
keesokan harinya, Ling Junjie berangkat ke tempat di adakannya kompetisi 100 tahun.
Sesampainya di sana, Ling Junjie melihat deretan kursi penonton telah di penuhi oleh Elf tua dan muda.
Selain banyaknya penonton, Ling Junjie juga melihat bangku peresta yang mengikuti kompetisi tersebut.
Dengan santai, Ling Junjie mencari tempat duduk di antara deretan peresta lainnya.
Setelah duduk dengan tenang, tiba-tiba ada seorang pemuda yang menyapanya. "Hei, namaku Axel Brady. Siapa namamu?"
Pumuda itu mengulurkan tangannya, dan Ling Junjie langsung menjabat uluran tangan itu sembari berkata. "Namaku Ling Junjie, salam kenal!"
"Ling Junjie, sepertinya kau bukan dari Kota ini?" Axel Brady bertanya.
"Kau benar, aku berasal dari kota Chan!" Jawab Ling Junjie berbohong, dia hanya mengetahui Kota itu dari buku yang kemarin dia baca!
Axel Brady menyentuh dagu, kemudian berkata. "Pantas saja, kau terlihat sangat tampan. Kota itu memang terkenal dengan ketampanan, dan kecantikan penduduknya!"
__ADS_1
"Haha... Biasa saja, kau sendiri juga tampan." Ling Junjie merendah di hadapan teman barunya itu.
Saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba suara pembawa acara terdengar di atas podium. "Hadirin sekalian, mari kita sambut kedatangan yang mulia Raja Tyson dan tuan putri Tyson!"
Semua orang yang mendengar suara itu, langsung mengedarkan pandangannya ke arah pintu masuk.
Dari pintu masuk, terlihat pria paruh baya dan seorang gadis cantik sedang berjalan dengan di kawal 100 Prajurit di belakangnya.
"Hormat yang mulai Raja Tyson!" Ucap semua orang yang ada di sana.
Raja Tyson dan putrinya, berjalan ke podium, kemudian mulai berpidato untuk membuka kompetisi tersebut.
Setelah Raja Tyson duduk dengan tenang di tempatnya, pembawa acara langsung berbicara kembali. "Seperti yang telah kita ketahui, kompetisi ini merupakan ajang bergengsi yang diadakan 100 tahun sekali ...,"
"Untuk babak penyisihan, semua peserta yang telah mendaptarkan dirinya, akan bertarung di 10 arena yang telah di persiapkan. 10 orang juara pertama dari setiap arena akan masuk ke babak semifinal, dan 5 orang pemenang dari babak semifinal akan masuk ke bakak final ...,"
"Untuk aturan pertandingan, semua peserta di perbolehkan melukai lawan asal jangan sampai membunubnya, dan jika peserta merasa tudak sanggup untuk melanjutkan pertandingan peserta di perbolehkan untuk menyerah ...,"
__ADS_1
"Sekarang, untuk para peserta di persilakan untuk mengambil nomor undian masing-masing!" Pembawa acara itu berbicara panjang lebar, dan di akhiri dengan menyuruh peserta untuk mengambil nomor undian.
Setelah semua peserta mengambil nomor undiannya, mereka kembali ke tempat masing-masing.
Ling Junjie mendapatkan nomor 7 untuk bertanding di arena nomor 10.
Setelah 10 wasit bersiap di 10 arena, mereka memanggil peserta yang memiliki nomor undian 1 dan 2.
Semua pererta yang memiliki nomor undian 1 dan 2, naik ke atas arena yang tertera di nomor undiannya masing-masing.
Setelah semua pererta bersiap, akhirnya pertarungan satu lawan satu pun di mulai, hingga menimbulkan teriak dan suara-suara dukungan lainnya dari semua penonton.
Pertarungan di atas arena berlangsung dengan sangat cepat, Ling Junjie berhasil mengalahkan ratusan peserta dan berhasil menjadi juara 1 di arena nomer 10.
Karena hari sudah menjelang malam, akhirnya kompetisi itu di tutup dan akan di lanjutkan esok hari.
Ling Junjie pulang ke penginapan untuk mengistirahatkan tubuhnya.
__ADS_1
Namun saat di persimpangan jalan, Ling Junjie tidak sengaja menyenggol bahu Esha.
Tidak tahu takdir apa yang menemukan Ling Junjie dengan gadis incarannya, yang pasti Esha mau memaafkan kesalahan Ling Junjie dengan sarat Ling Junjie harus menemaninya makan malam di sebuah restoran!