
Mereka berjalan menelusuri jalan kota, dan tidak memakan waktu lama pandangan mereka langsung tertuju ke sebuah bangunan yang memiliki dua lantai.
Di atas bangunan itu terdapat tulisan yang tertempel dengan sangat indah.
"Penginapan Mawar!" Chu Mei membaca tulisan itu.
"Ayo, kita langsung memesan kamar!" Tetua Mayleen menuntun mereka menuju tempat pemesanan.
Sesampainya di depan meja resepsionis, mereka langsung di sambut oleh wanita paruh baya. "Selamat datang di Penginapan Mawar!" Wanita itu setengah membungkukan tubuhnya dengan menangkupkan telapak tangan.
"Apakah masih ada kamar kosong?" Tetua Mayleen bertanya.
"Masih, Nona! Mau kamar VIP atau kamar biasa?" Resepsionis itu menjawab capat dan langsung menanyakan keinginan Tetua Mayleen.
"Untuk dua kamar biasa, berapa biayanya?" Tetua Mayleen balik bertanya.
Mendengar pertanyaan wanita cantik di hadapannya, Resepsionis itu ternyum dan berkata. "Untuk satu malam, hanya 100 koin perak!" Ucapnya.
Meskipun bisa di bilang lumayan mewah, tapi nyatanya penginapan itu memiliki tarif yang murah!
Tetua Mayleen nampak melamun sejenak, kemudian langsung menyerahkan 100 koin perak untuk biaya menginap mereka.
__ADS_1
Setelah Resepsionis itu menyimpan koin perak, Resepsionis itu menyerahkan 2 kunci kepada Tetua Mayleen. "Ini kuncinya, Nona!"
Tetua Mayleen mengambil kunci itu, kemudian diberikan kepada Jiang Shen satu.
"Sekalian bawa temanmu!" Tetua Mayleen menyuruh Jiang Shen untuk membawa Ling Junjie.
"Baik, Tetua!" Jiang Shen langsung membawa Ling Junjie ke sebuah kamar yang nomornya tertera di gantungan kunci.
Setelah kepergian Jiang Shen, Tetua Mayleen mengajak Chu Mei untuk beristirahat di kamar yang sama dengannya. "Ayo, Mei'er!"
"Baik, tetua!" Chu Mei berkata dengan mengikuti langkah kaki Tetua Mayleen.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Ling Junjie sudah terbangun dari pingsannya.
Namun baru saja memakan waktu satu batang dupa, tiba-tiba pintu kamar penginapan di ketuk dari luar.
Ling Junjie berhenti berkultivasi dan langsung bangkit untuk membukakan pintu.
Setelah pintu terbuka, Ling Junjie langsung melihat Chu Mei berdiri di depan pintu dengan senyum menawan.
"Hei, ada apa denganmu?" Ling Junjie bertanya karena merasa aneh dengan Chu Mei yang tiba-tiba bersikap manis kepadanya.
__ADS_1
Alih-alih menjawab, Chu Mei malah menggenggam tangan Ling Junjie. "Ikuti aku!"
Meskipun masih merasa heran, tapi Ling Junjie tetap mengikutinya.
Setelah sampai di sebuah taman yang ada di belakang penginapan, mereka duduk berdua di atas kursi yang ada di bawah pohon cemara.
"Maafkan aku!" Chu Mei berbicara pelan sembari menatap kupu-kupu yang berterbangan di atas bunga-bunga.
"Mengapa aku harus memaafkanmu, kau tidak bersalah!" Ucap Ling Junjie dengan menyandarkan kepalanya di bagian belakan kursi.
Sementara Chu Mei, dia kebingungan untuk mengucapkan kata-kata selanjutnya. "Sudahlah, anggap saja aku tidak pernah berbicara seperti itu!"
Chu Mei bangkit dari duduknya dan langsung berjalan meninggalkan Ling Junjie.
"Aneh!" Ling Junjie bergumam pelan sembari menatap kepergian Chu Mei, dan kedatangan Jiang Shen.
"Kawan, kau di sini rupanya!" Jiang Shen berbicara sembari duduk di kursi bekas Chu Mei.
"Ada apa?" Ling Junjie bertanya singkat.
Mendengar pertanyaan singkat Ling Junjie, Jiang Shen langsung menjawab. "Tetua sedang menunggumu di tempat makan!"
__ADS_1
"Kalau begitu, ayo kita temui!" Ling Junjie berbicara sambil berdiri dari duduknya.
"Ikut aku, biar aku tunjukkan tempatnya!" Jiang Shen berdiri dan berjalan lebih dulu.