Ling Junjie

Ling Junjie
Chapter 86 Kalian Semua Istriku


__ADS_3

"Bisakah kau melepaskannya?" Peri Rosie bertanya dengan mendelik tajam.


"Mengapa aku harus melepaskannya, dia kan muridku!" Jawab Tetua Mayleen sengit.


"Karena kami istrinya, dan kami telah melakukannya!" Tegas Peri Rosie.


"Jika kalian istrinya, maka aku juga sama. Karena dia telah memainkan sesuatu yang tidak seharusnya di mainkan!" Balas Tetua Mayleen dengan tidak kalah tegas.


Sementara Ling Junjie, dia di buat sakit kepala oleh perdebatan tidak penting mereka. "Sudahlah, kalian semua istriku. Jika ada yang tidak setuju, aku tidak peduli!"


Ling Junjie berkata dengan sangat mendominasi, bahkan ketiga wanita itu hampir tidak percaya bahwa Ling Junjie dapat mengucapkan kata-kata seperti itu.


"Sekarang apakah guru bisa menjelaskan beberapa peraturan yang ada di Sekte ini?" Ling Junjie bertanya sembari berjalan ke arah ranjang.


Tetua Mayleen mengikutinya sambil berbicara. "Sekte ini memiliki peraturan yang harus di patuhi semua orang yang merupakan bagaian dari Sekte ... ."


Setelah menerangkan semua peraturan kepada Ling Junjie, Tetua Mayleen merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Sementara Peri Mina dan Peri Rosie, Mereka duduk di samping kiri dan kanan Ling Junjie.


"Sayang, kami akan kembali ke rumah. Kau berlatihlah dengan giat, jika ada waktu pulanglah ke rumah kita!" Ucap Peri Mina.


"Benar, kau harus tumbuh menjadi orang kuat!" Peri Rosie menambahkan ucapan kakaknya.

__ADS_1


*Cup....*


*Cup....*


Mereka berdua mencium pipi kanan dan kiri Ling Junjie, setelah itu mereka langsung menghilang meninggalkannya.


Usai kepergian mereka berdua, Tetua Mayleen langsung menerkam tubuh Ling Junjie dan membaringkannya di atas ranjang.


"Guru?" Ling Junjie bertanya dengan suara pelan.


Alih-alih menjawab pertanyaan itu, Tetua Mayleen malah membungkam mulut Ling Junjie dengan mulutnya.


*Tuk, tuk....*


Setelah melompat dari ranjang, Tetua Mayleen langsung merapihkan pakaiannya.


"Leen'er, mengapa kau begitu lama membukakan pintu untukku?" Seorang wanita yang memiliki tubuh luar biasa, bertanya kepada Tetua Mayleen yang baru membukakan pintu.


"Maafkan aku, Matriark!" Ucap Tetua Mayleen sembari membungkuk memberi hormat, kepada wanita sexy yang mengenakan penutup wajah itu.


"Apakah dia muridmu yang kau ceritakan itu?" Matriark Sekte Pedang Suci bertanya sembari menatap Ling Junjie.


"Benar, Matriark!" Jawab Tetua Mayleen.

__ADS_1


Setelah mendengar jawaban dari Tetua Mayleen, Matriark Sekte Pedang Suci memanggil Ling Junjie. "Kemarilah, aku ingin berbicara denganmu!"


"Baik, Matriark!" Sahut Ling Junjie dengan membungkukkan tubuhnya, kemudian dia langsung menghampiri Matriark dan duduk di samping gurunya.


"Namaku Liu Annchi, dan sekarang kau adalah muridku juga!" Ucap Matriark.


"Mengapa bisa begitu guru?" Ling Junjie bertanya kepada Tetua Mayleen.


"Jun'er, Matriark adalah guruku, dan dia ingin menurunkan ilmu pedangnya kepadamu secara langsung!" Jawab Tetua Mayleen.


Setelah mendengar jawaban dari gurunya, akhirnya Ling Junjie sedikit mengerti dengan keinginan Matriark yang bernama Liu Annchi tersebut.


"Hormat Maha Guru!" Ling Junjie bersujud di hadapan Liu Annchi.


"Aku terima hormatmu, duduklah!" Liu Annchi menyuruh Ling Junjie untuk duduk kembali.


"Kedatanganku ke sini, memang sengaja untuk menjemputmu." Ucap Liu Annchi sembari menyentuh bahu Ling Junjie.


*Wusshh....*


Liu Annchi menghilang dari tempatnya dengan membawa Ling Junjie.


Sementara Tetua Mayleen, dia menghentakkan kakinya dengan perasaan tak berdaya.

__ADS_1


Baru saja bertemu dengan murid kesayangannya, eh malah langsung di rebut oleh orang yang sangat dia hormati!


__ADS_2