Ling Junjie

Ling Junjie
Chapter 52 Pecinta Es Krim


__ADS_3

Setelah Esha melucuti pakaian Ling Junjie, Esha dapat melihat tubuh Ling Junjie yang luar biasa indah.


Dada bidang, perut kotak-kotak, terlihat jelas di mata Esha, namun yang paling membuat Esha penasaran, adalah benda panjang yang berdiri di bawah perut kotak-kotak Ling Junjie.


"Ini sangat imut," Esha berkata sembari mengelus benda besar itu dengan penuh kasih sayang.


"Euhh... ." Mulut Ling Junjie melenguh saat Esha menyentuh sang legenda miliknya.


Mendengar suara dari mulut Ling Junjie, hasrat dalam tubuh Esha seperti terpanggil dan menyuruhnya untuk terus memainkan benda besar itu.


Esha mengabaikan makan di atas meja, dia lebih memilih untuk mencicip benda besar yang menjadi mainan barunya.


Dengan mulut mungil miliknya, Esha mencium dan menjilati es krim panjang itu.


"Rasanya, sedikit aneh!" Ucap Esha sembari menatap wajah Ling Junjie yang telah di mandikan keringat kenikmatan.


"Apa kau tidak menyukai rasanya?" Ling Junjie bertanya.


"Aku sangat menyukainya!" Esha menjawab cepat, seperti ketakutan es krimnya direbut orang.


Ling Junjie hanya tersenyum saja, dan membiarkan Esha menjilati es krim besar miliknya hingga Esha puas!


"Karena makanan sudah di pesan, sangat di sayangkan kalau tidak di makan!" Ucap Ling Junjie sembari mengambil makanan dari atas meja.

__ADS_1


Sementara Esha, dia tidak melirik makanan itu sama sekali, baginya es krim besar adalah makan favorit yang harus di nikmati.


Setelah waktu yang di tentukan untuk ruangan VIP habis, Ling Junjie mengajak Esha untuk pergi ke penginapannya.


Sesampainya di penginapan, Esha langsung melanjutkan kegiatannya, yaitu memakan es krim yang tidak kunjung habis!


Saat Esha menikmati es krimnya, dengan perlahan namun pasti, Ling Junjie membuka helai demi helai pakaian yang melekat di tubuh Esha.


Setelah tidak ada pakaian yang menempel di tubuh Esha, Ling Junjie dapat melihat tubuh halus nan putih milik Esha.


Namun yang paling menarik perhatian Ling Junjie adalah, dua gunung besar yang sangat indah dan menawan.


Dengan penuh ke hati-hatian, Ling Junjie menyentuh pucuk gunung itu.


"Ahk... Akh... ." Jeritan pemanggil keinginan terdengar dari mulut Esha.


Sementara Ling Junjie, mendengar jeritan itu dia semakin bersemangat untuk memainkan bola di atas kedua gunung itu.


Setelah sekian lama memaikan bola, akhirnya Ling Junjie menghentikan permainan itu.


"Sayang, apa kau tidak bosan memakan itu terus-terusan?" Ling Junjie bertanya kepada Esha yang tidak pernah lepas dari bawah perutnya.


Esha menatap Ling Junjie, kemudian menggelangkan kepalanya.

__ADS_1


Esha benar-benar kecanduan untuk terus memakan es krim tersebut!


"Lepaskan dululah, setelah itu aku akan memberikan kenikmatan yang belum pernah kau rasakan seumur hidupmu!" Ling Junjie menyuruh Esha untuk melepaskan es krimnya.


"Benarkah? aku ingin mencobanya!" Esha berkata dengan penuh semangat.


"Sekarang kau berbaringlah di sana!" Ling Junjie menunjuk ke atas ranjang.


Esha menuruti permintaan Ling Junjie.


Setelah Esha berbaring di atas ranjang, Ling Junjie langsung membawa tombak semesta ke sebuah lembah becek yang ada di bawah perut Esha.


"Akhhhh... ." Teriakan panjang dari mulut Esha terdengar seperti alunan lagu dengan nada tinggi, sangat indah dan begitu menenangkan hati.


"Sakittt... ." Esha meringis hingga meneteskan air mata.


*Cup*


Ling Junjie mendaratkan ciuman di atas bibir Esha.


Esha membalas lidah licin yang menyentuh bibirnya, dengan lidahnya pula.


Dan akhirnya pertarungan lidah pun terjadi di sana!

__ADS_1


Karena begitu menikmati setiap tetes air liu dari mulut Ling Junjie, Esha sampai melupakan rasa sakit dari bagian bawahnya.


__ADS_2