Li Meilan

Li Meilan
Aura yang Tersegel


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, secerah suasana hati Li Meilan yang sudah tidak sabar lagi membangun usaha dan mengetahui siapa aura yang tersegel.


Pagi pagi sekali Meilan dibantu Jiejienya memasak menu sederhana yaitu bubur manado, bubur yang hanya dicampur sayur sayuran dan kuah kaldu untuk memberikan rasa gurih.


Aroma nikmat menguar hingga seluruh penjuru paviliun, mendatangkan keinginan setiap penghuni untuk segera menyantapnya.



(Bubur Manado Author suka bikin dirumah soalnya mudah dan praktis hihi)


Tak menunggu lama, mereka langsung menyantap bubur tersebut dengan rakus seakan jika dibiarkan nantinya bubur akan hilang.


"Meimei masakan kalian sungguh nikmat, rasanya aku tidak ingin berhenti makan," ucap Zilong dengan mulut penuhnya.


"Benar, setiap hari hanya ada pujian untuk masakan kalian Jiejie!" ucap Li Chi antusias.


"Sudahlah cepat selesaikan makan kalian, setelah itu kerjakan tugas masing - masing!" perintah Meilan.


"Meimei aku dengar dua bulan lagi Perguruan Bulan Cahaya akan menerima murid baru, apakah kalian tidak tertarik?" tanya Lyan.


"Perguruan Bulan Cahaya?? bukannya mereka sedang menutup diri yah?" tanya Li Mei


"Benar, namun baru saja aku mendapat berita bahwa mereka sekarang membuka diri, ini kesempatan untuk kalian menambah pengalaman. Aku juga ingin mengikuti ujian Perguruan Elang Putih bersama yang lainnya," ucap Lyan diangguki yang lain.


"Lalu bagaimana kediaman dan bisnis kita ini?" tanya Meilan.


"Oh, untuk kediaman nanti biar beberapa rakyat kita untuk menempati dan menjaga disini, lagipula kediaman kita jauh dari kota jadi tidak ada masalah!" ucap Lyan lagi.


"Untuk bisnis, kita bisa mencari orang kepercayaan terhitung hari ini sampai dua bulan kedepan sambil mengembangkan bisnis kita dan mungkin dibantu rakyatmu juga sebagai pengawas nantinya, apakah kalian setuju?" tanya Lyan.


"Baiklah gege aku setuju, lagipula kita perlu mengetahui lebih banyak dunia luar dan kita perlu berpetualang untuk meningkatkan kekuatan!" ucap Meilan mengangguk.


"Tingkatkan kultivasi kalian terlebih dahulu, untuk pil pendukung aku dan meimei akan membuatnya nanti!" ucap Zilong sambil mengelus puncak kepala Meilan.


"Ah iya sembunyikan tingkat kultivasi dan aura kita, untuk menghindari masalah dikemudian hari!" ucap Meilan menyeringai.


"Tentu," ucap mereka bersamaan, melanjutkan makan yang tertunda.


--------------


Dibelakang Kediaman Meilan, mereka berkumpul mendatangi sumber aura yang membuat penasaran.


Perlahan aura yang awalnya samar mereka rasakan, sekarang menjadi lebih tajam.


Tepat dibawah kaki mereka ternyata ada sebuah ruangan yang tertutup rapat pintu besi, ruang bawah tanah yang begitu megah dan gelap.

__ADS_1


Tanpa menunggu, mereka memasuki ruangan itu yang ternyata terdapat sebuah tungku api surgawi.


Tungku api yang sangat langka dan mahal, ruang bawah tanah misterius ternyata milik seorang pendekar bernama Panlong yang menghabiskan sisa hidupnya untuk membuat pil dan obat tingkat tinggi namun karna banyaknya musuh, Panatua Long diincar ribuan pendekar lainnya untuk merebut pusaka surgawi dan kitab - kitab tingkat tinggi miliknya.


Sebelum ia meninggal, sempat menuliskan pesan dan menyegel tungku api surgawi dan kitab miliknya bersamaan dengan terbunuhnya seluruh pendekar yang mengincarnya.


Panatua Long menggunakan seluruh kekuatannya dan memilih jalan terlarang untuk memusnahkan seluruh kultivator serakah yang mengepungnya.


"Oh jadi begitu ceritanya, sungguh kejam sekali mereka ingin merebut hasil kerja keras Panatua," ucap Meilan.


"Panatua Panlong, izinkan aku menjadi muridmu meski kau sudah tidak ada disini. Semoga kau tenang disana dan aku akan membalaskan dendammu kepada mereka!" sumpah Meilan sambil meneteskan darahnya diatas tungku api surgawi dan kitab alkemis tingkat tinggi.


Jadi inikah aura kuat yang tersegel pikir mereka.


Cahaya terang keemasan segera merebak diseluruh ruang bawah tanah bahkan cahayanya sampai keluar, kejadian beberapa detik namun sukses menggemparkan benua timur.


"Jenius telah Lahir!!!" batin mereka menatap langit yang diterangi cahaya keemasan.


Mereka yang serakah pastinya akan mencari cara untuk merebut jenius itu agar dipihak mereka, namun beberapa dari mereka yang tak asing dengan kejadian seperti itu akan memilih diam dan menunggu kejutan yang akan datang.


Ingatan demi ingatan kembali muncul dipikiran Meilan, ternyata tungku api surgawi bukan sekedar tungku tingkat surgawi namun tungku tersebut sebenarnya milik seorang immortal didunia atas, milik dewa alkemis bahkan kitabnya merupakan pusaka tingkat surgawi.


"Selamat datang tuanku, senang melihatmu kembali setelah seribu tahun masa tidurku!" ucap Tungku Api Surgawi yang ternyata memiliki roh.


"Ah a-apa maksudmu?" tanya Meilan bingung.


"Ba-baiklah," ucap Meilan kikuk.


"Tuan mulai saat ini seluruh harta yang ada diruang ini milikmu! kau bisa membawanya kedimensimu!" ucap Tungku Api Surgawi.


"Baiklah, siapa namamu?"


"Aku tidak memiliki nama, tuan bisa memberikan nama untukku!"


"Ah oke oke, namamu Pan!" ucap Meilan


"Baiklah tuan, silahkan masukan seluruh isi disini ke dimensimu sebelum ruang ini tersegel selamanya!" ucap Pan si tungku api surgawi.


"Ya. Pan kau masuklah terlebih dahulu!" perintah Meilan dan diikuti dengan patuh.


Tak lama ruangan menjadi kosong tak tersisa apapun, Meilan membungkukan badannya menghadap makam Panatua Panlong untuk memberikan penghormatan terakhir.


"Guru terimakasih untuk semuanya, aku janji akan menjaga pemberianmu meski aku tak tau maksud semua ini, aku Li Meilan bersumpah membalaskan kematianmu dengan menghancurkan seluruh keturunan musuhmu!" sumpah Meilan diikuti suara petir bergemuruh seolah setuju atas keputusannya


Meilan dan saudaranya sekali lagi memberi hormat dan keluar dari ruang bawah tanah.

__ADS_1


Setelah mereka keluar, ruang bawah tanah tertutup dengan sendirinya tersegel dengan aray tingkat dewa, Meilan sekalipun tidak bisa menghancurkan aray tersebut.


"Ck, sungguh mengejutkan! Hidupmu tak pernah jauh dari kata mengejutkan meimei," ucap Niex pelan.


"Ya, meimei kita sungguh hebat!" ucap Miho diangguki yang lainnya. Meilan hanya memberikan senyum manisnya untuk merespon, lalu mereka pergi ke kota untuk membantu yang lainnya.


----------------


Sesampainya diperkotaan mereka langsung menuju ke sebuah kedai tingkat empat yang sudah mereka beli, dengan kekuatan tak sulit bagi mereka untuk mengetahui keberadaan Li Mei dkk.


Kedai tingkat empat sederhana namun elegan, tempatnya tepat dipertengahan kota posisi yang sangat strategis untuk membuat usaha, untuk saat ini mereka akan fokus dikedai terlebih dahulu. Nantinya setelah mereka sudah masuk perguruan, bawahan mereka akan melanjutkan membuka bisnis perbelanjaan, dan serikat pembunuh bayaran yang tentunya atas arahan mereka.


"Kalian cepat sekali, apakah masalah dipaviliun sudah selesai?" tanya Lyan.


"Tentu. Kalian akan terkejut jika mengetahui rahasia apa yang tersembunyi, sungguh tidak rugi kita membeli paviliun itu!" ucap Lang antusias.


"Benarkah? rahasia apa gege?" tanya Li Chi penasaran.


"Setelah dikediaman nanti akan kuceritakan, sebaikan kita cepat selesaikan urusan disini!" ucap Lang.


"Baiklah!!!" seru mereka sambil mengerjakan tugas masing - masing.




(Nyari Kedainya susah banget hiksss, pake imajinasi kalian saja yahhh author pusing nyarinya huhu😭)


Terdapat dua macam tingkatan dikedai milik mereka, tingkat pertama untuk bangsawan kelas rendah, tingkat kedua untuk bangsawan kelas atas seperti anggota kerajaan. Tingkat ketiga untuk tempat tinggal para pekerja, para penjaga dan tempat penyimpanan barang. Tingkat keempat khusus untuk Li Meilan dkk.


Sekitar seratus pekerja dan penjaga dari kalangan budak, mereka membelinya ketika para budak akan dikirim ke benua lain untuk dijadikan samsak hidup, sungguh tak berperikemanusiaan pikir Meilan.


"Kalian berkumpulah!!" teriak Li Chi.


"Baik!" jawab mereka berbaris.


"Perkenalkan mereka adalah saudara dan saudariku, mulai saat ini kalian harus menghormati mereka dan jangan pernah berkhianat!" ucap Li Chi tegas.


"Baik tuan!!!" ucap mereka gemetar.


"Kalian akan kubagi menjadi tiga bagian, lima puluh orang akan tinggal disini dan empat puluh orang lainnya akan tinggal di kedaiku yang lain dan sepuluh orang sisanya akan menjadi tangan kanan gege dan jiejieku! tugas kalian akan dijelaskan nanti, dan sekarang lihatlah pergelangan jari kalian. Disana ada sebuah tato yang tidak bisa ditiru oleh dewa sekalipun! Jika kalian berkhianat tato itu akan membunuh dalam sekejap seluruh keturunan kalian! Kalian seratus orang akan dilatih nanti oleh orang kepercayaanku! Silahkan ikuti arahan Gege pertamaku!" ucap Meilan menunjuk Zilong.


Bergegas mereka melihat pergelangan tangan dan ternyata benar ada sebuah tato bunga lotus hitam yang dilingkari sebuah api, tato yang cantik namun mematikan pikir mereka semua.


Tanpa kata mereka langsung bergegas mengikuti Zilong untuk menerima arahan.

__ADS_1


Hai, jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


Silahkan mengkritik apapun selagi sopan, thankyou❤


__ADS_2