
Ling Junjie langsung menangkis pedang itu dengan pedang miliknya yang merupakan Artefak bintang 5.
Gesekan dari pedang yang saling beradu manja, menghasilkan percikan api yang menyilaukan mata!
*Tap, tap....*
Ling Junjie melompat dua langkah ke belakang.
Sementara perampok yang telah gagal membunuh Ling Junjie dengan sekali serangan dadakan, dia terpaku menatap tidak percaya kepada pedangnya yang telah berubah menjadi tumpul.
Pedang itu lebih mirip lempengan besi, daripada mirip pedang!
Dengan gusar, perampok itu melemparkan pedang tumpulnya ke belakang.
*Swissh....*
*Slap....*
"Aaarrggh...."
Teriakan kesakitan langsung terdengar dari perampok lainnya.
Mendengar teriakan menyayat hati dari temanya, perampok itu memyempatkan diri untuk melirik ke belakang.
__ADS_1
Setelah melihat ke belakang, perampok itu langsung terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Teman seperjuangan yang selalu menaninya di dalam suka dan duka, kini telah ambruk ke tanah dengan pedang tumpul tertanam di tenggorokannya.
Sementara perampok yang lainnya, mereka sangat marah dan menyalahkan kematian temanya itu kepada si perampok yang tadi menyerang Ling Junjie.
Setelah mereka melakukan perdebatan yang begitu panjang, mereka baru menyadari bahwa buruan mereka sudah menghilang dari tempatnya.
Di sisi lain, Chu Mei dan Ling Junjie baru sampai di depan penginapan dengan napas tersengal-senggal.
Setelah menyetabilkan napasnya, Ling Junjie berbicara kepada Chu Mei. "Akhirnya kita bisa kabur juga, dari perampok bodoh itu!"
"Kau benar, ayo kita menemui gurumu!" Balas Chu Mei dengan menarik pergelangan tangan Ling Junjie.
Setelah mereka berdua sampai di depan pintu kamar Tetua Mayleen, Ling Junjie langsung mengetuk pintu dan memanggil gurunya.
"Guru, ini aku!" Ucapnya.
*Kreeek....*
Pintu terbuka dan menampilkan Tetua Mayleen yang menatap kesal kepada mereka.
"Guru, ada apa dengan ekspresi wajahmu?" Ling Junjie bertanya kepada gurunya yang menampilkan ekspresi kesal.
__ADS_1
"Kau yang ada apa, murid sialan? Kau baru pulang tengah malam dan mengganggu waktu istirahatku!"
"Hehe...." Ling Junjie tertawa kecil, kemudian menceritakan kejadian sebelumnya.
"... . Begitu guru!" Ling Junjie mengakhiri ceritanya.
"Itu salah kalian, yang menghambur-hamburkan uang. Ingat, di manapun dan kapanpun. Kalian harus berhati-hati saat mengeluarkan banyak uang, karena semua orang yang memiliki niat jahat, mereka selalu ada di mana-mana." Reaksi Tetua Mayleen, langsung memberikan petuah kepada mereka.
Setelah mendengarkan petuah yang membuat telinganya panas, Ling Junjie kembali berkata kepada gurunya. "Guru, apakah aku boleh tidur di sini!"
"Boleh saja, tapi kau tidur di lantai!" Tetua Mayleen mengizinkan Ling Junjie untuk tidur di kamar yang sama dengannya.
Setelah itu mereka mesuk ke dalam kamar dan bersiap tidur, Chu Mei naik ke atas ranjang bersama Tetua Mayleen.
Sementara Ling Junjie, dia merebahkan tubuhnya di lantai dengan beralaskan tikar kecil.
Karena kelelahan akibat kabur dari perampok, Ling Junjie langsung tertidur dengan lelap. Selain Ling Junjie, Chu Mei juga sama!
Sementara Tetua Mayleen, dia menjadi tidak bisa tidur!
Tetua Mayleen turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi. Setelah mandi di malam hari, Tetua Mayleen menghampiri Ling Junjie yang sedang terlep di lantai.
Sesampainya di dekat Ling Junjie, tanpa permisi Tetua Mayleen langsung merebahkan tubuhnya di sana!
__ADS_1
"Sepertinya, kau sangat kelelahan!" Tetua Mayleen berbicara lirih sembari memeluk tubuh Ling Junjie.
Tetua Mayleen tidak mengetahui dorongan apa yang membuatnya memperlakukan Ling Junjie, sejauh itu!