
"Aku tahu, kalian berdua menginginkan sesuatu dariku. Jadi, katakanlah!" Ling Junjie berbicara dengan tegas, dia bukan orang bodoh yang tidak mengerti dengan niat terselubung mereka!
"Benar kami menginginkan dirimu, karena dirimu sangat berharga, dan lebih berharga dari harta apapun!" Balas Peri Mina.
"Maksudnya?" Ling Junjie bertanya karena tidak mengerti, dengan pernyataan ambigu dari Peri cantik itu.
Kedua Peri itu memaklumi ketidaktahuan Ling Junjie, karena mereka juga sadar bahwa Ling Junjie masih dalam usia kanak-kanak!
"Intinya kami menginginkan dirimu menjadi teman kami selamanya!" Peri Rosie memperjelas perkataan saudarinya.
"Apakah itu seperti suami istri?" Ling Junjie memberikan pertanyaan yang membuat mereka kelabakan.
Setelah mereka berdua berpikir beberapa saat, akhirnya mereka menganggukan kepala untuk memberi jawaban pasti kepada Ling Junjie.
"Aku tidak masalah, tapi aku tidak mungkin tidur dengan tubuh kalian yang mungil itu." Ling Junjie menyetujui keinginan mereka dan sedikit menyinggung wujudnya!
*Wusshh....*
*Wusshh....*
Mereka berdua berubah menjadi gadis cantik yang terlihat matang dan menggoda.
Meskipun Ling Junjie masih anak-anak, tapi jika melihat hal seperti itu, tidak mungkin untuk dia membendung darah yang keluar dari hidungnya.
__ADS_1
"Sudah kuduga kau akan bereaksi seperti itu, dasar cabul!" Peri Mina berbicara sembari memukul kepala Ling Junjie dengan lembut.
*Plak!*
"Kakak, mengapa kau mukulnya?" Peri Rosie bertanya dengan heran.
"Hehe..., maaf aku kelepasan!" Peri Mina menjawab dengan ekspresi tanpa dosa.
*Gedebug!*
Tiba-tiba Ling Junjie jatuh pingsan!
Ling Junjie bukan pingsan karena pukulan Peri Mina, tapi karena tidak kuat melihat dua keindahan yang melewati batas kewajaran.
Keesokan harinya, Ling Junjie terbangun di siang hari. Saat dia membuka mata, yang pertama kali dia lihat adalah empat gunung yang mengapit tubuhnya.
"Sial, mengapa mereka tidur denganku tanpa pakaian!" Ling Junjie mengutuk mereka dalam hati.
Dengan perlahan namun pasti, Ling Junjie mersakan tubuhnya memanas dan tongkatnya berdiri tegak.
"Perasaan apa ini? Aku baru pertama kali merasakannya!" Dalam benaknya dia bertanya-tanya tentang reaksi tubuhnya.
"Eh!" Ling Junjie terlonjak kaget, dia hampir melompat dari ranjang karena tiba-tiba Peri Mina menyentuh tongkat miliknya.
__ADS_1
Tongkat Ling Junjie tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, karena memang tongkat itu masih dalam masa pertumbuhan.
Namun, meskipun ukurannya cukup biasa saja, tapi itu lebih dari cukup untuk membuat lobang padi di ladang basah!
*Swurrhh....*
Tiba-tiba tongkat itu mengeluarkan air mancur yang sangat banyak.
"Aaaaaah...." Ling Junjie bersuara ... panjang dari mulutnya. Dia begitu merasakan kenikmatan luar biasa saat mengeluarkan air dari tongkatnya.
"Sayang, apakah kau mau merasakannya lagi?" Peri Rosie berbisik di telinga Ling Junjie, kemudian dia menyentuh tongkat yang sudah basah kuyup akibat perbuatan kakaknya.
"Tidak, aku mohon jangan lakukan itu!" Ling Junjie memohon dengan menganggukan kepala. Akal sehat Ling Junjie menolak, tapi tubuhnya menginginkan hal itu lagi dan lagi!
*Cup...!*
Peri Rosie mencium wajah Ling Junjie yang berekspresi menggemaskan!
*Muah...!*
Peri Mina juga melakukan hal yang sama seperti adiknya.
Siang itu Ling Junjie tidak kuasa untuk berlatih atau berkultivasi, karena tubuhnya begitu lemas akibat kelakuan dua Peri cantik itu.
__ADS_1
Ling Junjie hanya berbaring saja di ranjang, sampai hari kembali menjelang malam.