
"Sayang, bolehkah aku melihat-lihat tempat ini sebentar." Liu Annchi meminta izin dengan wajah memalas, seperti anjing kecil yang sedang meminta makan kepada tuannya!
Melihat wajah yang begitu menggemaskan itu, Ling Junjie terpaksa harus merelakan hasratnya. "Boleh, aku akan mengajakmu berkeliling!"
"Asik... Terima kasih sayang!" Dengan tidak sadar, Liu Annchi meloncat ke atas pangkuan Ling Junjie.
Karena suasana hatinya sedang gembira, Liu Annchi melampiaskan kegembiraan itu dengan melahap mulut Ling Junjie.
Sementara Ling Junjie, dia nampak sangat terkejut dengan serangan menyelinap itu.
Dia yang merupakan kultivator tingkat raja bintang 8, tidak menyadari akan ada serangan tiba-tiba dari kultivator tingkat dewa.
Mungkin karena tingkat kultivasi Liu Annchi yang telah mencapai tingkat dewa, jadi dia bisa melepaskan serangan yang begitu patal bagi Ling Junjie.
Namun, meskipun Ling Junjie telah terkena serangan dahsyat dari Liu Annchi, itu tidak membuat jiwanya gentar sedikitpun.
Ling Junjie mampu melawan seranggan demi serangan yang di lontarkan Liu Annchi.
Sedangkan Liu Annchi, dia merasa sangat kesal, karena serangannya selalu di lawan dengan serangan lagi.
__ADS_1
"Ini tidak boleh di biarkan, aku akan mengeluarkan senjata andalanku!" Dengan berapi-api, Liu Annchi berbicara dalam hati.
Swusst.
Liu Annchi mengeluarkan senjata andalannya untuk meluluh lantahkan Ling Junjie, "Dengan ini maka aku akan menghabisi riwayatmu!"
Senjata yang Liu Annchi keluarkan berupa pedang berwarna merah, pedang itu mempunyai nama Pedang Lidah.
Di sisi lain, Ling Junjie tidak beda jauh dengan Liu Annchi saat ini, "Kau kira aku tidak mempunyai senjata yang sama?"
Ling Junjie menyeringai kejam dan langsung mengeluarkan pedang yang sangat mirip dengan milik Liu Annchi.
"Daripada banyak bicara, mari kita lanjutkan pertarungan kita!" Ling Junjie membalas ucapan Liu Annchi dengan sengit.
Tanpa berbasa-basi lagi, mereka langsung menyerang satu sama lain!
Pertempuran itu sangat menegangkan, hingga menimbulkan efek suara yang begitu menggairahkan.
Setelah melewai waktu satu batang dupa, mereka menghentikan pertarungannya.
__ADS_1
"Jika begini terus aku tidak akan memenangkan pertarungan ini!" Liu Annchi berbicara dalam hati sambil menatap wajah tampan Ling Junjie lekat-lekat.
Di sisi lain, Ling Junjie juga sama seperti Liu Annchi. "Aku harus menggunakan cara lain untuk mengalahkannya!"
Setelah mereka bertukar pandang beberapa saat dengan napas yang terengah-engah, mereka berniat untuk menggunakan senjata andalannya masing-masing!
Tap
Ling Junjie menggegam batang tombak yang begitu besar, tombak itu memiliki julukan Tombak Semesta, karena ukurannya yang sangat luar biasa.
"Cih, kau ingin menggunakan itu? Maka aku juga akan menggunakan senjata andalanku!" Liu Annchi berbicara dengan memamerkan senjata andalannya.
Senjata yang di gunakan Liu Annchi kali ini berupa dua gunung besar yang bisa di bawa kemana-mana.
"Astaga, gunung itu sangat besar!" Ling Junjie namak terkagum-kangum dengan senjata yang akan di gunakan Liu Annchi.
Melihat ekspresi kekaguman Ling Junjie, Liu Annchi berbicara dengan bangga. "Dengan kedua gunung kembar ini, maka aku akan membuat senjatamu menjadi lemas dan tidak berguna!"
Kata-kata yang di ucapkan Liu Annchi itu begitu menggelagar di telinga Ling Junjie, hingga membuat Ling Junjie linglung seperti orang mabuk.
__ADS_1
Ling Junjie hampir tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Liu Annchi, pasalnya baru kali ini ada seorang wanita yang begitu meremehkan kekuatan tongkat semesta miliknya.