Ling Junjie

Ling Junjie
Chapter 81 Daun Keabadian


__ADS_3

Sementara di tempat lain, tapi masih di waktu yang sama. Nampak seorang anak laki-laki tampan sedang berlatih pedang, dengan didampingi oleh dua Peri cantik!


"Menarik, energi alam di sini memang luar biasa!" Ucapnya sembari duduk di atas rerumputan yang ada di dalam hutan.


Sudah dua hari, Ling Junjie selalu berlatih pedang di hutan itu. Selepas berlatih pedang, Ling Junjie selalu menyempatkan diri untuk berkultivasi.


Dan sekarang kultivasinya sudah mencapai tingkat pemula bintang 4.


Tatkala hari mulai malam, Ling Junjie baru menyelesaikan kultivasinya. Dia bangkit berdiri dan meregangkan tubuhnya, lalu berjalan ke arah pondok kayu yang tidak jauh dari tempatnya berlatih pedang dan berkultivasi!


Sesampainya di sana, Ling Junjie langsung di sambut oleh dua Peri cantik yang menampilkan senyum cerah di wajahnya!


"Selamat datang!" Peri Mina berteriak dan langsung hinggap di bahu Ling Junjie.


"Hem!" Ling Junjie mengangguk dan tersenyum, seraya mengelus kepala Peri itu dengan telunjuknya.


Tiba-tiba Peri Rosie keluar dari pondok, kemudian langsung melayang menghampiri Ling Junjie. "Aku telah menyiapkan makanan untukmu!" Dia berbicara sembari bertengger di baku sebelah kiri Ling Junjie.


"Terima kasih, Rosie!" Ling Junjie berterima kasih dengan senang hati, dia merasa tersanjung oleh perlakuan dua Peri itu.

__ADS_1


Setelah berbincang-bincang di bawah pondok, Ling Junjie memanjat pohon dan langsung masuk ke dalam pondok yang ada di atas pohon tersebut.


Sesampainya di dalam pondok, mata Ling Junjie terbelalak, lututnya lemas, dan napsu makannya langsung menghilang!


"Apakah aku harus memakan semua daun ini?" Ling Junjie bertanya dengan lesu.


"Benar, ini adalah makanan favorit kami!" Jawab Peri Rosie tanpa keraguan sedikitpun, dalam setiap ucapannya.


"Yang benar saja!" Ling Junjie mengindahkan dengan wajah tertekuk.


Melihat wajah putus asa dari Ling Junjie, Peri Mina angkat bicara. "Kau harus mencoba makanan lezat ini. Selain dapat menyehatkan tubuhmu, makanan ini juga dapat meningkatkan kultivasimu, jika kamu memakannya secara rutin, dan teratur!" Ucapnya.


"Aku akan mencobanya!" Ling Junjie berbicara dengan berjalan menghampiri daun muda yang menumpuk di atas meja.


*Nyam, nyam....*


Ling Junjie mengunyah daun yang sudah masuk ke dalam mulutnya.


Setelah menelan daun yang sudah di haluskan oleh mulut dan giginya, Ling Junjie mengomentari rasa dari daun itu. "Sedikit pahit, dan juga ada rasa ginsengnya!"

__ADS_1


"Benar, rasanya memang seperti itu. Daun ini bernama Daun Keabadian!" Peri Mina menimpali komentar Ling Junjie dengan sebuah perkataan yang membuat Ling Junjie terbatuk-batuk.


*Huk, huk....*


Sontak saja Peri Mina langsung mengeluarkan secangkir air putih, "Minumlah!" Dia memberikan air putih itu kepada Ling Junjie.


Ling Junjie menerima air putih itu dan langsung meminumnya!


*Glug, glug, glug....*


Suara minum terdengar melegakan dari tenggorokan Ling Junjie.


Setelah meletakkan cangkir yang sudah kosong di atas meja, Ling Junjie berbicara menanyakan perihal daun itu. "Mengapa di sebut Daun Keabadian?"


"Karena daun ini dapat menyehatkan badan, dan juga meningkatkan kultivasi. Jadi tidak ada salahnya kami menyebutnya Daun Keabadian!" Peri Rosie menjawab dan menjelaskan perihal nama dari daun itu.


"Omong-omong, apakah kalian hanya tinggal berdua?" Ling Junjie menanyakan hal yang semenjak kemarin ingin dia tanyakan.


"Bangsa Peri berbeda dengan bangga Elf, atau juga bangsa lainnya. Kami tinggal sendiri-sendiri, tapi sebagian ada juga yang berkelompok, namun tidak sebanyak bangsa manusia ...!" Jawab Peri Mina.

__ADS_1


"Mengapa kami tinggal berdua, karena kami kembar!" Kali ini Peri Rosie yang berbicara, menyambung kata saudarinya.


__ADS_2