Ling Junjie

Ling Junjie
Chapter 74 Diremehkan


__ADS_3

Setelah meninggalkan Tetua Mayleen di depan pintu penginapan, saat ini Chu Mei dan Ling Junjie sedang berjalan berdua di tengah-tengah hilir mudik penghuni Kota.


Mereka nampak seperti adik-kakak yang saling menyayangi satu sama lain.


Orang-orang tidak menganggap mereka sepasang kekasih yang sedang berkencan, karena perbedaan usia di antara keduanya terlihat jelas dan nyata!


"Jun'er, ayo kita ke sana!" Chu Mei menarik Ling Junjie ke sebuah Toko Pakaian.


Ling Junjie mengangguk, dan dia hanya pasrah saja membiarkan tubuhnya di tarik-tarik oleh Chu Mei.


Sesampainya di dalam Toko Pakaian, mereka langsung di sambut oleh seorang Pelayan yang memakai gaun berwarna coklat.


Pelayan itu menatap mereka berdua dengan pandangan meremehkan, Pelayan itu mengira meraka hanya sedang bermain-main saja!


"Kalian berdua, ini bukan tempat untuk bermain-main!" Pelayan itu berkata dengan angkuh.


Ling Junjie merasa heran dengan Pelayan yang menyambutnya dengan tidak ramah itu!

__ADS_1


"Apa ada yang salah?" Ling Junjie bertanya kepada pelayan itu.


"Tentu saja salah, kalian mana mungkin mampu membeli pakaian di toko kami. Anak-anak Desa seperti kalian biasanya hanya membuat onar saja!" Jawab Pelayan itu sembari mengibas-ngibaskan tangannya seperti mengusir mereka.


Sementara Chu Mei, dia merasa sangat garam dengan pelayan itu. "Hei pelayan, jika aku mau. Aku bisa membeli toko kecil ini!"


"Hahaha..., sungguh anak yang pandai berguau, tapi gurauanmu tidak lucu. Pergilah!" Pelayan itu tertawa dan kembali mengusir mereka berdua.


Saat Chu Mei akan membalas ucapan pelayan itu, tiba-tiba Ling Junjie menarik tangannya. "Kakak, ayo kita pergi saja!"


Akhirnya dengan penuh kekesalan, Chu Mei mengikuti Ling Junjie keluar dari Toko Pakaian itu.


"Cih, aku sedang kesal. Tahu!" Chu Mei merajuk manja.


Ling Junjie mengulurkan tangannya di hadapan Chu Mei, kemudian Chu Mei menyambut uluran tangan itu dengan tangannya.


Adegan mereka seperti seorang pangeran yang akan menuntun tuan putri untuk naik ke atas kereta kuda, numun nyatanya Chu Mei dan Ling Junjie hanya berjalan kaki saja!

__ADS_1


Setelah berjalan beberapa waktu, pandangan mereka berdua tertuju ke sebuah Paviliun yang sangat besar.


Paviliun itu terlihat sangat ramai, meskipun hari sudah mulai malam.


Di atas Paviliun itu tertera sebuah nama yang di ukir dengan indah.


"Paviliun Cahaya!" Chu Mei menyebutkan nama yang di ukir di atas Paviliun itu.


"Ayo, kita ke sana!" Ling Junjie mengajak Chu Mei untuk memasuki Paviliun yang sangat ramai pengunjung itu.


Sesampainya di dalam Paviliun, mereka di sambut oleh pelayan wanita dengan sangat ramah.


"Selamat datang Tuan Muda dan Nona Muda, Kalau boleh tau, Apa yang kalian butuhkan?" Ucapnya sambil bertanya kepada mereka berdua


"Apakah di sini menjual Pakaian?" Chu Mei menjawab dengan sebuah pertanyaan yang membuat Pelayan itu melukiskan senyum di bibirnya.


"Tentu, Nona Muda. Mari saya antarkan ke tempat pakaian yang kami sediakan!" Pelayan itu mengajak mereka ke tempat pekaian yang di jual di Paviliun Cahaya.

__ADS_1


Paviliun Cahaya merupakan Asosiasi yang di bentuk sejak puluhan tahun yang lalu di Kerajaan Han, dan sekarang Paviliun Cahaya sudah tersebar di berbagai kota untuk memperjual-belikan kebutuhan kultivator ataupun manusia biasa.


__ADS_2