Ling Junjie

Ling Junjie
Chapter 51 Ruang VIP


__ADS_3

"Tuan putri, apakah anda sungguhan mau makan bersama dengan hamba yang hina ini?" Ling Junjie merendahkaan dirinya.


Akan tetapi, kerendahan hati Ling Junjie malah membuat Esha semakin tertarik untuk mendapatkannya.


Esha memang sengaja mengikuti Ling Junjie karena dia begitu penasaran dengan pemuda hebat itu, saat Ling Junjie sedang bertarung di atas arena Esha selalu memperhatikannya.


Dan setelah kepergian Ling Junjie, Esha mencari cara untuk mendekatinya, kemudian berakhirlah seperti sekarang ini!


"Aku tidak memandang seseorang melalui derajatnya, tapi jika kau tidak mau makan denganku, aku akan mengadukan perbuatanmu kepada ayahku!" Jawab Esha dengan memberikan sedikit ancaman.


Padahal Ling Junjie hanya menyenggolnya, tapi jika Esha mengadukannya kepada Raja Tyson, pasti Esha akan melebih-lebihkan kejadian itu.


"Baiklah, hamba akan mengikuti keinginan tuan putri!" Ucap Ling Junjie dengan penuh hormat.


"Panggil saja Esha, jangan panggil tuan putri!" Esha menolak untuk di panggil tuan putri oleh Ling Junjie.


"Esha, ayo kita cari restorannya!" Ling Junjie berbicara dengan menampilkan sedikit seyuman.


Melihat senyuman Ling Junjie, jantung Esha langsung berdebar-debar tak karuan. Dia baru pertama kali melihat senyuman pria seindah itu.


Karena Esha tampak mematung, Ling Junjie dengan percaya diri menggandeng tangan Esha. "Ayo!"

__ADS_1


Dengan wajah memerah, Esha mengikuti langkah kaki Ling Junjie, hingga sampailah mereka di sebuah restoran berlantai 3.


Setelah Ling Junjie memesan ruangan VIP yang ada di lantai 3, Ling Junjie membawa Esha masuk ke dalam ruangan yang sudah di pesannya.


"Esha sepertinya kekuatanmu sangat tinggi, sehingga tidak mengikuti kompetisi lagi?" Ling Junjie bertanya untuk mengisi keheningan di ruangan VIP itu.


"Tidak juga, aku hanya malas saja!" Jawab Esha sekenanya.


Esha menyandarkan tubuhnya di bahu Ling Junjie, lalu bertanya. "Apa kau telah memiliki kekasih?"


"Bagaimana jika aku memiliki banyak kekasih?" Ling Junjie balik bertanya.


"Sudah ku duga, pria sepertimu pasti memiliki banyak kekasih!" Jawab Esha.


"Apa kau benar-benar tidak peka?" Esha balik bertanya dengan mata melotot.


"Baiklah-baiklah aku tidak akan menanyakan hal itu!" Ucap Ling Junjie seraya mengelus rambut Esha.


Mendapatkan perlakuan seperti itu dari Ling Junjie, Esha semakin memepetkan tububnya hingga duduk di pangkuan Ling Junjie.


Esha menenggelamkan wajahnya di dada bidang Ling Junjie, lalu menghirup aroma tubuh Ling Junjie. Dia begitu candu dengan aroma tubuh itu, rasanya ingin selalu dalam posisi itu selamanya.

__ADS_1


Namun kemesraan mereka harus terganggu oleh kedatangan pelayan, yang mengantarkan makanan.


Esha turun dari pangkuan Ling Junjie dengan mimik wajah yang nampak kesal.


Setelah pelayan yang mengantarkan makanan pergi, Ling Junjie merentangkan tangannya agar Esha kembali ke dalam pelukannya.


Dengan wajah cerah Esha kembali duduk di pengkuan Ling Junjie, namun kali ini Esha merasa ada yang aneh dengan tempat duduknya itu.


Esha merasa ada benda keras bercampur kenyal, menonjol di bawah tempat duduknya.


Karena merasa penasaran, akhirnya Esha memberanikan diri untuk menyentuh sesuatu yang mengganggunya itu.


Saat tangan Esha menyentuh sesuatu yang menonjol itu, Esha merasa benda itu sangat aneh.


"Kenyal dan keras!" Esha bergumam pelan.


"Kakak Jun, benda apa ini?" Esha bertanya dengan polosnya.


"Apa kau tidak tahu benda itu?" Ling Junjie bertanya dengan heran, dia mengira Esha adalah wanita nakal yang telah biasa berhubung dengan lawan jenis. Namun ternyata perkiraannya salah!


"Kakak Jun, aku baru pertama kali berdekatan dengan seorang pria, jadi aku tidak tahu benda yang ada di bawahku ini!" Jawab Esha dengan ekspresi penasaran.

__ADS_1


"Jika kau ingin tahu, maka bukalah!" Ling Junjie mengizinkan Esha untuk membuka jubahnya.


__ADS_2