Ling Junjie

Ling Junjie
Chapter 84 Masih Polos


__ADS_3

Usai menyatukan dimensi miliknya, kedua Peri cantik itu kembali lagi ke sisi Ling Junjie.


"Sayang, ayo kita pulang ke rumah kita!" Peri Mina berbicara kepada Ling Junjie.


"Baiklah!" Balas Ling Junjie sembari menganggukan kepala.


Peri Mina dan Peri Rosie, memeluk Ling Junjie dan membawanya terbang ke langit.


"Wusshh....*


Mereka melesat dengan kecepatan sedang!


"Ternyata dimensi ini sangat luas!" Ucap Ling Junjie sembari melihat pemandangan di bawahnya.


"Benar, kita bisa tinggal di sini selamanya!" Balas Peri Rosie dengan tersenyum cerah.


"Tidak!" Sanggah Ling Junjie.


"Mengapa?" Peri Rosie bertanya dengan mengembungkan pipinya.


"Karena aku ingin berkelana di dunia luar!" Jawab Ling Junjie tegas.


"Meskipun kau berkelana, itu sama saja. Karena dimensi ini telah menyatu dengan tubuhmu!" Peri Mina memaparkan kebenarannya kepada Ling Junjie.

__ADS_1


"Benar juga, aku hampir melupakannya!" Ling Junjie berbicara dengan menggaruk kepala, dia merasa sedikit malu karena telah bersikap bodoh di hadapan istrinya.


Tidak lama setelah mereka berbincang-bincang di atas ketinggian, mereka tiba di atas rumah yang mirip seperti istana.


*Wusshh....*


Mereka mendarat dan langsung menapakan kakinya di depan rumah itu!


"Ayo kita masuk!" Ujar Peri Mina sembari menggandeng tangan Ling Junjie.


Sementara Peri Rosie, dia juga melakukan hal yang sama seperti kakaknya!


Sesampainya di sebuah kamar yang ada di dalam rumah itu, Peri Mina dan Peri Rosie terus menggandeng tangan Ling Junjie, mereka menuntunnya masuk ke kamar mandi!


"Mengapa kalian membawaku ke sini?" Ling Junjie bertanya dengan polosnya.


Dengan pasrah, akhirnya Ling Junjie menuruti keinginan mereka!


Setelah mandi dan melakukan segalanya, mereka keluar dari kamar mandi dengan wajah berseri-seri.


"Bagaimana, apakah kau mau lagi?" Peri Rosie berbisik di samping telinga Ling Junjie!


"Tidak. Itu sangat menyakitkan, kau menghisapnya terlalu lama!" Jawab Ling Junjie sembari berjalan ke arah ranjang.

__ADS_1


"Hihih..., tapi kenyataannya kau menikmatinya, bukan?" Sindir Peri Mina, selepas tertawa kecil.


"Sudahlah, lebih baik kita tidur saja!" Ling Junjie mengalihkan pembicaraan sembari merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Sementara mereka berdua, mereka melepaskan pakaian dan langsung naik ke atas ranjang mengikuti Ling Junjie.


"Sial, mengapa mereka harus selalu tidur tanpa busana?" Batin Ling Junjie.


"Kau bilang mau tidur, tapi mengapa kau masih melihat ku seperti itu?" Peri Mina bertanya sembari mengedipkan sebelah mata kepada adiknya.


"Aku hanya heran saja!" Jawab Ling Junjie sambil memalingkan wajahnya yang sudah memerah seperti kepiting rebus.


"Kakak, lihatah benda itu sudah bangun lagi!" Peri Rosie berbicara sembari menunjuk ke bawah perut Ling Junjie.


"Adik, kau benar!" Balas Peri Mina dengan mata berbinar-binar.


"Jangan, jangan lakukan itu lagi. Aku bisa mati karenanya!" Ling Junjie memohon dengan tubuh sedikit bergetar.


"Tenanglah, kami akan melakukannya dengan pelan. Benarkan adik?" Peri Mina bertanya kepada adiknya yang sudah meneteskan air liur!


"Benar, kami akan melakukannya dengan lembut!" Jawab Peri Rosie dengan cepat, dia sudah tidak sabar untuk melakukan hal yang baru saja mereka lakukan di kamar mandi.


"Aku janji!" Peri Rosie mengacungkan jari kelingkingnya.

__ADS_1


Setelah mereka mengikat janji seperti anak-anak, akhirnya mereka melakukan kegiatan seperti orang dewasa.


Keesokan harinya, Ling Junjie terbangun dari tidur lelapnya dengan tubuh di penuhi tanda merah.


__ADS_2