Ling Junjie

Ling Junjie
Chapter 29 Membunuh Lalat


__ADS_3

Setelah keluar dari hutan terlarang, samar-samar Ling Junjie mendengar teriakan seorang wanita yang memita tolong.


Karena penasaran, Ling Junjie melesat ke arah suara itu.


Saat sampai di tempat asal suara itu, Ling Junjie melihat seorang gadis dengan usia kisaran 20 tahunan, sedang di keliling oleh sepuluh pria yang memiliki wajah garang.


Jelas sekali jika di lihat dari sudut manapun gadis itu sedang dalam situasi kritis, itu terlihat dari seluluh pakaiannya yang di penuhi sobekan.


Selain pakaiannya rusak, gadis itu juga memeliki luka sayat yang tidak sedikit.


Saat ini Ling Junjie merasa sangat bimbang dan ragu, apakah dia harus menyelamatkan gadis itu atau membirkannya mati begitu saja.


Ling Junjie bukan orang baik, atau juga pahlawan bagi keindahan.


Namun, tidak tahu mengapa di dalam hati kecinya dia merasa kasihan dengan nasib gadis itu.


"Mati di tangan sepuluh orang pria, itu terdengar sangat mengagumkan!" Ling Junjie malah berkata aneh.


Mungkin bagi orang lain itu terdengar aneh, tapi tidak untuk dirinya sendiri, dia seperti sedang membandingkannya dengan kematian dirinya yang terpeleset di kamar mandi. Bukankah, kematian itu sungguh memalukan?


Kembali lagi ke dalam situasi gadis itu.


Swusst.

__ADS_1


Salah satu dari ke sepuluh pria itu mengayunkan pedang dan berniat mengakhiri hidup gadis itu.


Trang.


Pedang itu di tangkis oleh seorang pemuda tampan yang tiba-tiba muncul di sana.


Pemuda itu adalah Ling Junjie yang telah memutuskan untuk menolong gadis itu, setelah melakukan beberapa pertimbangan antara baik, dan buruknya.


"Siapa kau? Jangan mengganggu urusan kami, jika nyawamu masih ingin berada di tubuhmu!" Pria yang gagal membunuh gadis itu, bertanya dan mengancam kepada Ling Junjie.


Ling Junjie tersenyum masam, dia sudah lama tidak mendengar gertakan semacam itu. Ling Junjie begitu merindukan dirinya di ancam oleh orang lain, dan setelah orang lain itu selesai mengancam biasanya Ling Junjie langsung membunuhnya tanpa balas kasihan.


Slesst.


Pruk.


Swurrrt.


Kepala itu berjatuhan, kemudian darah segar menyembur seperti air mancur dari setiap leher yang sudah kehilangan kepala.


Sementara gadis yang di selamatkan Ling Junjie, dia terkejut setengah mati melihat kejadian itu.


Tepat di depan matanya dia melihat ke sepuluh orang yang hampir membunuh dirinya, di bunuh oleh penyelamatnya denga begitu mudah, seperti membunuh lalat saja!

__ADS_1


"Apakah kau baik-baik saja?" Ling Junjie bertanya kepada gadis yang sudah terduduk di tanah itu.


Bruk.


Alih-alih menjawab pertanyaan Ling Junjie, gadis itu malah terjatuh pingsan seketika.


"Apakah aku terlalu tampan, hingga membuat gadis ini pingsan seketika?" Ling Junjie bertanya kepada dirinya sendiri.


Jika rumput bisa menjawab pertanyaan Ling Junjie, mungkin rumput itu akan menjawab dan memarahi Ling Junjie. Sudah jelas-jelas gadis itu pingsan karena melihat kekejaman dirinya, tapi Ling Junjie malah mempertanyakan ketampanannya!


Dengan berat hati Ling Junjie membawa gadis itu untuk mencari tempat yang aman. Setelah berjalan sekitar satu batang dupa lamanya. Ling Junjie menemukan sebuah gua yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu keci.


Gua itu sangat cocok untuk berkultivasi ganda, namun bukan itu tujuan Ling Junjie!


Sesampainya di dalam gua, Ling Junjie merebahkan tubuh gadis itu, kemudian dia menciptakan perban untuk membalut luka sayat di seluruh tubuh gadis itu.


Saat Ling Junjie membalut luka gadis itu, tentu saja Ling Junjie melihat sekujur tubuh gadis itu, tapi Ling Junjie bersikap biasa aja!


Meskipun gadis itu sangat cantik, tapi jauh lebih cantik Liu Annchi!


Meskipun gadis itu memiliki tubuh yang menggoda, tapi jauh lebih menggoda tubuh Chu Mei!


Jadi tidak ada alasan untuk Ling Junjie melakukan hal yang tak terduga.

__ADS_1


__ADS_2