Ling Junjie

Ling Junjie
Chapter 34 Berjuanglah


__ADS_3

Karena sudah tengah malam, akhirnya Kaisar Lin pamit untuk meninggalkan Ling Junjie dan Lin Hua.


Setelah kepergian Kaisar Lin, Ling Junjie medekati Lin Hua yang dari tadi hanya diam saja.


"Hei, apa yang sedang kau pikirkan?" Ling Junjie bertanya sembari mengelus kepala gadis itu.


"Apa kau menyukaiku?" Lin Hua bertanya dengan wajah memerah menahan malu.


"Sedikit!" Ling Junjie menjawab singkat.


"Apakah aku kurang cantik?" Lin Hua bertanya lagi.


"Kau sangat cantik!" Ling Junjie menjawab sambil mencubit pipi Lin Hua.


"Lalu mengapa kau hanya sedikit menyukaiku?" Lin Hua penasaran dengan alasan Ling Junjie!


"Jika kau ingin aku menyukaimu lebih banyak lagi, maka berjuanglah!" Ling Junjie seperti memberikan tantangan kepada Lin Hua.


Sementara Lin Hua, dia adalah orang yang sangat menyukai tantangan! "Aku akan berjuang dan akan membuatmu tidak bisa jauh dariku selamanya!"

__ADS_1


"Benarkah, bagaimana caranya?" Ling Junjie menautkan kedua alisnya.


"Begini!" Lin Hua melakun hal gila yang belum pernah dia lakuan sebelumnya, dia meloncat ke pangkuan Ling Junjie. Setelah berada di pangkuan Ling Junjie, Lin Hua langsung mendaratkan kecupan di bibir Ling Junjie.


Lidah kecil Lin Hua menjilat-jilati daging mentah berwarna merah kehitaman itu.


Karena merasa pintu mulutnya seperti di dobrak-dobrak dari luar, akhirnya Ling Junjie membuka pintu itu dan menyambut si pendobrak dengan lidahnya.


Pertemuan lidah pun berlangsung dengan sangat lama, dan mendebarkan.


Rasa manis mengalir di tenggorokan mereka masing-masing, mereka seperti dua pedangang air liur yang sedang melakukan jual beli!


Setelah selesai melakukan perdagangan yang saling menguntungkan, napas mereka terengah-engah seperti telah melakun lari ribuan kilo meter jauhnya.


Dengan perlahan namun pasti pemburu itu menelusuri tebing curam, semakin lama pemburu itu semakin turun ke bawah untuk memeriksa binatang buas apa yang ada di bawah.


Sesampainya di bawah, pemburu itu menemukan binatang buas berbentuk naga yang sangat besar sedang tertidur dan bermimpi indah.


Saat pemburu itu akan kembali dan membatalkan niatnya, tiba-tiba naga itu terbangun karena terusik dengan kehadirannya.

__ADS_1


"Dia telah terbangun, kau harus bertanggung jawab karena kalau sudah terbangun dia tidak bisa tidur lagi sebelum di beri makanan!" Ling Junjie berbicara dengan meraba dua bukit kembar yang ada di dada Lin Hua.


"Aku akan bertanggung jawab, dan memberikan makanan lejat kepala naga besar itu!" Lin Hua berkata dengan bibir bawah gemetar, seperti sedang ketakutan.


"Benarkah?" Ling Junjie bertanya sembari mengelus bibir itu dengan jari-jemari lentik miliknya.


"Ahk...,"


"Akh... ."


Rintihan kecil dari mulut Lin Hua terdengar sangat merdu, seperti nyanyian yang menyentuh hati sanubari.


Mendengar nyanyian yang begitu indah, Ling Junjie semakin bersemangat memainkan gitar yang ada di bawah perut Lin Hua.


Ling Junjie memetik senar gitar yang memiliki tekstur halus dan lembut itu dengan perlahan namun pasti!


Nyanyian indah dari mulut Lin Hua semakin ber irama, seiring gitar yang di petik Ling Junjie.


Akan tetapi, seperti ada yang aneh dengan gitar itu? Semakin lama di mainkan, semakin berubah bentuknya menjadi lembah becek dan berlendir!

__ADS_1


Tangan Ling Junjie pergi dari sana, kemudian tangan itu memuntun naga besar untuk menelusuri lembah misterius itu.


"Apakah itu akan masuk ke dalam tubuhku?" Lin Hua bertanya dengan perasaan was-was.


__ADS_2