
"Auranya tiba-tiba menghilang di sekitar sini!" Ling Junjie memberi tahu mereka yang mengikutinya.
Mendengar pemberitahuan dari Ling Junjie, mereka semua langsung bersiaga demi mewaspadai akan adanya kemungkinan yang pertama!
Namun setelah bersiaga begitu lama, tidak ada kejadian apapun, bahkan rumput juga tidak bergoyang!
Sementara Ling Junjie, karena rasa penasaran yang tinggi dia memberanikan diri untuk mencari sesuatu di sekitar tebing itu.
Saat Ling Junjie akan menyentuh bagian tebing itu, tiba-tiba tangannya seperti menabrak dinding penghalang yang tak kasat mata.
Setelah mengetahui hal itu, Ling Junjie berbicara kepada gurunya. "Guru, sepertinya ada penghalang tak kasat mata di sekitar sini!" Ucapnya.
Tetua Mayleen menghampiri Ling Junjie dan melakukan hal yang sama seperti Ling Junjie sebelumnya.
Setelah memastikan dinding penghalang itu, Tetua Mayleen berbicara kepada Ling Junjie. "Kau benar, Jun'er. Di sini memang ada dinding penghalang tak kasat mata!"
Ling Junjie mengangguk kemudian memasang ekspresi serius, pandangannya terpaku menatap sebuah tulisan yang ada di bawah gurunya.
Karena suasana hampir gelap, jadi Ling Junjie tidak menyadari adanya tulisan itu lebih awal.
Setelah memperhatikan tulisan itu, Ling Junjie berkata kepada gurunya. "Guru, lihat tulisan yang ada di bawah kakimu!"
__ADS_1
Mendengar perkataan Ling Junjie, Tetua Mayleen Langsung mundur beberapa langkah dan memperhatikan tulisan yang di tunjukan Ling Junjie.
"Darah!" Tetua Mayleen mengucapkan arti tulisan itu.
Sementara Jiang Shen dan Chu Mei, mereka juga memperhatikan tulisan itu, namun mereka tidak bisa membacanya.
Di sisi lain, Ling Junjie juga tidak bisa membaca tulisan itu!
"Guru, kau bisa membacanya?" Ling Junjie bertanya dengan sangat penasaran.
"Aku juga tidak tahu pasti tulisan ini di tulis dengan huruf apa, tapi aku merasa pernah melihat tulisan seperti ini dan artinya memang darah!" Jawab Tetua Mayleen.
Mendengar jawaban Tetua Mayleen, Ling Junjie nampak berpikir sejenak lalu tersenyum cerah.
Sementara Tetua Mayleen, sangat terkejut karena Ling Junjie melakukan sesuatu tanpa pikir panjang.
Tetua Mayleen khawatir bahwa itu adalah jebakan!
Saat Tetua Mayleen akan berbicara dan menegur Ling Junjie, tiba-tiba suara pecahan kaca terdengar dari arah tebing.
*Craang!*
__ADS_1
Mereka serentak melihat ke arah tebing, namun yang mereka lihat saat ini bukanlah tebing?
"Makam kuno!" Ucap mereka bersamaan.
"Sepertinya memang benar ada harta yang berjodoh denganmu, Jun'er!" Tetua Mayleen berbicara dan membenarkan kemungkinan yang kedua.
"Ayo kita periksa makam ini!" Lanjutnya.
Ling Junjie, Chu Mei dan Jiang Shen, berjalan mengikuti Tetua Mayleen melangkah masuk ke dalam gerbang makam kuno tersebut.
Setelah masuk ke dalam gerbang makam kuno, mereka melihat pemandangan yang luar biasa!
Biasanya makam kuno identik dengan reruntuhan atau bangun kuno lainnya, tapi yang mereka lihat saat ini adalah makam dengan bangunan yang nampak modern.
Meskipun bangunannya nampak modern, tapi dilihat dari sudut manapun, bangunan itu seperti sudah berdiri sejak lama.
"Sangat berbeda dengan gerbangnya!" Jiang Shen berbicara demi memecah keheningan.
"Benar, dari luar memang terlihat seperti makam kuno, tapi di dalamnya seperti makam modern!" Tetua Mayleen membenarkan ucapan Jiang Shen.
Sementara Ling Junjie, pandangannya terpaku menatap bangunan besar yang nampak familiar baginya.
__ADS_1
"Aku tidak tahu pasti, kapan melihat bangunan seperti ini. Tapi dari pirasatku, aku harus memasuki bangunan ini!" Pikir Ling Junjie.