Ling Junjie

Ling Junjie
Chapter 75 Hampir Mati Berdiri


__ADS_3

Sesampainya di tempat pakaian, mereka berdua berhasil di buat takjub oleh deretan pekaian yang ada di sana.


Dengan mata berbinar-binar, Chu Mei menghampiri gaun putih yang begitu menarik perhatiannya.


"Yang ini berapa harganya?" Kemudian Chu Mei menanyakan harga dari gaun itu.


"Nona muda, itu adalah gaun termurah yang ada di sini. Harganya 100 koin emas!" Jawaban dari pelayan itu hampir membuat Chu Mei muntah darah, pasalnya harga dari gaun itu bisa menghidupi orang biasa selama puluhan tahun.


Akan tetapi, karena Chu Mei telah menemukan harta karun dari makam kuno, jadi dia tidak perlu khawatir lagi dengan masalah keuangan!


"Jika ini yang paling murah, maka tunjukkan padaku gaun yang paling mahal seperti apa?" Chu Mei bertanya dengan sangat penasaran!


Meskipun Pelayan itu tidak yakin Chu Mei dapat membeli satu gaun yang ada di sana, tapi Pelayan itu tetap bersikap profesional.


"Ayo, Nona Muda dan Tuan Muda. Kita pergi ke ruangan selanjutnya!" Pelayan itu mengajak mereka berdua untuk melihat ruangan lain.


Sesampainya di ruangan yang di maksud Pelayan itu, Mereka berdua di buat tidak bisa berkata-kata.


Chu Mei dan Ling Junjie, kebingungan untuk mendeskripsikan pakaian yang di lihatnya.


"Silahkan di pilih, Tuan Muda dan Nona Muda!" Pelayan itu berkata kepada mereka yang masih terpana melihat deretan pakaian di sana.

__ADS_1


Setelah mendengar perkataan dari Pelayan itu, mereka berdua langsung memilih beberapa pakaian yang ada di sana dengan senang hati.


Setelah masing-masing dari mereka mendapatkan selusin pakaian, mereka di antar oleh Pelayan yang tadi menuju meja pembayaran.


Sesampainya di sana, mereka melakukan pembayaran dengan di saksikan beberapa pelayan yang ada di sana.


"Tuan Muda dan Nona Muda, masing-masing totalnya menjadi 120ribu koin emas!" Pelayan yang menghitung belanjaan mereka, kerkata dengan lutut gemetar.


Tidak hanya Pelayan yang menghitung saja, tapi semua Pelayan yang ada di sana juga bereaksi sama.


Semua Pelayan yang ada di sana hampir di buat mati berdiri, pasalnya dengan uang sebanyak itu sudah bisa membangun sebuah Desa!


"Kakak, biar aku saja yang membayarnya!" Ling Junjie berkata kepada Chu Mei sembari mengeluarkan 240ribu koin emas dari cincin hitam miliknya.


*Bruk....*


Suara Koin emas, yang langsung menumpuk di atas meja!


"Kalian bisa menghitungnya lebih dulu!" Ling Junjie berkata kepada mereka yang matanya terbelalak melihat tumpukan koin emas.


Setelah mereka selesai menghitungnya, Ling Junjie dan Chu Mei memasukan belanjaan mereka kedalam cincinnya masing-masing.

__ADS_1


"Apa ada yang mau di beli lagi, kakak?" Ling Junjie bertanya sembari berjalan meninggalkan meja pembayaran.


"Tidak ada!" Chu Mei menjawab cepat sembari merangkul tangan Ling Junjie.


Setelah mereka keluar dari Paviliun Cahaya, mereka berniat langsung pulang ke penginapan!


Namun baru saja berjalan sekitar 100 meter jauhnya, mereka tiba-tiba di cegat oleh 10 orang berpakaian serba hitam.


Sudah jelas jika 10 orang itu tidak memiliki niat baik, namun Ling Junjie masih menyempatkan diri bertanya kepada mereka. "Kalian, mau apa?"


Tiba-tiba 10 orang itu saling pandang, kemudian satu di antara mereka berbicara kepada Ling Junjie.


"Kau hanya memiliki dua pilihan, harta atau nyawa!" Salah satu dari 10 orang perampok itu, berbicara dengan menggertak.


"Aku memilih pilihan, yang ketiga!" Ling Junjie berbicara dengan lantang, dan dia berhasil membuat perampok itu sangat kesal.


"Tidak ada yang ketiga, bocah!" Hardiknya dengan melesat ke arah Ling Junjie.


Sesampainya di dekat Ling Junjie, perampok itu langsung mengayunkan pedang tepat di samping leher Ling Junjie.


*Swoosh....*

__ADS_1


*Trang....*


*Zrak....*


__ADS_2