
"Jika kamu tidak menanyakannya, mungkin aku tidak akan menceritakannya karena kejadian itu sangat ingin aku lupakan ...," Setelah itu Liu Annchi menceritakan perjalanan hidupnya hingga dia berakhir di segel di alam rendah.
Liu Annchi merupakan keturunan terakhir dari Klan Liu di alam langit, kerena kecantikannya yang sangat luar biasa, Liu Annchi mendapat lamaran dari anak Kaisar Langit. Namun, Liu Annchi menolaknya.
Karen tidak terima dengan penolakan dari Liu Annchi, anak Kaisar Langit itu melakukan berbagai cara untuk mendapatkan Liu Annchi.
Suatu hari, anak Kairas Langit itu menemukan kesempatan untuk memperkosa Liu Annchi di dalam hutan.
Akan tetapi, karena Liu Annchi memiliki kultivasi yang lebih tinggi dari anak Kaisar Langit itu, Liu Annchi berhasil selamat dan juga berhasil membunuh anak Kaisar Langit itu.
Setelah membunuh anak Kaisar Langit, Liu Annchi menjadi buronan para Dewa yang ada di alam langit.
Liu Annchi tertangkap dan di bawa menghadap Kaisar Langit.
Saat Liu Annchi akan di eksekusi mati, tiba-tiba muncul dua Dewa yang menghentikan eksekusi mati itu.
Dua Dewa itu adalah Dewa Suci dan Dewa Angung, mereka memiliki otoritas yang lebih tinggi dari Kaisar Langit.
Dewa Susi dan Dewa Angung itu menentang keputusan Kaisar Langit yang akan mengeksekusi mati Liu Annchi, karena walau bagaimanapun kematian anak Kaisar Langit tidak sepenuhnya salah Liu Annchi.
__ADS_1
Karena anak Kaisar Langitlah yang berniat melakukan hal yang tidak terpuji kepada Liu Annchi, hingga berakhir dengan kematian anak Kaisar Langit itu sendiri.
Untuk hukuman Liu Annchi yang telah membunuh penerus Kaisar Langit, Liu Annchi di segel di alam rendah oleh Dewa agung dan Dewa suci.
"Begitulah ceritanya! Apakah setelah mengetahuinya kamu akan menjauhiku?" Liu Annchi menutup ceritanya dengan sebuah pertanyaan.
"Mengapa aku harus menjauihmu?" Ling Junjie menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi.
"Karena aku musuh para Dewa!" Liu Annchi menjawab dengan getir.
"Cih, hanya para Dewa cecunguk itu, bukan masalah bagiku. Bahkan jika langit runtuh dan alam semesta hancur, aku akan tetap bersamamu!" Meskipun omongan Ling Junjie terdengar seperti bualan semata, tapi itu sukses membuat Liu Annchi meneteskan air mata.
"Aku mempercayaimu, dan aku akan selalu bersamamu dalam susah dan senang, dalam suka dan duka, dalam bahagia ataupun sengsara!" Liu Annchi memeluk tubuh Ling Junjie dan menumpahkan tangisannya di sana.
"Tingkat Dewa!" Liu Annchi langsung menjawabnya.
"Kau salah, tinggat dewa hanyalah setengah jalan dari jalan kutivasi yang sesungguhnya!" Pernyataan Ling Junjie itu membuat Liu Annchi terkejut dan memesang raut wajah tak percaya.
"Benarkah, lalu apa tingkatan selanjutnya setelah tingkat dewa?" Liu Annchi bertanya dengan wajah serius.
__ADS_1
"Tingkatan selanjutnya adalah... ." Ling Junjie langsung menerangkan tingkat selanjutnya setelah seorang kultivator mencapai tingkat dewa bintang 9.
Tingkat Dewa Bumi, bintang 1 sampai 9.
Tingkat Dewa Langit, bintang 1 sampai 9.
Tingkat Dewa Alam, bintang 1 sampai 9.
Tingkat Dewa Semesta, bintang 1 sampai 9.
"Apakah sampai sini kau mengerti? Alam langit yang di singgahi orang-orang yang mengaku Dewa itu, hanya sebuah benua yang terpisah dari kelima benua di alam rendah!" Ling Junjie berbicara seperti seorang kultivator tua yang telah hidup jutaan tahun.
Dari penjelasan Ling Junjie, Liu Annchi memiliki dua keyakinan.
Yang pertama, dia yakin bahwa dia masih lemah!
Yang kedua, dia yakin bahwa Ling Junjie merupakan kultivator tua yang berinkarnasi!
"Aku mengerti, dan sekarang aku merasa sangatlah lemah!" Liu Annchi berbicara sembari menatap lurus ke depan.
__ADS_1
"Jangan di pikirkan, sekarang kita telah dekat dengan tempat yang ingin aku tunjukkan." Ling Junjie berbicara dengan mempercepat langkah kakinya.
Sesampainya di pantai, mereka berdua duduk di atas pasir dengan menikmati indahnya langit senja di dunia jiwa.