
Keesokan harinya Ling Junjie melanjutkan perjalanannya, setelah melewati waktu satu minggu lamanya Ling Junjie sampai di Kota Kekaisaran.
"Itukah Kota Kekaisaran?" Ling Junjie bertanya kepada Lin Hua yang melayang di sampingnya.
"Benar, itulah Kota Kekaisaran!" Lin Hua menjawab dengan wajah cerah, dia sangat gembira karena telah kembali ke Kota kelahirannya.
Mereka berdua turun dari ketinggian dan menapakan kakinya di tanah yang tidak jauh dari gerbang Kota.
Dari tempat mereka berdiri, dapat di lihat gerbang kota yang begitu besar dan megah.
"Aku bertujuan untuk mendirikan bisnis besar di kota ini, namun aku membutuhkan izin dari Kaisar untuk mewujudkan bisnisku ini!" Ling Junjie mengungkapkan tujuannya.
"Kalau begitu, mari kita menemui ayahku terlebih dahulu, mungkin ayahku bisa membantumu!" Lin Hua mengajak Ling Junjie untuk menemui ayahnya.
"Apakah ayahmu salah satu orang penting di Kekaisaran?" Ling Junjie bertanya dengan sangat penasaran, karena Lin Hua seperti menutup-nutupi identitasnya!
"Yah, bisa di bilang begitu. Tapi ayahku sangat galak, jadi kau harus bersikap sedikit sopan kepadanya." Lin Hua memperingatkan Ling Junjie, dia takut kejadian tak terduga akan terjadi saat Ling Junjie bertemu dengan ayahnya.
Bukan takut Ling Junjie akan terkena masalah, tapi dia menghawatirkan ayahnya akan lenyap di tangan Ling Junjie jika mereka melakukan pertikaian.
"Baiklah, jika ayahmu bersikap baik kepadaku maka aku juga akan bersikap baik kepadanya." Ling Junjie menjawab santai, dia memang baik kepada orang yang baik kepadanya.
Namun dia juga sangat kejam kepada orang yang bersikap buruk kepadanya.
Mereka berdua melangkahkan kakinya masuk ke dalam Kota, dan seperti biasa ada beberapa prajurit yang meminta identitas mereka.
__ADS_1
Ling Junjie memberikan lencana miliknya, begitupun dengan Lin Hua.
Setelah prajurit itu menerima lencana Lin Hua, prajurit itu langsung memberikan penghormatan kepada Lin Hua.
Dari kejadian itu, Ling Junjie semakin curiga dengan identitas Lin Hua yang sesungguhnya.
Setelah masuk ke dalam Kota, Ling Junjie terus mengikuti langkah kaki Lin Hua tanpa berbicara sedikitpun.
Saat hari menjelang malam, mereka sampai di depan istana yang begitu besar dan megah.
"Ayo, ayahku bekerja di sana!" Lin Hua berbicara dengan menggadeng tangan Ling Junjie.
Sementara Ling Junjie, dia hanya membiarkan saja tubuhnya di seret oleh Lin Hua untuk memasuki istana.
Lin Hua membawa Ling Junjie masuk kedalaman istana, saat di perjalanan memasuki istana banyak sekali prajurit yang membungkuk hormat kepada mereka.
Dengan pasrah Ling Junjie mengikuti dayang itu menuju kamar yang di persiapkan untuknya.
Sesampainya di kamar, Ling Junjie merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dia begitu kelelahan akibat terbang berhari-hari.
Meskipun dari penampilan luar dia terlihat baik-baik saja, tapi jiwanya begitu kelelahan.
Ling Junjie langsung tertidur dengan nyenyak di kamar mewah yang di penuhi ornamen kuno itu.
Sementara Lin Hua, setelah menitipkan Ling Junjie kepada dayang istana, dia langsung memeutuskan untuk menemui ayahnya.
__ADS_1
Lin Hua berjalan menuju ruangan Kaisar.
Sesampainya di depan ruangan kaisar, Lin Hua mengetuk pintu dan memanggil ayahnya.
"Ayah, apakah aku boleh masuk?" Lin Hua memanggil ayahnya dengan panggilan biasa.
"Masuklah!" Suara bermartabat terdengar dari dalam ruangan itu.
Lin Hua masuk ke dalam dan melihat ayahnya sedang duduk di atas kursi dengan berkas-berkas menumpuk di atas meja yang ada di hadapannya.
"Kemarilah putriku, kudengar kau datang dengan seorang pemuda. Apakah kau tidak berniat mengenalkan pemuda itu kepada ayah?" Kaisar Lin berbicara dengan senyum mengambang di wajahnya.
Kaisar Lin sangat bahagia karena putri satu-satunya yang susah di atur itu kembali ke istana dengan membawa seorang pemuda.
"Ayah, dia hanya temanku!" Lin Hua berbicara, kemudian mengembungkan pipinya.
"Haha... Ternyata putriku sudah dewasa, dari ekspresimu, sepertinya kamu berharap lebih dari dirinya!" Kaisar Lin semakin gencar mengoda putrinya.
"Ayah... ." Lin Hua merajuk dengan menghentak-hentakan kakinya.
"Baiklah-baiklah, sekarang katakan apa yang kamu inginkan?" Kaisar Lin bertanya seperti itu karena telah hapal dengan sipat putrinya, Lin Hua hanya menemui dirinya saat ada butuhnya saja.
Selain Lin Hua tidak mau di manjakan layaknya tuan putri, Lin Hua juga sering bepergian keluar istana sesuka hati tanpa mau di kawal ataupun di ikuti oleh prajurit.
Lin Hua menginginkan kehidupan yang bebas, tanpa terikat dengan peraturan kekaisaran yang begitu ketat!
__ADS_1
Karena Kaisar Lin hanya memiliki satu anak dari mendiang istrinya, jadi dia hanya bisa memanjakan Lin Hua dengan menuruti semua keinginannya.