
Ketika tengah malam, Ling Junjie keluar dari kamar dan bersantai di sebuah ruangan yang mirip seperti ruang keluarga.
"Aku hampir melupakan dimensi bambu yang aku miliki!" Ling Junjie bergumam pelan.
Tiba-tiba dua gadis bersayap dengan memakai pakaian panas, menghami Ling Junjie. Mereka berdua langsung duduk di samping kiri, dan kanan Ling Junjie.
"Sayang, kau sedang memikirkan apa?" Peri Mina bertanya sembari memeluk tangan suami kecilnya.
"Aku hanya memikirkan dimensi bambu yang aku miliki!" Ling Junjie berterus terang kepada mereka.
"Apakah dimensi itu mirip seperti tempat kita ini?" Peri Rosie ikut bertanya.
"Sedikit mirip, namun di sana hanya ada pohon bambu saja, tidak lengkap seperti tempat ini!" Jawab Ling Junjie.
"Jika kau mau, kami berdua bisa mengubah dimensimu itu menjadi lebih lengkap, bahkan lebih indah dari dimensi yang kita tinggali ini!" Ujar Peri Mina.
"Benarkah?" Ling Junjie bertanya dengan sorot mata bercahaya, dia berharap bisa memiliki tempat yang mewah seperti milik kedua Peri itu.
"Tentu, sekarang bawa kami ke sana!" Peri Mina menjawab dengan pasti.
"Baiklah!" Ling Junjie berbicara sembari merangkul mereka berdua.
*Wusshh....*
Ling Junjie dan kedua Peri itu menghilang begitu saja!
*Wusshhh....*
__ADS_1
Kemudian, mereka muncul kembali di dalam dimensi bambu milik Ling Junjie!
"Ini dia tempatnya!" Ling Junjie berseru kepada dua Peri cantik yang masih ada di dalam rangkulannya.
Sementara kedua Peri itu, mereka terpaku menatap tak percaya ke arah pepohonan bambu yang ada di hadapannya.
"Bambu Emas!" Mereka berteriak bersamaan.
Mendengar teriakan dari kedua Peri itu, Ling Junjie menggaruk tengkuk dan seperti keheranan. Kemudian dia berbicara dengan suara pelan. "Bukankah, Ini hanya bambu kuning biasa!"
"Apa!!" Mereka hampir tak sadarkan diri oleh ucapan Ling Junjie.
*Tak!*
Peri Mina memukul kepala Ling Junjie hingga menimbulkan bunyi yang terdengar menyakitkan.
"Apa kau bodoh? Lihat di sana!" Peri Mina menunjuk ke arah pohon bumbu yang dulu berhasil di potong oleh Ling Junjie.
Pandangan Ling Junjie tertuju ke arah bambu yang di tunjuk oleh Peri Mina.
"Hah, Benar!" Ling Junjie berseru dengan berjalan menghampiri potongan bambu itu.
Sesampainya di dekat potongan bambu itu, Ling Junjie langsung mengambilnya dan memperhatikan bambu itu dengan lebih teliti!
"Ini benar-benar emas sungguhan! Haha... Aku kaya... ."
"... ... ." Mereka berdua hanya diam saja, melihat Ling Junjie melompat-lompat seperti orang gila.
__ADS_1
Setelah tersadar dari kebahagiaannya, Ling Junjie menghampiri mereka dengan tingkah seperti biasa, cool dan elegan!
"Ternyata kau bisa seperti anak-anak juga, ya?" Sindir Peri Mina.
"Kakak, dia kan memang anak-anak!" Peri Rosie menimpali sindiran kakaknya.
Sementara Ling Junjie, dia bersikap biasa saja mendengar sindiran dari mereka. Ling Junjie cukup sadar diri, dia memang anak-anak!
"Bukankah kalian berdua akan merubah dimensi bambu ini?" Ling Junjie bertanya kepada mereka, untuk mengalihkan pembicaraan!
"Daripada dirubah, lebih baik diperluas saja!" Peri Mina menyarankan untuk memperluas dimensi bambu itu.
"Terserah kalian saja," Ling Junjie menyetujui usulan itu, Lagi pula yang akan bekerja adalah mereka berdua, bukan dirinya!
"Adik, ayo kita satukan dimensi tempat tinggal kita dengan dimensi ini!" Peri Mina memberikan intruksi kepada adiknya.
"Baiklah," balas Peri Rosie sembari mengepakan sayapnya, kemudian mereka berdua langsung melesat ke langit!
Karena Ling Junjie tidak bisa terbang, jadi Ling Junjie tidak mengetahui apa yang mereka lakukan.
*Duarr....*
Tiba-tiba suara ledakan terdengar begitu keras dari sebelah utara!
Saking kerasnya, Ledakan itu membuat dimensi bambu bergetar hebat!
"Mengerikan!" Ling Junjie bergumam pelan.
__ADS_1