Ling Junjie

Ling Junjie
Chapter 22 Baru Setengah Jalan


__ADS_3

Di dalam sebuah kamar penginapan, Ling Junjie muncul begitu saja dari kehampaan.


Ling Junjie berjalan ke arah Liu Annchi yang sedang tertidur di atas ranjang, Ling Junjie bisa melihat rambut indah Liu Annchi masih tetap basah!


"Meskipun aku membawa tubuhku ke dalam dunia jiwa, tapi ternyata waktu di dunia luar tetap tidak berjalan ...," Ling Junjie berbicara dalam hati.


"Eh tunggu! Bukan tidak berjalan, tapi memang perbedaan waktu dunia luar dan dunia jiwa sangat jauh berbeda, mungkin waktu satu batang dupa di sini, akan sama dengan beberapa ratus tahun di dunia jiwa!" Lanjutnya.


Setelah berbicara dalam hati, Ling Junjie mencolek hidung Liu Annchi hingga membuat Liu Annchi bangun dari tidurnya.


"Hem... Kenapa sayang?" Liu Annchi bertanya dengan mengelus kepala Ling Junjie, itu seperti ibu yang sangat menyayangi anaknya.


Memang benar, jika harus membandingkan usia, Ling Junjie lebih pantas menjadi anak Liu Annchi!


"Hei, apakah kau benar-benar menganggapku anak kecil?" Ling Junjie malah balik bertanya.


"Iya, kamu adalah kekasih kecilku!" Jawab Liu Annchi seraya mencubit hidung Ling Junjie, tidak tahu mengapa Liu Annchi merasa bahwa Ling Junjie semakin tampan saja, bahkan kulitnya sangat lembut, itu lebih lembut dari kulit dirinya.


"Sayang mengapa kulitmu sangat lembut?" Liu Annchi bertanya dengan mata bercahaya, dia mengira Ling Junjie telah mengonsumsi pil kecantikan, jadi wajahnya bisa selembut itu!

__ADS_1


"Apakah kamu memiliki pil kecantikan?" Liu Annchi bertanya lagi!


Dengan tersenyum jahil, Ling Junjie menjawab pertanyaan kekasihnya. "Tidak, aku tidak memiliki pil semacam itu, mungkin kulitku jadi seperti ini akibat melakukan kutivasi ganda!"


"Benarkah?" Liu Annchi bertanya dengan tidak percaya.


"Itu benar, apakah kamu belum bercermin?" Ling Junjie membenarkan ucapannya, kemudian dia langsung bertanya dan mengeluarkan cermin dari cincin dimensi miliknya.


Liu Annchi menatap pantulan wajahnya di cermin, dia sangat terkejut karena wajahnya telah berubah menjadi muda lagi.


"Apakah ini benar-benar diriku?" Liu Annchi bertanya kepada Ling Junjie dengan tangan yang masih menempel di pipinya.


"Benar sayang, kamu sekarang terlihat seperti gadis berusia 15 tahun!" Jawab Ling Junjie.


Kemudian dengan semangat yang membara Liu Annchi mengajak Ling Junjie untuk mendaki puncak tinggi bersama-sama.


Setelah mereka melakukan gerakan pemanasan yang lumayan lama, mereka bersikap untuk melakukan perjalanan mendaki puncak tertinggi, yaitu puncak kenikmatan surgawi.


Dengan tongkat dewa sebagai penuntun jalannya, Ling Junjie mulai memacu Liu Annchi yang telah menjelma menjadi kuda putih.

__ADS_1


Mereka melakukan pendakian yang begitu lama, melewati jalan terjal dan becek berkali-kali.


Di sela-sela memacu kuda, Ling Junjie menyempatkan diri memakan dua buah semangka yang begitu besar.


Saat Ling Junjie memakan buah semangka, kuda putih yang dia tumpangi meraung-raung tak karuan!


Setelah kenyang dengan kedua semangka, Ling Junjie melanjutkan perjalanannya.


Saat hari menjalang pagi, Ling Junjie turun dari kuda putih dan langsung menuju ke lembah surgawi untuk sekedar bermain-main.


Saat Ling Junjie bermain di lembah surgawi, tiba-tiba dari dalam lembah itu memuntahkan air yang sangat deras.


Karena air itu sangat berharga, Ling Junjie langsung menyerapnya masuk ke dalam tubuhnya.


Bom


Bom


Bom

__ADS_1


Ling Junjie menerobos tiga kali berturut-turut, sekarang kutivasi Ling Junjie telah naik ke tingkat raja bintang 8.


Karena perjalanan mendaki ke puncak tertinggi masih setengah jalan, maka Ling Junjie dengan senang hati harus melanjutkannya.


__ADS_2