
Setelah mereka berdua sama-sama terpuaskan, mereka berdua tertidur di atas ranjang dengan saling berpelukan.
Terlihat di sebuah kain putih yang ada di bawah tubuh mereka, ada setetes darah yang sudah hampir mengering.
Keesokan harinya, Liu Annchi terbangun lebih awal dan langsung pergi ke kamar mandi dengan jalan seperti orang kesakitan.
Di dalam kamar mandi, Liu Annchi berbicara sendiri. "Meskipun masih bocah, tapi miliknya sangat luar biasa!" Ucapnya.
Setelah membersihkan tubuhnya, Liu Annchi keluar dari kamar mandi dengan tersenyum cerah.
Karena tidak ingin mengganggu tidur lelap Ling Junjie, akhirnya Liu Annchi keluar dari kamar dan bersantai di halaman rumah.
Saat Liu Annchi tengah bersantai, tiba-tiba teringat sebuah pesan yang di titipkan gurunya.
"Suatu saat nanti, kau akan menjadi istri dari seorang anak muda yang baru berusia 10 tahun. anak itu adalah reinkarnasi suamimu di masa lalu!" Bunyi pesan itu.
Setelah memikirkan pesan dari gurunya itu, Liu Annchi tersenyum-senyum sendiri sembari membayangkan keganasan Ling Junjie saat menghajar lembah surga miliknya malam tadi!
"Kakak, sedang apa?" Pertanyaan itu berhasil membuyarkan lamunannya
"Jun'er, kau sudah bangun?" Liu Annchi malah balik bertanya.
__ADS_1
"Aku sudah di sini sejak tadi!" Jawab Ling Junjie.
"Benarkah, maaf aku tadi sedang tidak pokus!" Kilah Liu Annchi.
Sementara Ling Junjie, dia merasa gemas dengan wanita dewasa yang tengah duduk di atas bangku kayu yang ada di hadapannya itu.
"Kakak apa kau tahu ini cincin apa?" Ling Junjie bertanya sembari memperlihatkan cincin hitam di tangannya.
"Dari mana kau mendapatkannya?" Lagi-lagi Liu Annchi menjawab pertanyaan dengan balik bertanya.
"Aku menemukannya di makam kuno!" Jawab Ling Junjie jujur.
"Apakah di sana ada lukisan pasukan yang di gambar di dinding?" Liu Annchi bertanya dengan mata bercahaya.
"Kau tahu, salah satu dari mereka adalah guruku!" Papar Liu Annchi.
"Benarkah? Itu artinya guru kakak sangat hebat!" Puji Ling Junjie.
"Memang hebat, tapi lebih hebat lagi orang yang menciptakannya!" Ucap Liu Annchi.
"Mengapa begitu?" Ling Junjie bertanya seperti itu karena sangat tertarik dengan orang yang telah menciptakan pasukan yang begitu hebat itu.
__ADS_1
"Kemarilah, aku akan menceritakan peristiwa yang pernah guruku ceritakan padaku!" Jawab Liu Annchi sembari melambai-lambaikan tangannya.
Ling Junjie menurutinya dan duduk di samping Liu Annchi.
Karena bangku itu lumayan panjang, Liu Annchi menyuruh Ling Junjie untuk tidur di pangkuannya. "Berbaringlah," Pinta Liu Annchi.
Ling Junjie menurutinya untuk berbaring di atas bangku itu dan meletakan kepalanya di atas pangkuan Liu Annchi.
"Jadi cirinya seperti ini, 10 juta tahun yang lalu ...." Liu Annchi menceritakan kisah Ling Junjie di masa lalu secara mendetail.
"..., begitulah ceritanya!" Liu Annchi mengakhiri ceritanya.
"Jika memang seperti itu adanya, berarti aku di masa lalu sangat hebat!" Ling Junjie sangat menyukai peran dirinya di masa lalu.
"Benar, kau di masa lalu sangat hebat. tapi di masa sekarang, kau sedang dalam bahaya!" Tegas Liu Annchi.
"Bahaya apa?" Ling Junjie bertanya dengan heran, pasalnya dia tidak pernah memiliki musuh.
"Ini masih cerita dari guruku! Setelah Ling Junjie di masa lalu lenyap, peperangan besar terjadi di mana-mana. yang menjadi pemicu dari perang itu adalah Ras Iblis dan Ras Malaikat ...."
Setelah mengatur napas sebentar, Liu Annchi melanjutkan ceritanya. "Namun pada akhirnya peperangan itu berhenti, karena lenyapnya ketua Ras itu."
__ADS_1
"Siapa yang melenyapkannya, kakak?" Ling Junjie kembali bertanya kerena di buat semakin penasaran.
"Tentu saja pasukan itu!" Jawab Liu Annchi dengan bangga.