Ling Junjie

Ling Junjie
Chapter 64 Murid Pribadi


__ADS_3

Selain bayangan yang menjadi nyata, gadis itu juga merasakan rasa sakit dari penyiksaan itu.


Di saat sedang dilanda rasa sakit dan keputus asaan, tiba-tiba gadis itu mendengar nyanyian yang menggambarkan ketenangan dan kedamaian.


Setelah mendengar nyanyian itu, perlahan-lahan gadis itu merasa dirinya sangat nyaman dan tenang, dia sudah bisa berpikir jernih dan mengingat dirinya sedang bertarung melawan Ling Junjie.


Setelah gadis itu benar-benar sadar, dia langsung menyerah, karena sebuah belati sudah menempel di lehernya.


Setelah gadis itu menyerah, sorakan dan tepuk tangan dari penonton kembali terdengar dengan sangat meriah.


Semua penonton tidak tahu pasti dengan apa yang telah terjadi di atas Arena, mereka hanya melihat gadis itu tiba-tiba mematung dan Ling Junjie langsung menempelkan belati di leher gadis itu.


Akan tetapi ada satu orang yang menyadari kejanggalan itu, dia adalah Tetua dari Sekte Pedang Suci, Tetua Mayleen!


"Aku harus merekrutnya, sebelum anak itu memilih Sekte lain!" Mayleen berbicara sembari menghampiri Ling Junjie.


Sesampainya di dekat Ling Junjie, Tetua Mayleen langsung bertanya. "Bolehkah kita berbicara sebentar?"


Ling Junjie menatap sebentar wajah Tetua yang bisa di bilang sangat cantik itu, kemudian menjawab. "Tentu!"


"Ayo kita bicara di tempat yang lebih nyaman!" Tetua Mayleen mengajak Ling Junjie untuk berbicara di suatu tempat.


Ling Junjie mengangguk dan mengikuti Tetua Mayleen.

__ADS_1


Sesampainya di sebuah kedai, Mayleen memesan makanan dan minuman untuk menemani pembicaraan mereka.


"Jadi apa yang mau Tetua bicarakan?" Ling Junjie langsung menanyakan intinya.


"Ling Junjie, aku melihat kau adalah anak yang berbakat. Aku ingin merekrutmu, apa kau mau bergabung dengan Sekte Pedang Suci?" Tetua Mayleen langsung mengungkapkan tujuannya.


Ling Junjie nampak sedang berpikir, dia memang ingin masuk Sekte besar, mendapatkan tawaran itu tentu saja dia akan menerimanya, tapi dia juga ingin memampaatkan kondisinya saat ini.


"Apakah aku akan jadi murid luar?" Ling Junjie bertanya untuk memulai muslihatnya.


"Jika kau tidak ingin menjadi murid luar, aku akan menjadikanmu murid pribadiku!" Jawab Tetua Mayleen dengan pasti, dia tidak mungkin membiarkan Ling Junjie menolaknya begitu saja.


Tetua Mayleen tidak mengetahui bahwa Ling Junjie adalah anak yang licik, Ling Junjie akan memampaatkan situasi dan kondisi di manapun dan kapanpun.


"Sepertinya kau tidak puas dengan menjadi muridku?" Tetua Mayleen merasa sedikit kesal dengan ekspresi yang di tunjukan Ling Junjie.


Padahal sebelumnya Tetua Mayleen tidak pernah mengambil murid pribadi, tapi demi merekrut Ling Junjie, dia mengorbankan kebebasannya untuk menjadi guru pribadi.


"Maaf guru! Sebetulnya murid ini sudah dari dulu ingin menjadi bagian dari Sekte Pedang Seci, jadi guru tidak perlu berpikiran terlalu jauh!" Ling Junjie berkata jujur.


"Baiklah, Ayo kita kembali!" Tetua Mayleen mengajak Ling Junjie untuk kembali ke tempat kompetisi.


"Baik guru!" Ling Junjie mengikuti ajakan guru barunya itu.

__ADS_1


Sesampainya di tempat kompetisi, Ling Junjie langsung mendapatkan giliran untuk bertarung.


Orang yang menjadi lawan Ling Junjie kali ini adalah orang yang ingin Ling Junjie hindari, Chu Mei!


Ling Junjie naik ke atas Arena dan langsung bertanya kepada Kepala Desa. "Apakah aku bisa menyerah?"


"Jika kau merasa tidak sanggup melawan, maka menyerahlah!" Kepala Desa mengizinkan Ling Junjie untuk menyerah sebelum bertarung.


Sebelum Ling Junjie akan menyatakan dirinya menyerah, tiba-tiba Chu Mei sudah mencengkeram kerah bajunya.


"Kali ini kau lolos lagi, sialan!" Chu Mei berbisik di telinga Ling Junjie.


Mendengar bisikan itu, Ling Junjie lebih memilih mengabaikannya.


Chu Mei melepaskan kerah baju Ling Junjie, kemudian dia turun dari Arena dan langsung kembali ke tempat duduknya.


Sementara Ling Junjie, dia juga kembali ke tempat duduknya.


Melihat kejadian itu, semua penonton hening dan saling pandang satu sama lain.


Semua penonton memiliki pemikiran yang sama, yaitu ada sesuatu di antara Ling Junjie dan Chu Mei!


"Pemenangnya, Chu Mei!" Kepala Desa mengumumkan kemenangan dari pertarungan yang tidak pernah terjadi itu.

__ADS_1


__ADS_2