
*Swusst*
Kitab itu barubah menjadi kunang-kunang dan langsung masuk ke dalam tubuh Ling Junjie.
Setelah kunang-kunang itu masuk ke dalam tubuh Ling Junjie, Ling Junjie memahami beberapa teknik yang mengacu kepada pengguaan nada dan suara.
Yang pertama, teknik Melodi Neraka. Itu adalah teknik yang menggunakan alat musik sebagai senjatanya.
Yang Kedua, teknik Bisikian Neraka. Teknik itu bisa di lakukan dengan memberi bisikan kepada musuh untuk membuat musuh masuk kedalaman ilusi penyiksaan.
Yang ketinga, teknik Nyanyian Neraka. Teknik itu bisa memberikan ilusi neraka kepada banyak musuh secara bersamaan.
Selain ketiga teknik penyerangan, Ling Junjie juga memahami teknik penyembuhan!
Yang pertama, Melodi Penyegar Jiwa. Teknik itu bisa membuat orang yang mendengar nada dari alat musik yang di mainkan Ling Junjie merasakan ketenangan jiwa yang luar biasa, bahkan bisa menyembuhkan orang gila.
Yang kedua, Bisikan Ketenangan. Teknik itu bisa melepaskan orang yang terperangkap dalam ilusi penyiksaan.
__ADS_1
Yang ketiga, Nyanyian Kedamaian. Selain melepaskan dari ilusi neraka, teknik itu juga bisa menghibur jiwa-jiwa yang resah, bahkan bisa mengendalikan jiwa yang gentayangan.
"Memang benar, sangat berguna dan sangat berbahaya!" Batin Ling Junjie.
Setelah Ling Junjie membatin seperti itu, tiba-tiba suara Tao An terdengar dalam benaknya. "Anak muda, tugasku menjaga kitab itu telah selesai. Sekarang aku akan pergi! Jika kau ingin memasuki Dimensi Bambu, kau hanya perlu memikirkannya, maka kau akan Langsung masuk ke dalam Dimensi itu."
"Kakek An, apakah aku boleh bertanya satu hal?" Ling Junjie memanggil Tao An, namun tidak ada jawaban, karena Tao An telah pergi.
"Ah sudahlah!" Ucap Ling Junjie sembari berjalan menghampiri Jiang Shen yang masih sibuk membaca buku.
"Kawan, dari tadi sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu?" Jiang Shen bertanya kepada Ling Junjie yang baru menghampirinya.
"Kau ini seperti orang dewasa saja, lihat tubuhmu, kau baru 8 tahun, kita masih anak-anak, dan tidak seharusnya memikirkan pasangan." Jiang Shen menceramahi Ling Junjie.
"Kau sendiri bicara seperti orang tua saja, kau juga masih anak-anak!" Ling Junjie merasa heran, karena Jiang Shen bisa berbicara seperti itu.
"Aku belajar dari buku ini!" Jiang Shen memperlihatkan buku yang sedang di bacanya.
__ADS_1
"Kau sudah bisa membacanya?" Ling Junjie bertanya dengan kagum.
"Hehe... Ternyata membaca tidak begitu sulit!" Jiang Shen menyengir dan mengucapkan kata-kata yang membuat Ling Junjie melongo.
Sekarang Ling Junjie merasa rendah hari di hadapan Jiang Shen, pasalnya Ling Junjie belajar membaca membutuhkan waktu dua bulan, sedangkan Jiang Shen hanya membutuhkan waktu dua hari saja.
"Kau hebat, kawan. Mungkin jika kau belajar lebih dulu, kau akan lebih pintar dariku!" Ling Junjie mengacungkan jempol kepada temannya itu.
"Hehe... Kau tidak perlu memujiku, aku memang di lahirkan untuk lebih hebat darimu!" Jiang Shen berbicara dengan membusungkan dadanya.
"Cih, menyesal aku memujimu!" Ling Junjie berbicara dengan kesal.
Hari-hari Ling Junjie berjalan dengan penuh keceriaan, Ling Junjie memiliki banyak teman sebayanya di Desa Anggrek, namun yang paling dekat dengannya hanya Jiang Shen seorang.
Tidak terasa sudah dua tahun terlewati, setelah Ling Junjie mendapatkan Kitab Alunan Neraka!
Saat ini Ling Junjie sudah berkultivasi dan kultivasinya sudah mencapai tingkat pemula bintang tiga.
__ADS_1
Sementara Jiang Shen, malah sudah melampaui Ling Junjie, Jiang Shen sudah mencapai tingkat pemula bintang empat.
Namun jika Jiang Shen bertarung dengan Ling Junjie, kemenangan selalu berpihak kepada Ling Junjie, karena Ling Junjie memiliki teknik dari Kitab Alunan Neraka sebagai pendukungnya.