
"Bisa, tapi ada syaratnya!" Balas Jiang Shen dengan senyum mengambang di wajahnya.
"Kakak, apa syaratnya?" Han Yiran bertanya dengan tidak sabar.
Sementara Jiang Shen, dia menyentuh dagu dan memikirkan syarat yang cocok untuk mengerjai Tuan Putri Kerajaan Han itu.
"Bagaimana, jika syaratnya kau harus menjadi kekasihku?" Jiang Shen memberi Syarat seperti itu hanya untuk bergurau saja. Akan tetapi, malah di tanggapi serius oleh gadis itu.
"Baiklah, aku mau!" Tegasnya.
"Hah?" Jiang Shen bertanya dengan mata terbelalak.
"Aku mau jadi kekasihmu, kakak...!" Jawab Han Yiran dengan berteriak.
*Pup....*
Jiang Shen menutup mulut Han Yiran dengan telapak tangannya, "Hei, jangan keras-keras!"
"Umm..., umm...." Han Yiran berbicara tidak jelas, karena mulutnya tertutup tangan Jiang Shen.
Setelah Jiang Shen melepaskan tangannya, barulah Han Yiran kembali berbicara dengan sangat nyaring. "Kakak, mengapa kau jahat sekali? Mulutku sakit tahu!"
"Maaf, maaf. Habisnya kau berteriak-teriak!" Jiang Shen meminta maaf seraya mengelus pucuk kepala gadis itu.
"Kakak, ayo. Katanya mau membantu latihanku!" Ucap Han Yiran sembari mengeluarkan pedang dari cincin dimensi miliknya.
__ADS_1
"Iya, iya." Balas Jiang Shen.
••••
"Ini untukmu!" Liu Annchi memberikankan Pil buatannya kepada Ling Junjie.
"Terima kasih, kakak!" Ling Junjie menerima Pil itu kemudian bertanya, "Ini Pil apa saja?"
"Yang warna putih, Pil Penguatan Tubuh. Sementara yang warna putih kebiruan, Pil Penguatan Jiwa." Jawab Liu Annchi!
"Ooh...," Ling Junjie mengangguk-anggukan kepala.
Liu Annchi tidak tahu, bahwa di dalam cincin hitam milik Ling Junjie, terdapat tumpukan berbagai Pil yang menggunung tinggi!
Tanpa basa-basi lagi, Ling Junjie langsung menelan satu Pil Penguatan Tubuh.
Selain otot yang berkembang cepat, Ling Junjie juga mengeluarkan keringat hitam dari tubuhnya.
"Mandilah, tubuhmu sangat bau!" Ucap Liu Annchi sembari menutup hidung.
Dengan tergesa-gesa, Ling Junjie pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sementara Liu Annchi, dia pergi keluar rumah dan menunggu Ling Junjie di sana.
Lagi-lagi Liu Annchi harus menunggu, padahal kemarin-kemarin dia sudah menunggu tidur Ling Junjie selama 2 hari.
__ADS_1
"Kakak aku telah selesai!" Ucap Ling Junjie di belakangnya.
"Cepat sekali?" Liu Annchi bertanya sembari mengelus tengkuk lehernya, dia merasa heran karena Ling Junjie mandi begitu cepat.
"Aku hanya mencuci tubuh dan mengganti pakaian saja, mengapa harus berlama-lama? Tapi kalau mau lama, mari kita mandi bersama!" Jawab Ling Junjie.
Sementara Liu Annchi, mendengar ajakan seperti itu dari Ling Junjie, tentu saja dia akan menerimanya dengan senang hati.
Terlihat kaki jenjang milik Liu Annchi berjalan dengan sangat anggun menghampiri Ling Junjie.
Sesampainya di depan Ling Junjie, kaki Liu Annchi dan kaki Ling Junjie saling menyilang bertautan.
Sementara semilir angin pagi, nampak berhembus menggoyangkan rambut mereka berdua.
Suara-suara lidah berpadu, terdengar begitu merdu dibawa angin berlalu.
"Tlap....*
Suara daun jatuh, seperti mengiringi setiap irama dari permainan pedang tak bertulang mereka.
*Bruk!*
Mereka berguling-guling di atas rumput kering, dengan saling berpelukan.
Seperti yang telah di rencanakan! Mereka berhenti di bawah pohon rindang yang daunnya berwarna kuning kemerahan.
__ADS_1
Pohon itu, Liu Annchi jadikan sebagai sandaran tubuhnya!