Ling Junjie

Ling Junjie
Chapter 23 Bukan Lagi Saudara


__ADS_3

"Sayang, kali ini biarkan aku yang memimpin perjalanan panjang ini!" Liu Annchi berbicara dengan suara yang sangat menyenangkan pendengaran Ling Junjie.


"Baiklah, lakukan lah sesukamu!" Ling Junjie berbicara dengan mendudukan tubuhnya di atas bangku.


Di dalam pendakian puncak kali ini, Ling Junjie menjelma menjadi kuda liar dan Liu Annchi menjelma menjadi sang Dewi Bulan yang sesungguhnya.


Dengan gerakan elegan, Dewi Bulan menaiki Kuda Liar dan langsung memacunya.


Saat Kuda Liar itu di pacu dengan lembut oleh Dewi Bulan, Kuda Liar itu mengeluarkan pekikan yang sangat halus, dan membuat Dewi Bulan semakin memacunya lebih cepat lagi.


Mereka terus mendaki puncak tertinggi tanpa memperdulikan lingkungan sekitar, mereka tidak peduli dengan dua pasang mata yang sedang memperhatikan mereka dengan gelisah.


Dewi Bulan terus menerus memacu Kuda Liar melewati jalan becek berkali-kali!


Sementara dua orang yang menjadi saksi bisu perjalanan mereka, sudah tidak tahan lagi dengan pemandangan mengerikan itu.


Tepat di depan mata mereka, Dewi Bulan menelusuri jalan becek berkali-kali.


"Ini tidak boleh di biarkan begitu saja!" Mayleen berbicara dengan wajah yang sudah memerah, juga tubuhnya yang sudah sangat panas.


Efek mabuk arak yang sudah hilang, seperti kembali lagi menyarang tubuh Mayleen dan Chu Mei.


Tapi kali ini efek itu bukan di sebabkan kadar alkohol yang terkandung dalam arak, tapi efek dari pemandangan dua pendaki handal yang sedang mendaki puncak surgawi.

__ADS_1


Mayleen berjan gontai menememui dua pendaki gila itu, "Kakak, mengapa kalian begitu tega membiarkan kami berdua sebagai penonton saja?"


Liu Annchi berhenti memacu Ling Junjie, kemudian dia melihat ke arah Mayleen. "Maaf, aku kira kalian belum bangun!"


"Apa kau ingin ikut?" Ling Junjie bertanya kepada Mayleen.


Mayleen tidak menjawab, tapi dia hanya menganggukan kepalanya dengan malu-malu.


Liu Annchi turun dan membiarkan Mayleen menggantikan posisinya!


Kali ini Ling Junjie yang memimpin jalannya pendakian, Ling Junjie tidak mungkin membiarkan Mayleen yang belum mengetahu jalan, memimpinya begitu saja.


"Tahan, ini akan sedikit sakit!" Ling Junjie berbicara dengan mengendalikan Tongkat Dewa andalannya.


Secara perlahan-lahan Ling Junjie menelusuri lembah sempit yang di tumbuhi ilalang kecil di sampingnya.


"Kakak, itu sangat menggelikan!" Mayleen meracu kecil, dia sudah kewalahan padahal mereka baru melakukan perjalanan.


"Ini belum di mulai May'er, aku akan menelusuri gua kecil ini terlebih dahulu!" Ling Junjie berbicara dengan memasukan Tongkat Dewa kedalam gua kecil.


Saking kecilnya, Tongkat Dewa sampai kesusahan untuk memasukinya.


meskipun membutuhkan perjuangan panjang, tapi akhirnya Tongkat Dewa berhasil masuk juga.

__ADS_1


Setelah Tongkat Dewa masuk setengah batang kedalam gua yang begitu kecil, Ling Junjie mersakan Tongkat Dewa itu seperti merobek sesuatu penghalang.


Mungkin itu adalah segel gua yang telah ada sejak lama, sensasi menghancurkan segel itu begitu luar biasa bagi Ling Junjie.


Namun berbeda dengan Mayleen, Mayleen nampak seperti menahan sesuatu yang sangat menyakitkan. Namun, ekspresi kesakitan itu tidak bertahan lama, karena telah di gantikan dengan senyum cerah yang menghiasi wajahnya.


Senyum cerah itu terjadi saat Ling Junjie memaju mundurkan Tongkat Dewa!


Akhirnya perjalanan panjang Ling Junjie dan Mayleen di lanjutkan lagi sampai Mayleen kelehan!


Mayleen telah ribuan kali menempuh jalan becek dan terjal, dia begitu kelelahan dan langsung pingsan di tengah jalan dengan wajah berseri-seri.


Meskipun kelelahan, tapi Mayleen juga merasakan kesenangan yang tidak dapat di lukiskan denga kata-kata.


Ling Junjie memindahkan tubuh Mayleen, kemudian dia menatap satu orang wanita yang belum berjalan bersamanya. "Kakak, apakah kau tidak mau melakukannya?"


Tak


kepala Ling Junjie di pukul dengan sangat keras.


"Pertanyaan bodoh macam apa itu hah!" Chu Mei membentak Ling Junjie setelah memukul kepalanya.


"Tapi mengapa kakak menyentuhnya?" Ling Junjie bertanya dengan menautkan kedua alisnya.

__ADS_1


"Diam bodoh, mulai sekarang dan seterusnya aku bukan kakakmu lagi." Chu Mei memutuskan hubungan persaudaraannya dengan Ling Junjie.


Setelah Berbicara seperti itu, Chu Mai langsung menyuruh Ling Junjie untuk melanjutkan perjalanan bersama dirinya.


__ADS_2