Ling Junjie

Ling Junjie
Chapter 69 Dataran Bebatuan


__ADS_3

Nampak di sebuah rumah makan yang tidak jauh dari Penginapan Mawar, Ling Junjie dan Jiang Shen duduk berdua di baku yang ada hadapan Tetua Mayleen dan Chu Mei.


"Makanlah, setelah ini kita akan melanjutkan perjalanan kita!" Tetua Mayleen menyuruh mereka bertiga untuk segera makan.


"Baik, Tutua!" Sahut Jiang Shen dan Chu Mei serampak.


"Baik, Guru!" Ling Junjie berkata dengan mengambil beberapa makanan yang sudah tersaji di atas meja.


Setelah selesai makan, mereka berempat langsung melanjutkan perjalanan mereka.


••••


Di sebuah markas yang ada di dalam hutan, nampak Ketua Bandit Kalajengking Merah sedang mendengarkan laporan dari salah satu anggotanya.


"..., mereka mati begitu saja tanpa luka sedikitpun!" Si pembawa laporan mengakhiri ceritanya.


"Ini aneh? Aku baru mendengar ada seseorang yang bisa membunuh tanpa menyentuh!" Ketua berbicara dengan mengelus janggut.


Ketua itu terlihat sudah tua, bahkan dia sudah berniat pensiun dari dunia perbanditiannya.

__ADS_1


Bandit Kalajengking Merah memang bukan bandit sembarangan, mereka merupakan organisasi penjahat yang sulit di musnahkan.


Anggota Bandit Kalajengking Merah sudah tersebar di seluruh Kerajaan Han, bahkan sudah melebarkan sayapnya ke Kerajaan tetangga.


Kerajan terdekat dari Kerajan Han adalah, Kerajaan Ming, dan Kerajaan Xu.


••••


Setelah melewati kota Andam, mereka harus melewati dataran bebatuan untuk sampai di Kota Selanjutnya.


"Guru, berapa jauh untuk sampai di Kota selanjutnya?" Ling Junjie bertanya dengan berjalan di samping gurunya.


Tetua Mayleen melirik Ling Junjie sekilas, lalu menjawab. "Sekitar dua mingguan perjalanan, baru kita akan sampai di Kota Chengding!"


Setelah berjalan puluhan langkah ke depan, Samar-samar Ling Junjie merasakan aura yang sangat aneh.


"Aura ini tersasa sangat kuat, namun seperti menuntunku ke suatu tempat!" Pikir Ling Junjie.


"Ada apa, Jun'er?" Tetua Mayleen bertanya kepada muridnya yang tiba-tiba berhenti berjalan dan tampak seperti memikirkan sesuatu.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan gurunya, Ling Junjie mengerutkan kening sambil menatap heran kepada gurunya.


"Guru, apakah guru tidak merasakan aura ini?" Ling Junjie bertanya dengan penasaran, pasalnya Ling Junjie merasakan aura aneh itu semakin kuat ...!


"Tidak, aku tidak merasakan aura apapun!" Jawab Tetua Mayleen.


"Aneh, tapi aku merasakan ada aura kuat seperti sedang memanggilku ke suatu tempat!" Ling Junjie menegaskan apa yang dia rasakan.


Mendengar kepasitian dari mulut Ling Junjie, Tetua Mayleen nampak berpikir sembari menyentuh dagu dengan telunjuknya lentiknya.


Setelah berbikir beberapa saat, Tetua Mayleen mengucapkan kata-kata yang membuat Ling Junjie semakin penasaran. "Ada dua kemungkinan. Pertama ada orang jahat yang berniat menjebakmu, yang kedua ada harta atau artefak yang berjodoh denganmu!"


"Guru, bagaimana kalau kita periksa saja lebih dulu!" Ling Junjie mengutarakan keinginannya.


"Tidak masalah, tapi kalian harus meningkatkan kewaspadaan kalian. Karena resiko terbesarnya adalah kemungkinan yang pertama!" Ucap Tentu Mayleen.


Sementara Chu Mei dan Jiang Shen, mereka tidak memberi saran atau mencegah keinginan Ling Junjie, mereka hanya mengikuti apa saja yang di putuskan Ling Junjie dan gurunya!


"Karena hanya kau yang merasakan aura itu, maka kau berjalan lebih dulu!" Tetua Mayleen menyuruh muridnya untuk memimpin perjalanan yang belum pasti mengarah ke mana.

__ADS_1


"Baik, guru!" Ling Junjie langsung melangkah lebih dulu, kemudian di ikuti oleh mereka di belakangnya.


Setelah seharian berjalan melewati dataran bebatuan, mereka sampai di sebuah tebing yang menjulang tinggi!


__ADS_2