
Karena tidak tahan dengan ocehan Liu Annchi yang meremehkan tombak semesta miliknya, Ling Junjie melesat dengan kecepatan cahaya membawa tombak besar miliknya ke arah gunung kembar.
Bleuss
Tombak semesta bersarang di tengah-tengah gunung kembar.
Liu Annchi menahan serangan itu dengan sekuat tenaga, dia menggunakan seluruh kekuatannya untuk mengapit tombak semesta dengan kedua gunung besar yang dia kendalikan.
"BAHAYA, tombak semesta tidak bisa di cabut dari gunung mengerikan ini!" Ling Junjie begitu panik, karena tidak bisa menarik kembali tombak semesta miliknya.
Tombak itu tertanam di sana dan seperti tidak mau kembali.
"Haha, kau tidak akan bisa menariknya. Sekarang rasakanlah serangan balasan dariku!" Liu Annchi langsung menggerakan gunung itu naik turun.
"Akh... ."
"Akh... ."
Teriak memilukan terdengar beberapa kali dari mulut Ling Junjie!
Jika ada bayi yang mendengar teriakan Ling Junjie, mungkin bayi itu akan menangis darah karena tidak sanggup untuk mendengarnya!
__ADS_1
Sementara Liu Annchi, mendengar teriakan itu dia langsung menyeringai kejam. Seperti psikopat wanita yang sedang menyiksa korbannya!
Liu Annchi terus menerus menyiksa tombak semesta dengan kedua gunung besar miliknya.
Karena tombak semesta itu memiliki ikatan dengan Ling Junjie, maka apapun yang di rasakan tombak semesta, Ling Junjie juga ikut meresakannya.
Sungguh gila! Serangan Liu Annchi kali ini seperti memiliki kekuatan mutlak, hingga tombak semesta tidak berdaya di buatnya.
Karena telah melewati penyiksaan berhari-hari, tombak semesta akhirnya memuntahkan intinya.
Tombak semesta itu memiliki inti kental dan berwarna putih.
Muntahan dari inti tombak semesta sangatlah banyak, bahkan sampai meliputi seluruh tubuh Liu Annchi!
"Kali ini aku pemenangnya!" Liu Annchi menegaskan, kemudian dia mengkonsumsi inti tombak itu dengan sangat cepat.
Setelah mengkonsumsi inti tombak, terlihat seluruh tubuh Liu Annchi seperti terlahir kembali.
Sekarang tubuh Liu Annchi di penuhi vitalitas yang sangat melimpah.
"Baiklah, sekarang kau pemenangnya. Sesuai janjiku, aku akan mengajakmu berkeliling dunia ini!" Ling Junjie berbicara, kemudian memakai jubah berwarna hitam dengan corak putih sebagai hiasannya.
__ADS_1
Liu Annchi menganguk dengan senyum cerah menghiasi wajahnya, kemudian dia memakai pakaian ketat yang warnanya senada dengan jubah yang di pakai Ling Junjie.
"Ayo!" Liu Annchi berbicara sembari menggandeng tangan Ling Junjie.
Cup
Ling Junjie mencium kening Liu Annchi dengan mesra.
Setelah melakukan adegan yang bisa membuat kaum jomlo marah besar, mereka kuluar dari kamar dan langsung menelusuri seluruh ruangan mansion.
Liu Annchi berjalan di samping Ling Junjie dengan mulut terus mengoceh, mempertanyakan setiap benda atau alat elektronik yang di lihatnya.
Mereka melakukan tour di mansion selama seharian penuh, saat hari menjelang senja Ling Junjie mengajak Liu Annchi untuk pergi ke pantai.
"Sayang, mari kita pergi ke suatu tempat!" Ling Junjie berbicara dengan misterius.
"ke mana?" Liu Annchi bertanya dengan sangat penasaran!
"Nanti kamu akan tahu!" Ling Junjie menjawabnya dan langsung menuntun Liu Annchi untuk mengikutinya.
Ling Junjie membawa Liu Annchi berjalan di atas padang rumbut yang membentang luas.
__ADS_1
Dengan tangan kanan menggandeng tangan kiri Liu Annchi, Ling Junjie mempertanyakan sesuatu yang telah lama ingin dia tanyakan. "Sayang, mengapa kamu di segel di alam rendah?"
Liu Annchi menghela napas panjang kemudian menjawab pertanyaan itu.