
Setelah melihat wajah Esha yang seperti tidak merasakan sakit lagi, Ling Junjie langsung mendorong tombak semesta lebih dalam lagi.
"Akhh... ." Kembali teriakan panjang terdengar dari mulut Esha.
Terikan kali ini bukan menggambarkan kesakitan, tapi menggambarkan kenikmatan yang luar biasa.
Gerakan tombak semesta membuat Esha dilanda kenikmatan duniawi.
Esha begitu menghayati setiap hentakan dari bawah perutnya.
"Sayang, bisakah lebih dalam lagi?" Esha bertanya sembari menyentuh tombak semesta yang baru masuk setengah.
"Tentu!" Ling Junjie menjawab singkat, kemudian dia langsung menghentakan tombak semesta agar masuk lebih dalam lagi.
Saat perjalanan tombak semesta mencapai ujung lorong yang di masukinya, Esha di buat seperti orang mabuk. Esha meracu-racu tidak jelas, dengan mata merem-melek.
Saat tombak semesta telah mencapai ujung lorong, Esha kembali dilanda kenikmatan yang luar biasa.
"Akhhh... ." Esha merasakan jiwanya seperti di bawa terbang ke angkasa.
Kenikmatan yang dia rasakan tidak mungkin dia lupakan seumur hidupnya.
Selain Esha yang merasakan kenikmatan luar biasa, Ling Junjie juga sama, Ling Junjie merasa tombak semestanya seperti di pijit-pijit dalam lobang yang begitu sempit.
__ADS_1
Setelah meresapi kenikmatan di pijit-pijit, Ling Junjie menarik tombak semesta keluar.
"Sayang, kenapa di cabut?" Esha merajuk manja.
"Tenanglah, aku akan memasukannya lagi!" Ucap Ling Junjie sembari memasukan tombak itu dengan kasar.
"Akhh... ." Kembali teriakan memilukan terdengar dari mulut Esha.
Ling Junjie mencabut kembali tombaknya dan memasukan lagi secara berulang-ulang kali.
"Sayang, lebih cepat lagi!" Pinta Esha dengan gila.
Ling Junjie menuruti permintaan Esha.
"Ampun sayang, akhh... Aku keluar... ." Esha mencapai puncak untuk pertama kalinya.
"Akhhh... ." Esha menghela napas panjang dengan tubuh yang sudah lemas, dia begitu kelelahan akibat mengeluarkan air surgawi beberapa kali.
Melihat kondisi Esha yang sudah memprihatinkan, Ling Junjie tidak tega untuk melanjutkan keinginannya.
Ling Junjie menggendong tubuh Esha ke kamar mandi, setelah membersihkan tubuh Esha, Ling Junjie menidurkan tubuh Esha di atas ranjang.
Setelah Esha tertidur di atas ranjang, Ling Junjie menghilang dari kamar penginapan itu, kemudian muncul kembali di dunia jiwa.
__ADS_1
"Sayang!" Sapa ke 4 kekasihnya bersamaan.
Ling Junjie memeluk mereka ber 4 secara bersamaan!
"Kalian hebat, kultivasi kalian sudah jauh meninggalkanku!" Ucap Ling Junjie memuji mereka ber 4.
Kultivasi Liu Annchi sudah mencapai dewa langit bintang 2, sementara yang lainnya memiliki kultivasi yang setara yaitu tingkat dewa bumi bintang 3.
Dengan kultivasi mereka ber 4 yang begitu tinggi, Ling Junjie bisa dengan mudah menghancurkan alam langit jika dia mau!
"Karena kau sudah kemari, mengapa kita tidak berkultivasi ganda untuk meningkatkan kultivasimu!" Liu Annchi berbicara mewakili semua saudarinya.
Mendengar ucapan dari Liu Annchi, Ling Junjie langsung menanggalkan semua pakaiannya.
Setelah itu mereka berkultivasi ganda dengan gila-gilaan!
Tiada hari tanpa kultivasi ganda, mereka selalu melakukannya kapanpun dan di manapun.
Setelah berkultivasi ganda selama 10 tahun, akhirnya kultivasi Ling Junjie mencapai tingkat dewa langit bintang 1.
Setelah menyetabilkan kultivasinya Ling Junjie mencoba memahami setiap element yang ada di dalam tubuhnya.
Ling Junjie bermeditasi untuk memasuki alam dantiannya.
__ADS_1
Setelah dapat memasuki alam dantiannya, Ling Junjie melihat alam dantiannya begitu luar seperti ruang angkasa.
Ling Junjie melihat 12 bintang berputar mengelilingi pusat dari dantiannya.