
"Ini hanya taman biasa, ayah!" Ling Junjie menegur kekaguman Kaisar Lin.
Kaisar Lin mengabaikan teguran itu, dia malah melontarkan pertanyaan kepada Ling Junjie. "Apa kau orang dari masa depan, Jun'er?"
"Bukan!" Ling Junjie langsung menjawab.
"Lantas, mengapa bisa mempunyai artefak gedung yang terlihat modern ini?" Kaisar Lin kembali bertanya.
"Ayah, ada sesuatu yang tidak bisa aku ungkapkan tentang diriku ini. Suatu saat nanti, ayah pasti akan mengetahuinya!" Ling Junjie menjawab pertanyaan itu dengan memberikan sedikit misteri tentang identitasnya.
"Baiklah, aku tidak masalah dari mana dan siapa dirimu, asal demi kemajuan Kekaisaran ini, aku pasti akan mendukungmu!" Kaisar Lin mengakhiri pertanyaan-pertanyaannya.
"Ayah, ayo kita lihat ruangan di dalam!" Ling Junjie kembali mengajak Kaisar Lin memasuki gedung itu lebih dalam lagi.
"Baiklah," Kaisar Lin kembali mengikuti langkah kaki Ling Junjie untuk memasuki gedung itu lebih dalam lagi.
Sesampainya di depan pintu kaca, Ling Junjie menyentuh pintu itu untuk membukanya.
Setelah menerima sentuhan dari Ling Junjie, pintu itu langsung terbuka dengan menggeser ke samping.
__ADS_1
Ling Junjie masuk lebih dulu, kemudian di ikuti Kaisar Lin di belakangnya.
Sesampainya di dalam, penglihatan Kaisar Lin kembali di suguhkan dengan pemandangan ruangan yang begitu luas, di sana terdapat beberapa tempat duduk yang berjer rapih.
Ruangan itu seperti tempat menunggu ataupun bersantai!
"Ayah, untuk ruangan senjata ada di lantai 2." Ling Junjie berbicara dengan berjalan duluan menuju sebuah ruangan kecil.
Kaisar Lin mengangguk dan langsung mengikuti Ling Junjie memasuki ruangan itu.
Sesampainya di dalam ruang itu, Ling Junjie langsung menekan tombol yang bertuliskan angka dua.
Hanya membutuhkan waktu 2 tarikan napas, pintu dari ruangan itu terbuka otomatis dan menampilkan ruangan luas yang di penuhi dengan pajangan senjata.
"Ini Lantai 2, di sini hanya ada senjata biasa hingga senjata artefak bintang 5." Ling Junjie berbicara dengan melangkahkan kakinya memasuki ruangan itu.
Selain pajangan ribuan senjata, di sana juga ada tempat duduk, meja pembayaran, dan beberapa tempat bersantai lainnya.
Setelah mengelilingi ruangan yang ada di lantai 2, Ling Junjie memandu Kaisar Lin naik ke lantai 3.
__ADS_1
Di lantai 3 terdapat senjata artefak tingkat bumi, namun tidak ada senjata artefak tingkat langit!
Setelah mengelilingi setiap sudut yang ada di lantai 3, Ling Junjie mengajak Kaisar Lin untuk kembali ke Istana, karena di gedung besar itu tidak ada lagi yang dapat di tunjukan.
Sementara lantai 4 dan seterusnya, hanya ada ruangan kosong saja!
"Apa tidak apa-apa membiarkan gedung ini tanpa penjagaan?" Kaisar Lin bertanya setelah keluar dari gedung itu.
"Tidak apa-apa, lagi pula gedung ini telah memiliki pertahanannya sendiri. Jadi kita tidak perlu mengkhawatirkannya!" Jawab Ling Junjie.
Kaisar Lin mempercayai jawaban itu, kemudian mereka langsung kembali ke Istana Kekaisaran.
Sesampainya di Istana, Ling Junjie langsung berpisah dengan Kaisar Lin, karena mereka memiliki urusan masing-masing.
Saat ini Ling Junjie sudah kembali ke tempat Lin Hua berada.
"Apa kau sudah selesai?" Ling Junjie bertnya kepada Lin Hua yang sedang bersantai di atas ranjang.
*Grep*
__ADS_1
Alih-alih menjawab, Lin Hua malah menerkam tubuh Ling Junjie dan melucuti pakaiannya. Gadis itu sudah tidak tahan untuk berkultivasi ganda lagi dan lagi!