
Setelah beristirahat sebentar di tepi sungai, mereka menyebrangi sungai itu dan melanjutkan perjalanannya.
setelah melewati banyak rawa-rawa, mereka berhenti di bawah pohon besar.
"Guru, sepertinya ada yang aneh dengan pohon ini!" Ling Junjie berkata dengan menyentuh kulit pohon itu.
Tekstur dari kulit pohon itu sangat lembut dan lembap, sangat beda dari pohon pada umumnya.
"Apanya yang aneh, Jun'er?" Tetua Mayleen bertanya kepada muridnya.
"Coba guru sentuh kulit pohon ini!" Ling Junjie meminta gurunya untuk memeriksa kulit pohon itu.
Setelah Tetua Mayleen memeriksa kulit pohon itu, Tetua Mayleen juga merasa ada yang aneh dengan pohon itu.
"Semuanya, lihat sebelah sini!" Jiang Shen meminta mereka untuk melihat bagian lain dari pohon itu.
Setelah mereka melihat bagian yang di tunjukan Jiang Shen, mereka semua terdiam dengan pandangan terpaku menatap pintu seukuran telapak tangan di bagian pohon itu.
"Pintu apa itu, Tetua?" Chu Mei bertanya kepada orang yang lebih tua, yaitu Tetua Mayleen!
"Aku juga tidak tahu, karena aku juga baru pertama kali melihatnya!" Tetua Mayleen menjawab dengan tidak berdaya.
Pintu kecil itu berwarna kuning keemasan, dan terdapat ukiran unik di setiap sudutnya.
*Kreeek....*
__ADS_1
Pintu itu terbuka!
Meskipun suaranya sangat pelan, tapi terdengar jelas bagi mereka berempat.
Sontak saja mereka langsung memperhatikan pintu itu, dan menunggu apa yang akan keluar dari sana!
*Whoooosh!....*
Tiba-tiba dari dalam pintu itu keluar dua mahluk imut dan cantik, dari punggungnya terlihat sepasang sayap yang mengepak indah.
"Manusia jelek, pergilah dari rumah kami jika tidak ingin kami membunuh kalian." Mahluk kecil yang memiliki sayap merah muda, berceloteh mengancam mereka, dengan suara yang terdengar imut nan menggaskan!
Akan tetapi, meskipun dua mahluk kecil itu nampak cantik dan imut, tapi mahluk kecil itu juga terkenal dengan kekejamannya.
Makhluk kecil yang memiliki sayap seperti kupu-kupu itu, sudah menjadi legenda turun-temurun di Kerajaan Han dan di Kerajaan lainnya.
Mahluk kecil nan imut itu, terkenal dengan sebutan Peri!
"Baik, kami akan pergi!" Tetua Mayleen bermupakat kepada Peri itu.
"Kalian pergilah, tapi tidak untuk pemuda yang di sana!" Peri yang memiliki sayap biru muda menunjuk ke arah Ling Junjie.
Sementara Ling Junjie yang di tunjuk oleh Peri itu, dia bingung serta keheranan. "Mengapa diriku tidak boleh pergi?"
Ling Junjie merasa sedikit ketakutan dengan dua Peri mungil itu, pasalnya dia telah berulang-ulang kali membaca cerita tentang keganasannya Bangsa Peri!
__ADS_1
Di Kerajaan Han sendiri, sudah tersebar berbagai catatan yang mengisahkan tentang keberadaan Makhluk Astral yang menyerupai Elf namun berwujud kecil dan memiliki sayap seperti kupu-kupu.
"Kalian semua jangan takut, aku hanya ingin berbicara saja dengannya. Setelah itu aku akan mengantarkan dia ke tempat yang kalian tuju!" Peri sayap biru angkat bicara kepada mereka yang sedang khawatir akan keselamatan Ling Junjie.
Tetua Mayleen tidak bisa membantah keinginan Peri itu, karena dia mengetahui kekuatan Peri memang tidak sebanding dengan kultivator sepertinya.
"Jun'er, keputusan saat ini ada di tanganmu!" Tetua Mayleen menitahkan kepada Ling Junjie.
Setelah Ling Junjie berbikir beberapa saat, akhirnya dia memilih untuk tetap di sana dan mengikuti keinginan Peri itu. "Baiklah, aku akan tetap di sini. Akan tetapi aku memiliki satu permainan ...!"
"Permintaan seperti apa?" Peri sayap merah muda langsung memotong perkataan Ling Junjie dengan sebuah pertanyaan.
Setelah Ling Junjie menghela napas dan memikirkan matang-matang tentang parkataan yang akan dia katakan, Ling Junjie berkata dengan tegas. "Aku ingin mereka sampai di tempat tujuan, tanpa halangan dan rintangan sedikitpun!
"Baik, akan aku kabulkan keinginanmu, tapi sebagai gantinya kau harus tinggal di sini lebih lama!" Peri sayap merah muda menyepakati keinginan Ling Junjie.
Dengan tongkat sihir di tangannya, Peri itu mengeluarkan Serbuk Peri.
Hanya dengan waktu satu tarikan napas, Serbuk Peri itu berubah menjadi awan putih yang menggumpal besar.
"Awan itu akan mengantar kalian ke tempat tujuan kalian, dengan cepat dan tanpa halangan ataupun rintangan!" Peri itu menjelaskan kepada mereka yang terbengong dengan sorot mata penuh kekaguman.
Setelah mereka berangkat pergi dengan menaiki awan itu, Peri sayap biru muda menaburkan Serbuk Peri ke arah Ling Junjie.
*Wusshh....*
__ADS_1
Ling Junjie langsung menghilang di bawa pergi oleh dua Peri itu.