
Pagi sekali Meilan bersaudara berpamitan untuk menyelesaikan peperangan dan berpetualang untuk beberapa waktu yang tal ditentukan.
Hanya Lingbo dan Xiao An yang tidak ikut karna mereka harus belajar diakademi, seluruh tanggungjawab paviliun persik diserahkan kepada Ling Bo dan Xiao An dalam pengawasan sepuh Jing dan tujuh halilintar emas yang tidak jadi ikut Meilan dkk, Paviliun Persik dilapisi banyak segel formasi demi melindungi Lingbo dan Xiao An.
"Huhuhu kakak kami akan merindukanmu!" ucap Xiao An sambil menangis memeluk Meilan dkk.
"Kakak juga pasti akan merindukan kalian, jaga diri kalian baik baik! ingat semau pesanku, segera hubungi aku dan yang lainnya jika ada masalah. Kami menyayangimu!" ucap Li Mei yang ikut memeluk Lingbo dan Xiao An.
Sebenarnya meilan dkk terlalu berat untuk meninggalkan Lingbo dan Xiao An tapi terlalu berbahaya juga jika mereka ikut, jadi jalan satu satunya adalah menjadikan Lingbo dan Xiao An murid Sepuh Jing agar mereka juga lebih aman disekte.
"Adik selamat tinggal, jaga dirimu!!!" teriak mereka bersamaan sebelum menghilang sepenuhnya dari pandangan semua orang yang mengantarkan kepergian mereka.
------------------
"Sudah kalian musnahkan mereka seperti apa yang aku perintahkan?" tanya Meilan pada salah satu orang kepercayaannya.
Saat dirinya dan saudaranya pergi dari sekte Meilan memang sepakat untuk menghancurkan kedua sekte yang menyerang sekte mereka tanpa perlu turun tangan sendiri.
"Ya, sesuai perintahmu Queen!" ucap orang itu, Panglima Dei bawahan Miho.
"Bagus, segera kembali ke hutan iblis sampaikan salam kami kepada seluruh penghuni hutan iblis dan hutan bunga persik!" ucap Meilan yang langsung dipatuhi panglima dei.
Saat ini mereka berada di sebuah kedai diperbatasan benua utara menuju benua barat untuk berpetualang mengasah kemampuan.
"Adik sepertinya kita harus menunda untuk pergi ke benua barat, menurut informasi dari orangku disana sedang dilanda wabah yang sangat misterius dan berbahaya!" ucap Lang.
"Oh ya wabah seperti apa kakak Lang?" tanya Meilan penasaran.
"Katanya wabah itu menyerang kulit, awalnya tubuh akan terasa panas lalu muncul bintik merah yang mengeluarkan air, parahnya jika bintiknya pecah penyakitnya semakin meluas. Sampai sekarang tak ada satupun tabib yang bisa menyembuhkan banyak dari mereka justru tertular!" ucap Lang bergidik ngeri.
Meilan seperti pernah mengalami kejadian itu dimasa modern, kalo perkiraannya tidak meleset penyakit yang menular itu mungkin cacar air karna gejalanya sangat sama.
"Sepertinya aku pernah mengalami hal itu dizaman modern dulunya!" ucap Meilan yang membuat mereka terkejut, hampir saja mereka melupakan Meilan pernah dizaman modern demi menyelamatkan hidupnya dari kejaran mereka.
"Kalau begitu apakah memang sangat berbahaya dan bagaimana cara adik sembuh dari penyakit menular ini?" tanya Ling penasaran.
"Caranya mudah namun dijaman ini sepertinya memang belum mengetahui, mari kesana setelah makan selesai. Aku ingin melakukan sesuatu!" ucap Meilan tersenyum penuh arti.
"Baiklah adik!" ucap Zilong.
"Ah iya bagaimana saudara kakak yang lain? betah banget ya diruang dimensi ku?" tanya Meilan
"Mereka bosan disana, tapi mereka juga membutuhkan waktu untuk beradaptasi sebelum memperlihatkan diri kedunia luar," jawab Zilong santai.
__ADS_1
"Kakak, bagaimana dengan kakak Pan tidakkah dia ingin bergabung dengan kita?" tanya Li Chichi.
"Ya, dihutan nanti Pan akan keluar dan ku perkenalkan pada kalian!" ucap Meilan.
Mereka terdiam sambil melanjutkan makanan yang ada hingga tandas tak tersisa.
"Kakak aku punya rencana setelah dari kekaisaran barat kita pergi berkunjung ke kerajaan Britani*, bagaimana?" usul Meilan.
"Setidaknya kita akan memakan waktu lima bulan dalam perjalanan jika menggunakan kereta, tapi kalau naik beast spirit tingkat tinggi mungkin memburuhkan waktu selama tiga bulan," ucap Mo Yan yang diangguki Ye Tian dan Hong Bai.
"Kau pernah kesana?" tanya Li Mei.
"Tidak, tapi guruku pernah kesana untuk membeli beberapa barang, untuk kesana pun kita tidak bisa sembarangan berhenti dihutan atau danau kecuali menemukan desa atau kota yang bisa disinggahi!" jelas Mo Yan.
"Kenapa harus begitu?" tanya Niex.
"Kata guru sangat berbahaya dihutan dan danaunya banyak bandit yang cukup kuat," jawab Ye Tian.
"Begitukah? semakin menarik saja! mari kesana dan buat pertunjukkan yang memukau!" ucap Lyan heboh yang mendapat sambutan lebih heboh dari Meilan dan Chichi.
Mereka hanya menggeleng menatap kekonyolan Meilan dan Chichi yang justru suka terlibat dalam masalah, tanpa kata mereka pergi kehutan terdekat.
Pan muncul dengan gagah dan wajah tampannya yang terlihat angkuh sama seperti waktu perang hanya saja saat ini terlihat lebih jelas.
"Merak sekali dirimu!" umpat Layn ketus.
"Diamlah kalian baru bertemu sudah seperti ini, kedepannya anggota kita akan bertambah lima orang termasuk Pan. Sedikit ribet memang tapi sepertinya tidak ada yang mau disimpan didalam dimensi ku, hehe!" ucap Meilan santai tapi tersirat nada ancaman didalamnya seolah memperingatkan jika masih berkelahi mereka akan dikirim kedalam dimensi Meilan.
"Baikalh adik!" ucap mereka pasrah.
Mereka semakin masuk kedalam hutan untuk bermain bersama para bandit yang meresahkan rakyat sekitar, tadi sebelum mereka masuk hutan banyak orang yang memperingatkan mereka untuk jangan memasuki hutan atau danau danau karna disitulah sarang para bandit.
Lama setelah memasuki hutan mereka tak menemukan apapun, akhirnya karna malas Meilan langsung mengeluarkan Bom bersekali kecil untuk memancing mereka keluar sendiri.
Booommmm.. boommmm...
Suara ledakan terdengar nyaring yang membuat para bandit berbondong untuk mengetahui hal apa yang terjadi dan siapa orang yang berani mengganggu wilayah mereka.
Meilan bersaudara dengan tenang menyaksikan dari atas pohon setelah menyembunyikan hawa keberadaan mereka.
"Ketua kami tidak menemukan apapun disini, hanya ada ledakan yang cukup besar!" ucap seorang pria botak.
"Kau yakin sudah memeriksa semuanya?!!!" tanya seorang pria bertopeng yang menjadi ketua mereka.
__ADS_1
"Saya jamin ketua!" ucap pria botak tegas.
"Baiklah kita kembali!" ucap si pria bertopeng.
Dari kejauhan Meilan bersaudara mengikuti dengan pelan untuk mengetahui tempat persembunyiaan mereka.
Tak membutuhkan waktu lama mereka sampai disebuah lorong yang besar, yang tertutupi dengan daun dan segel formasi lemah.
Ini bandit apaan masang segel formasi lemah gini, Lingbo dan Xiao An dalam sekali serangpun bisa menghancurkan segel ini ckckck batin Meilan.
"Adik didalam ada seratus gadis yang disekap, bagaimana tindakanmu?" tanya Lang yang membuka mata istimewanya yang dapat menembus segel formasi tingkat tinggi sekalipun.
"Kakak kakak ku yang tampan silahkan bunuh semua banditnya dan selamatkan para gadis yang disekap! Aku, kakak Li Mei, adik Chichi, kakak Tangyin dan kakak Ling akan menjarah seluruh harta mereka!" ucap Meilan yang diangguki mereka semua.
"Mari lakukan agar cepat selesai untuk segera melanjutkan perjalanan kembali," ucap Tangyin antusias.
Satu persatu dari kakak kakak mereka yang tampan memasuki lorong, setelah tak terlihat apapun kini giliran Meilan dkk memasuki lorong dan mereka berpisah arah.
Meilan dkk masuk lorong kiri sedangkan Zilong dkk masuk ke lorong kanan.
"Kak aku merasakan didalam gudang harta ada beberapa beast spirit tingkat menengah yang menjaga!" ucap Chichi pelan.
"Ya, aku juga merasakan hal yang sama mungkin sekitar tujuh beast spirit tingkat menengah, dua diantaranya sebentar lagi menerobos," ucap Li Mei mengangguk anggukan kepalanya untuk memahami sesuatu didalam ruangan yang akan mereka masuki.
"Kakak Tangyin dan Kakak Ling sepertinya tidak memiliki beast spirit, apa tebakanku benar?" tanya Meilan santai.
"Ya adik kami tidak memiliki beast spirit karna belum sempat berburu," ucap Tangyin.
"Kalau begitu taklukan salah satu dari dua beast spirit yang paling kuat diantara mereka, buatlah kontrak kurasa kedua ular berekor kalajengking berbeda element itu cocok untuk kalian berdua," ucap Meilan yang diangguki Tangyin dan Ling antusias.
"Baiklah aku, kakak Li mei, dan adik chichi akan membereskan sisanya! Let's go!!" ucap Meilan yang tidak dimengerti oleh mereka.
Namun melihat Meilan yang memasuki ruangan, mereka mulai paham sepertinya Let's go adalah kalimat ajakan untuk mereka dalam bahasa asing pikir mereka.
**Sorry guys baru update gue bener bener sibuk kuliah, sedih banget jadi gak fokus nulisnya tapi gakpapa semoga kalian tetep seneng dan bersedia nunggunya.
Btw gue punya cerita baru di genre yang sama tapi alur yang berbeda.
Spoiler : Disini lebih fokus kultivasi dan petualangannya.
Cerita terbaru gue fokus ke travellernya sama modern yang akan gue tonjolkan di zaman kuno.
Semoga kalian seneng juga bacanya, Thankyou🖤**
__ADS_1