
*Dengan santai kedua pangeran memasuki toko, penuh dengan senyum yang sangat jarang diperlihatkan pada seluruh orang Kerajaan Brit*nia.
"Ah itu mereka sedang makan, bagaimana jika kita kejutkan mereka!" bisik Pangeran H*rry usil, padahal Meilan dkk sedari awal sudah mengetahui keberadaan kedua Pangeran bahkan sebelum mereka sampai karna seperti yang diketahui Meilan dkk memiliki indra yang sangat kuat berbeda dengan orang sini mereka lebih condong pintar dalam segi pendidikan dan juga politik jual beli namun ada beberapa dari mereka yang pandai bertarung dan memiliki kekuatan sihir*.
---------------
Melalui pikiran Meilan mengatakan pada saudara saudarinya untuk pura - pura tidak tau kedatangan kedua pangeran.
Dalam hati mereka menghitung. satu.. dua... tiga...
Brakkkk.... tepukan meja di samping dari samping tak menjadikan Meilan dkk terkejut mereka hanya sedikit melotot agar terlihat alami.
"Hahaha, mata kalian tolong!! Selamat datang di kerajaan kami!" seru Pangeran H*rry senang.
"Hmm, selamat datang kalian tak disangka kita akan bertemu secapat ini!" ucap Pangeran Wili*m menyambut Meilan dkk dengan ramah.
Banyak rakyat yang memandang kearah dua pangeran yang sangat jarang memperlihatkan senyum mereka apalagi bersikap ramah seperti ini.
Meilan tersenyum menanggapi sambutan kedua pangeran yang begitu heboh, padahal keduanya terkenal sangat dingin dan kaku jika tak bersama mereka, aneh memang padahal mereka baru mengenal satu sama lain namun rasanya sudah sangat akrab layaknya sahabat batin Meilan.
"Ah lihatlah kedua pangeran yang dingin dan kaku bagaimana bisa sekarang bertingkah konyol seperti ini, sungguh tidak tau malu huhh," ejek Zilong menyeringai
"Ka-kau! Bilang saja kau iri karna nona Meilan kemari untuk mendatangi kami hahaha!" ejek Pangeran H*rry membalas perkataan Zilong.
Zilong maupun Pangeran H*rry saling melotot kesal, tak ada dari keduanya yang mau mengalah sampai suara Meilan yang mengintupsi mereka.
"Sudahlah, ingat umur kalian berapa, jangan bertingkah layaknya anak kecil!" ketus Meilan yang membuat keduanya terdiam dan saling meminta maaf lucu.
"Kalian ikutlah ke istana kami, disana kalian akan lebih terjamin daripada harus menginap diluar sini," ajak Pangeran Wili*m.
"Maksud kakak kami ke istana naik kereta anda itu?" tanya chichi antusias sambil menunjuk kereta kencana kerajaan yang sangat mewah dan luas.
"Tentu, apakah keretanya terlalu kecil untuk kalian?" tanya Pangeran Wili*m sambil menggaruk kepalanya canggung yang membuat mereka melotot tak percaya, memang tak salah negeri inggr*s sangatlah makmur dan kaya jadi kereta seperti itu tak ada artinya bagi mereka.
"Tidak tidak keratanya sudah sangat mewah bagi kami pangeran, terimakasih atas tawaran anda, kami tidak akan sungkan!" ucap Chichi tak tau malu langsung melongos menuju kereta kencana.
__ADS_1
"Ah begitu silahkan silahkan jangan sungkan!" ucap Pangeran H*rry tersenyum melihat tingkah Chichi.
Satu persatu Meilan bersaudara menaiki kereta kencana yang luar biasa mewah dan empuk.
Sejenak Meilan merasa nostalgia setelah menaiki kereta yang sangat empuk serasa berada dizaman modernnya.
Pan yang mengetahui perasaan Meilan yang merindukan dunianya, segera Pan keluar dari ruang dimensi Meilan dan langsung memeluk Meilan yang menangis sesenggukan.
Zilong bersaudara dibuat bingung dengan tingkah Meilan tapi segera mereka diam setelah Pan memberitau alasan Meilan menangis melawati pikiran mereka yang bisa terhubung.
"Nona Mei ada apa denganmu?" tanya Pangeran Wili*m yang juga merasakan sedih dalam hatinya, mungkin karena dia sudah menganggap Meilan seperti adik mereka.
"Dia hanya merindukan keluarganya, kalian tak perlu khawatir. Pangeran tolong suruh mereka mempercepat keretanya agar adik saya segera istirahat," ucap Li Mei sambil mengelus pundak Meilan lembut yang sudah mulai mengantuk setelah insiden menangis.
"Ah baiklah sebentar lagi kita akan sampai ke Istana Utama," gumam Pangeran H*rry takut membangunkan Meilan yang sedang tidur pulas.
Setiap rakyat yang mereka lewati dibuat bingung karna Pangeran mereka berperilaku tidak seperti biasanya.
Tak sedikit tatapan sinis mengarah pada Meilan dkk meski tertutupi tirai mereka tetap bisa melihat kearah luar karna mereka kultivator tingkat tinggi bahkan penyihir sekalipun tidak ada apa - apanya bagi mereka.
Tadi sebelum mereka sampai di istana, para pria sempat berdebat memprebutkan siapa yang menggendong Meilan ke dalam istana, akhirnya mereka melakukan sebuah permainan dan yang memenangkan adalah Pangeran H*rry.
"Pangeran siapa gadis yang anda gendong?" tanya Ratu bingung.
"Ah dia sahabat saya Yang Mulia Ratu, mohon izinkan saya segera untuk mengajak semua sahabat saya istirahat di kamar tamu utama!" jawab Pangeran H*rry tegas.
"A-ah ya silahkan pangeran ajak mereka istirahat, nanti kita bahas ketika mereka sudah tidak lelah!" suruh Ratu Eliz ramah.
"Terima kasih Yang Mulia Ratu dan Yang Mulia Raja!!" ucap mereka bersamaan dan pergi berlalu menuju kediaman yang di siapkan untuk mereka.
Ruangan yang sangat luas begitu memanjakan mereka, tempat tidur yang sangat empuk dan aroma kamar yang begitu wangi membuat mereka tanpa sadar tertidur bersama karna terlalu lelah dalam perjalanan.
Bahkan kedua Pengeran ikut tertidur berbaur dengan Meilan dkk, mereka nampak damai dan sangat indah dipandangan mata.
__ADS_1
Satu kelompok indah sepertu giok dengan hanfu mereka yang sangat indah dan mewah.
Satu kelompok lainnya yaitu dua Pangeran terlihat sangat gagah dengan pakaian pangeran kebesaran mereka.
Para dayang yang berjalan tanpa sadar memandang kesatu arah, yaitu kamar tamu yang didalamnya ada para pangeran dan sahabat mereka.
Salah satu dayang berlalu dengan tergesa kearah Ratu dan Raja yang sedang berkumpul dengan keluarga kerajaan.
"Hormat Yang Mulia Raja, diluar ada seorang pelayan mengatakan ingin menyampaikan hal yang sangat penting, apakah mereka diizinkan masuk?" tanya Duke Ergie salah satu pejabat tinggi kepercayaan Raja Louis.
"Ya, biarkan pelayan itu menghadap!" ucap Raja tegas.
Segera seorang pelayan masuk dan menunduk hormat seraya melaporkan keadaan kedua Pangeran yang tertidur dilantai bersama para tamu kehormatan.
Semua orang yang berada diruangan kembali terkejut, pasalnya mereka sangat tau kedua pangeran sangat benci yang namanya kotor. Tapi setelah mendengar laporan seorang pelayan, mereka menjadi bingung dan memutuskan untuk melihat kedua pangeran, tentunya hanya keluarga kerajaan saja yang melihat.
Permandangan didepan mereka, membuat siapa saja terkejut, kedua pangeran yang dikenal sangat anti kotor sekarang sedang bergelung sembarangan dilantai bersama para sahabat prianya.
Raja maupun Ratu tersenyum penuh arti setelah melihat permandangan dihadapan mereka, segera mereka memerintahkan para pelayan untuk menyelimuti anak - anak remaja yang sedang tertidur pulas, bahkan Sang Ratu sendirilah yang menutupkan pintu untuk kedua pangeran dan sahabatnya.
Raja memerintahkan pengawal dan pelayan untuk tidak membuat keributan disekitar kamar yang ditempati anak - anaknya.
Anggora kerajaan lainnya termasuk para putri dibuat bingung dengan tingkah junjungan mereka, namun tak ada yang berani untuk angkat bicara sampai semuanya dibubarkan.
**Yo, akhirnya gue update wkwk maapkan karna lama updatenya. Tau lah ya lagi libur dan gue juga ngumpul2 bareng keluarga.
Semoga kalian masih tetap setia nungguin cerita Li Meilan.
Kira - kira kalo gue bikin cerita baru genre Teen/Romance ada yang setuju nggak? gue pengen bikin cerita yang berbeda soalnya.
Spoiler dikit ya, ceritanya agak SAD sih soalnya gue pengen ceritain perjuangan seorang cewek yang selalu disakitin sama cowoknya. Istilahnya sih cinta bertepuk sebelah tangan ato nanti ada adegan perselingkuhan wkwk pengalaman nih kali aja ada yang suka cerita begitu biar sama sama sharing tentang perasaan yang dipendam.
Btw, ada anak ******* gaa? gue punya ******* bisa dicek usernamenya : Estrhyu
THANKYOU🖤**
__ADS_1