
Setelah kompetisi berakhir, 10 orang yang menempati posisi 11 sampai 20 langsung di pilih oleh semua tetua dari 10 Sekte.
Ling Junjie hanya menempati posisi 15, dan dia juga telah di pilih oleh Tetua Mayleen.
Sementara Jiang Shen, menempati posisi 10. Jiang Shen di perbolehkan memilih Sekte yang ingin dia masuki, dan akhirnya Jiang Shen memilih Sekte yang sama dengan Ling Junjie.
Untuk orang yang menempati posisi pertama, dia juga memilih Sekte yang sama dengan Ling Junjie.
Orang yang menempati posisi pertama itu tidak lain adalah Chu Mei!
"Kawan ayo kita kembali ke rumah!" Jiang Shen mengajak Ling Junjie untuk kembali ke rumah, karena harus beristirahat dan meminta izin kepada orang tua masing-masing.
"Ayo, kita harus beristirahat, untuk melakukan perjalanan besok." Ling Junjie langsung berjalan duluan.
Sesampainya di rumah, Ling Junjie langsung di sambut oleh kedua orang tuanya!
"Selamat, kau berhasil terpilih oleh Sekte besar." Li Junhe berkata dengan memeluk putranya.
Setelah Li Junhe melepaskan Ling Junjie, tiba-tiba Ling Junjie langsung di peluk oleh ibunya dengan sangat erat.
Li Lingjie memeluk Ling Junjie dengan di sertai isak tangisan, Li Lingjie merasa tidak rela untuk jauh dari anak satu-satunya itu.
"Jun'er, ibu akan sangat merindukanmu. Jadilah kuat, dan sesekali pulanglah ke sini!" Ucap Li Lingjie sembari menyeka air matanya.
"Iya ibu, aku pasti akan sering-sering pulang ke sini!" Ling Junjie berbicara dengan membalas pelukan ibunya.
__ADS_1
Setelah acara berpelukan selesai, Ling Junjie di suruh untuk segera beristirahat karena besok pagi akan melakukan perjalanan ke Seste Pedang Suci yang ada di bagian barat Kerajan Han.
Keesokan harinya, Ling Junjie telah bersiap untuk melakukan perjalanan.
Semua anak yang terpilih, di antar oleh orang tuanya ke rumah Kepala Desa.
Di rumah Kepala Desa, 10 Tetua sudah menunggu kedatangan mereka.
Setelah semua anak yang terpilih itu datang, semua Tetua langsung membawa calon muridnya masing-masing.
Ling Junjie, Jiang Shen, dan Chu Mei, mengikuti Tetua Mayleen. Sementara anak-anak lainnya, mengikuti Tetuanya masing-masing.
Setelah keluar dari Desa, semua Tetua berpisah, karena lokasi Sekte mereka berbeda arah.
Andai saja di sana tidak ada Tetua Mayleen, mungkin Chu Mei sudah menerkam Ling Junjie dan menghajarnya habis-habisan.
"Apa kalian memiliki masalah?" Tetua Mayleen bertanya kepada mereka berdua yang nampak seperti kucing dan anjing itu.
"Guru, kami haya terlibat kesalahpahaman kecil saja!" Ling Junjie menjawab duluan, kemudian di susul oleh Chu Mei.
"kesalahpahaman kepalamu!" Chu Mei memprotes, kemudian dia bertanya kepada Tetua Mayleen. "Tetua, apakah mengintip gadis mandi merupakan kesalahpahaman?"
Tetua Mayleen mengangkat alisnya, dia tidak menyangka muridnya ternya anak cabul yang suka mengintip gadis mandi!
Sebelum Tutua Mayleen menjawab, tiba-tiba Ling Junjie langsung berbicara. "Guru ini hanya kesalahpahaman, aku tidak bermaksud mengintipnya. Waktu itu aku hanya ingin mandi di sungai, dan aku tidak tahu bahwa dia sedang mandi di sana!"
__ADS_1
"Benar Tetua, Ling Junjie bukan orang cabul, dia adalah temanku yang paling baik!" Jiang Shen membela temannya.
Mendengar penjelasan Ling Junjie dan Jiang Shen, Tetua Mayleen menyimpulkan bahwa Ling Junjie memang tidak bersalah. "Sudahlah jangan di perpanjangan lagi, dan kau harus bertanggung jawab karena telah melihat tubuhnya!"
Bukannya membela Chu Mei, Tetua Mayleen malah menjodohkan mereka berdua.
"Cih, aku tidak mau menjadi kekasihnya!" Chu Mei langsung menolak dengan tegas.
"Aku juga tidak mau!" Ling Junjie menolaknya juga.
"Tidak masalah, tapi janganlah memperpanjang masalah. Lebih baik kalian berdamai saja!" Tetua Mayleen menasehati mereka berdua.
"Baiklah, maafkan aku!" Ling Junjie meminta maaf dengan tulus di sertai mengulurkan tangannya.
Chu Mei menjabat tangan Ling Junjie dengan memberi persaratan. "Aku akan memaafkanmu, jika kau bersedia menggendongku sampai di Sekte."
Chu Mei memberikan persaratan yang tidak masuk akal, pasalnya Sekte Pedang Susi sangatlah jauh, mereka akan membutuhkan waktu 3 bulan untuk sampai di Sekte itu dengan berjalan kaki.
Ling Junjie menatap wajah gurunya untuk meminta saran, sementara Tutua Mayleen yang mengerti hal itu, dia langsung menyuruh Ling Junjie untuk menerima persaratan dari Chu Mei. "Terimalah, itu juga baik untuk melatih kekuatan pisikmu!"
Setelah mendengar perintah dari gurunya, Ling Junjie terpaksa menerima sarat maaf dari Chu Mei itu.
"Ayo!" Ling Junjie berkata singkat sambil membungkukan tubuhnya di depan Chu Mei.
Tanpa basa-basi lagi, Chu Mai langsung naik ke atas punggung Ling Junjie dan memeluknya dengan erat, agar dia tidak jatuh nantinya.
__ADS_1