannya.


Tanpa segan Lingbo serta Xiao An langsung mengambil mantao dari tangan Li Chichi dan langsung memakannya lahap. Mereka terus makan sampai menghabiskan seluru mantao yang dikeluarkan Chichi.


"Terimakasih nona semua karna berbaik hati memberikan kami makanan yang sangat enak ini, Lingbo berhutang budi pada kalian!" ucap Lingbo bersujud diikuti Xiao An.


"Tidak tidak jangan seperti ini, cepat berdiri!" ucap Chichi terus menangis melihat keadaan dua bocah beda jenis dihadapannya.


"Terimakasih nona" ucap meraka berdua dan diangguki Chichi.


"Kalian ingin keluar?" tanya Meilan tanpa basa basi.


"Apakah bisa?" tanya Xiao An yang mulai memberanikan diri bertanya.


Xiao An maupun Lingbo baru berusia enam tahun, oleh sebab itu mereka belum bisa kultivasi.


"Tentu jika kalian mau mengikutiku dan saudaraku!" ucap Meilan tenang, mendengar ucapan Meilan baik Lingbo maupun Xiao An sangat gembira, tanpa segan mereka memeluk Meilan yang kaku, pasalnya selama ini hanya orang terdekatnya sajalah yang berani memeluknya. Ada rasa hangat hinggap dihatinya, Meilan merengkuh erat mereka berdua seraya mengusap puncak kepala mereka.


"Kami bersedia mengikuti kalian, asalkan kami lepas dari neraka ini, huhuhu" ucap Xiao An menangis.

__ADS_1


"Tentu, tunggulah sebengar lagi saudaraku dan guruku akan kesini menjemput kita!" ucap Meilan tersenyum manis.


"Iya, bolehkah kami memanggil kalian kakak?" tanya Lingbo polos.


"Ya, panggil kami kakak, karna mulai saat ini dan seterusnya kalian adalah adik kami," ucap Meilan yang diangguki dengan cepat oleh yang lain.


Kini mereka saling memeluk haru tanpa sadar saudara serta gurunya memperhatikan tingkah mereka yang menggemaskan.


"Ah kenapa kalian berpelukkan tanpa mengajakku?" keluh Lang.


"Ya, kalian sungguh tega!" tambah Miho.


"Astaga naga!" ucap Meilan terkejut karna kedatangan mereka yang tiba tiba seperti hantu.


Sontak saja semua orang tertawa disana, Astaga Naga? umpatan apa itu? kenapa Zilong dibawa bawa pikir mereka lucu.


"Hahahahahaa, astaga naga, astaga naga sangat menggemaskan!" ucap Miho jahil sambil menatap wajah Zilong yang terlihat merah menahan malu, apa pula dirinya yang dibawah padahalkan dia tak tau apa apa, nasib memang begini yah? sungguh terlalu batinya nelangsa.


"Huh sudahlah, baiknya kita melanjutkan perjalanan tapi sebelum itu aku ingin menggantikan pakaian adik adikku dulu! dan apakah semua urusan disini sudah selesai?" tanya Meilan yang diangguki saudara dan panatua Bai.


Tak lama setelah menggantikan baju Lingbo dan Xiao An mereka melanjutkan perjalanan lagi tanpa hambatan sedikitpun, tepat pagi harinya Meilan dkk telah sampai di sekte Singa Awan.



Melihat Li Meilan yang kebingungan, Panatua Bai tersenyum lalu mengarahkan tangannya keatas, perlahan tangga keluar dari dasar air.


Tangga yang sangat indah dan megah.



"Selamat datang anak anak, disini tangga penghubung tersembunyi seperti yang kalian lihat ada beberapa bangunan kecil khusus para penjaga sekte, maafkan keadaan sekte kami yang sepeti ini!" ucap Panatua Bai bersalah.


What?Seperti ini? Gila yang begini mah didunia gue luar biasa keren, astogehhh betapa kayanya orang zaman sekarang hahaha pikir Meilan.


"Meilan, Tuan Bai memang tidak salah yang begini dizaman kami sangat biasa apalagi seukuran sekte," ucap Pan yang sudah lama tidak muncul.


"Ah Pan aku sangat merindukanmu!" ucap Meilan dalam pikirannya.


"Meilan kau ini, aku sedang sibuk mencapai pencerahan!" ucap Pan.


"Kau? Kau bisa mencari dao?" tanya Meilan.


"Aku ini pusaka tingkat surgawi terlebih aku istimewa, suatu saat kau akan melihatku!" ucap Pan misterius.


"Huhhh selalu saja rahasia, menyebalkan!" ucap Meilan yang dibalas kekehan oleh Pan.

__ADS_1


--------------


Setibanya mereka disekte dalam, lagi lagi dibuat terkejut dengan permandangan dihadapan mereka.


Sejujurnya Zilong dkk biasa saja karna dulu ketika mereka bersama tuannya juga sering melihat seperti ini, namun mereka sudah lama dihutan jadi hampir melupakan bagaimana indahnya dunia luar.



"Jadi inilah Sekte Singa Awan, sekte kami sangat berbeda dengan lima sekte besar dikota Tiancang. Selama ini yang mereka lihat adalah luarnya saja, tapi tidak dibagian dalam sekte," ucap Panatua Bai.


Mereka disambut banyak orang dengan senyum ramah, peraturan utama sekte singa awan adalah persaudaraan. jadi diantara mereka tidak ada yang tua, yang muda, yang kuat dan yang lemah karna mereka semua bersaudara dan diwajibkan untuk membantu satu sama lain.


"Selamat datang adik seperguruan!" ucap mereka serempak.


"Terimakasih kakak seperguruan!" ucap Meilan dkk sedikit menundukkan kepala mereka.


"Mulai saat ini kalian adalah murid dari Sekte Singa Awan, dan telah dimelaluo sumpah sebelum menginjakkan kaki ke bangunan utama!" ucap Panatua Bai.


"Oh pantas saja aku merasakan ada getaran dipundakku!" ucap Meilan tanpa sadar.


"Kau merasakannya?"


"Ya guru, aku merasakan sedikit getaran menyengat tubuhku tadi," ucap Meilan diangguki yang lain.


"Berarti kalian memang bagian dari kami tanpa harus merasakan sakit seperti senior kalian!" ucap Panatua Bai santai.


"Istirahatlah, Paviliun kalian dibagian kiri. Ingat nama Paviliun kalian teratai awan dan simpanlah token ini dengan baik!" ucap Panatua Bai sambil berlalu.


Segera mereka membubarkan diri kembali ketempat dan aktivitas masing - masing.



Melihat token yang ada ditangan mereka, Meilan dkk tak kuasa menahan tawa sungguh lucu token mereka ini seperti gantungan anak anak pikir Meilan dkk.


"Hahahahaa ya ampun lucu sekali tokennya! kenapa seperti mainan?" ucap Miho terbahak.


"Diamlah jika ketua tau kita akan dihukum hahaha!" ucap Layn juga tertawa.


"Kau juga tertawa kakak! awas jika kita ketahuan ketua sekte dan dihukum, maka kalian akan mendapat hukuman tambahan dariku!" ancam Meilan berlalu menuju kediaman mereka.


Mereka berhenti tertawa setelah sadar Meilan sudah menghilang dari hadapan mereka, tanpa babibu Zilong menyusul Meilan diikuti yang lainnya.


(Fyi, usia Meilan aku ubah menjadi enam belas tahun ya dan seluruh Kakak Meilan terlihat seperti dibawah dua puluh tahun padahal udah ratusan tahun hehe)


hai guys, dukung terus yah jangan bosen bacanya thankyou🖤

__ADS_1


__ADS_2